PEMANFAATAN SERAT AMPAS TEBU SEBAGAI BAHAN TAMBAH DALAM MENINGKATKAN KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH BETON PADA PERKERASAN JALAN

HEGAR, . (2021) PEMANFAATAN SERAT AMPAS TEBU SEBAGAI BAHAN TAMBAH DALAM MENINGKATKAN KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH BETON PADA PERKERASAN JALAN. Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.

[img] Text
COVER.pdf

Download (763kB)
[img] Text
BAB 1.pdf

Download (537kB)
[img] Text
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (780kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (816kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (706kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (300kB) | Request a copy
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (425kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Hegar, Pemanfaatan Serat Ampas Tebu Sebagai Bahan Tambah Dalam Meningkatkan Kuat Tekan Dan Kuat Tarik Belah Beton Pada Perkerasan Jalan. Skripsi. Jakarta: Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan, Fakultas Teknik, Univeristas Negeri Jakarta. 2021. *ABSTRAK* Beton sangat diminati karena memiliki banyak kelebihan, salah satunya digunakan pada perkerasan jalan yaitu perkerasan lentur (flexible pavement) dan perkerasan kaku (rigid pavement). Namun sifat dari beton tidak kuat untuk menahan tarik. Cara untuk meningkatkan kuat tekan dan kuat tarik beton ialah dengan menambahkan serat ke dalam campuran beton. Serat yang digunakan pada penelitian ini ialah serat ampas tebu. Penambahan serat ampas tebu kedalam beton diharapkan mampu mencegah terjadinya retakan-retakan yang terlalu dini, baik akibat dari panas hidrasi maupun akibat pembebanan sehingga nilai kuat tekan dan kuat tarik belah akan meningkat. Penelitian ini menggunakan benda uji berbentuk silinder dengan diameter 10 cm dan tinggi 20 cm, kuat tekan rencana f’c 30 MPa, panjang serat digunakan ialah 3 cm. dengan variasi bahan tambah serat tebu 0% sebagai kontrol, 0,2%; 0,3%; 0,4%; dan 0,5% dari berat semen. Hasil penelitian didapatkan nilai hasil kuat tekan dengan serat ampas tebu sebesar 0%, 0,2%; 0,3%; 0,4%; dan 0,5% adalah 19,43 MPa, 24,46 MPa, 16,55 MPa, 23,79 MPa, dan 19,16 MPa. Hasil nilai tarik belah yang didapat dengan persentase serat ampas tebu sebesar 0%, 0,2%; 0,3%; 0,4%; dan 0,5% adalah 2,58 MPa, 3,51 MPa, 3,12 MPa, 2,68 MPa, dan 2,89 MPa. Kuat tekan dan tarik belah optimum didapatkan pada variasi serat 0,2% dari berat semen, dengan nilai kuat tekan 25,8% lebih besar dari beton normal, dan nilai kuat tarik belah 36,04% lebih besar dari beton normal. Kata Kunci : Beton Serat, Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah, Perkerasan Jalan, Serat Ampas Tebu. Hegar, Utilization Of Sugarcane Bagasse Fiber As An Additive In Increasing The Compressive Strength Snd Split Tensile Strength Of Concrete On Rigid Pavements. Thesis. Jakarta: Building Engineering Education Study Program, Faculty Of Engineering, Jakarta State University. 2021. *ABSTRACT* Concrete is in great demand because it has many advantages, one of which is used in road pavements, namely flexible pavement and rigid pavement. However, the properties of concrete are not strong enough to withstand tension. The way to increase the compressive strength and tensile strength of concrete is to add fiber to the concrete mix. The fiber used in this study is bagasse fiber. The addition of bagasse fiber into the concrete is expected to prevent premature cracks from occurring, both as a result of heat of hydration and as a result of loading so that the compressive strength and split tensile strength will increase. This study using a cylindrical specimen with a diameter of 10 cm and a height of 20 cm, the compressive strength of the design f’c is 30 MPa, the length of the fiber used is 3cm with variation of sugarcane fiber added material 0% as control, 0.2%; 0.3%; 0.4%; and 0.5%; by weight of cement. The results showed that the compressive strength with bagasse fiber was 0%, 0.2%; 0.3%; 0.4%; and 0.5% were 19.43 MPa, 24.46 MPa, 16.55 MPa, 23.79 MPa, and 19.16 MPa. The results of the split tensile value obtained with the percentage of bagasse fiber are 0%, 0.2%; 0.3%; 0.4%; and 0.5% were 2.58 MPa, 3.51 MPa, 3.12 MPa, 2.68 MPa, and 2.89 MPa. The optimum compressive strength and split tensile strength were obtained at 0.2% fiber variation by weight of cement, with a compressive strength value of 25.8% greater than normal concrete, and a split tensile strength value of 36.04% greater than normal concrete. Keywords: Fiber Concrete, Compressive Strength, Split Tensile Strength, Road Pavement, Sugarcane Bagasse Fiber.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1) Dra. Daryati, MT. ; 2) Kusno Adi Sambowo, ST, Ph. D.
Subjects: Teknologi dan Ilmu Terapan > Teknik Sipil
Teknologi dan Ilmu Terapan > Konstruksi Bangunan
Divisions: FT > S1 Pendidikan Teknik Bangunan
Depositing User: Users 11816 not found.
Date Deposited: 01 Sep 2021 07:16
Last Modified: 01 Sep 2021 07:16
URI: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/18990

Actions (login required)

View Item View Item