MAIN CHARACTER'S STAGES OF GRIEF IN JONATHAN SAFRAN FOER'S EXTREMELY LOUD & INCREDIBLY CLOSE

TASYA AZRA KAMILA, . (2021) MAIN CHARACTER'S STAGES OF GRIEF IN JONATHAN SAFRAN FOER'S EXTREMELY LOUD & INCREDIBLY CLOSE. Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.

[img] Text
COVER.pdf

Download (906kB)
[img] Text
BAB 1.pdf

Download (267kB)
[img] Text
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (934kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (251kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (554kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (244kB) | Request a copy
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (366kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (363kB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini berfokus pada bagaimana tahapan kedukaan yang dialami oleh tokoh utama, Oskar Schell, digambarkan dalam novel Extremely Loud & Incredibly Close karya Jonathan Safran Foer. Penelitian ini menganalisis dialog dan narasi yang menunjukkan kedukaan Oskar Schell dalam novel Extremely Loud & Incredibly Close karya Jonathan Safran Foer dengan menggunakan metode deskriptif analitis untuk mengidentifikasi dialog dan narasi mana yang berhubungan dengan tahapan kedukaan Oskar Schell, serta untuk menganalisis proses tahap kedukaan Oskar Schell. Konsep Lima Tahap Kesedihan yang dikemukakan oleh Elisabeth Kübler-Ross digunakan untuk menunjukkan dan mengidentifikasi tahap kedukaan Oskar Schell. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Oskar memang mengalami kelima tahap kedukaan yang disebabkan oleh kepergian ayahnya karena tragedi 9/11. Tahap-tahapnya yaitu tahap penyangkalan, tahap kemarahan, tahap menawar, tahap depresi, dan tahap penerimaan. Pada tahap penyangkalan, hasilnya menunjukkan bahwa Oskar mengalami trauma dan menolak untuk mempercayai kenyataan yang ada, ia berpura-pura bahwa ia baik-baik saja dan menyangkal fakta bahwa ayahnya telah meninggal, jadi ia memutuskan untuk melakukan sebuah perjalanan untuk menghidupkan kembali momen bersama ayahnya. Pada tahap kemarahan, Oskar melampiaskan kemarahan yang selama ini ia pendam kepada keluarganya, membuatnya hubungannya dengan ibunya menjadi renggang yang kemudian membuat Oskar untuk menyakiti dirinya sendiri. Sementara itu, tahap menawar adalah satu-satunya cara Oskar untuk melepaskan dirinya dari rasa sakit, karena tahap ini adalah tahap yang dapat mengalihkan perhatiannya dari kenyataan. Perkembangan dirinya bisa dilihat dari dua tahap terakhir. Tahap depresi Oskar terjadi ketika ia akhirnya mengakui rasa sakit yang ia rasakan dan mulai merasa kesepian. Pada tahap terakhir, meskipun telah melalui perjalanan yang panjang dan melelahkan dalam mengalami tahap kesedihan, Oskar akhirnya mengakui kematian ayahnya setelah lama menghindari kenyataan. This study focuses on how the stages of grief of the main character, Oskar Schell, is depicted in Extremely Loud & Incredibly Close, a novel by Jonathan Safran Foer. This study analyzed dialogues and narrations that indicate Oskar Schell’s grief in Jonathan Safran Foer’s Extremely Loud & Incredibly Close by using a descriptive-analytical method to identify which dialogues and narrations that relate to Oskar Schell’s stages of grief, as well as to analyze the processes of Oskar Schell’s stages of grief. Elisabeth Kübler-Ross’ Five Stages of Grief (Kübler-Ross Model) was applied to show and identify Oskar Schell’s stages of grief. The result of the study indicates that Oskar was indeed went through all five stages of grief caused by the death of his father due to the 9/11 tragedy. The stages are the denial stage, the anger stage, the bargaining stage, the depression stage, and the acceptance stage. In the denial stage, the result shows that Oskar was traumatized and refused to believe the reality, he then pretended to be fine and denied the fact that his father is dead, so he decided to go on a quest to relive the moment with his father. In the anger stage, Oskar vented the anger that he had been suppressing all this time to his family, making him to become distant from his mother and caused Oskar to do self-harm. Meanwhile, the bargaining stage is Oskar’s only way to escape from the pain, as it was a distraction from the reality. His self growth are shown from the last two stages. Oskar’s depression stage occured when he finally acknowledged the pain he had felt and began to feel lonely. In the last stage, despite the long and exhausting struggle in experiencing stages of grief Oskar finally acknowledged his father’s death after a long time avoiding reality.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1). Dwi Linda Kusuma, M.Hum. ; 2). Rahayu Purbasari, M.Hum.
Subjects: Bahasa dan Kesusastraan > Sastra Inggris
Divisions: FBS > S1 Sastra Inggris
Depositing User: Users 12053 not found.
Date Deposited: 02 Sep 2021 05:29
Last Modified: 02 Sep 2021 05:29
URI: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/18739

Actions (login required)

View Item View Item