SIMULASI ALIRAN FLUIDA DAN PERPINDAHAN PANAS PADA FLUIDIZED BED SPRAY DRYER DENGAN VORTEX GENERATOR 30° TERHADAP SUMBU Y

MUHAMMAD RIZQI, . (2021) SIMULASI ALIRAN FLUIDA DAN PERPINDAHAN PANAS PADA FLUIDIZED BED SPRAY DRYER DENGAN VORTEX GENERATOR 30° TERHADAP SUMBU Y. Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.

[img] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB 1.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (933kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (704kB) | Request a copy
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (279kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

*Abstrak* Fluidized Bed Spray Dryer merupakan pengering semprot yang cara kerjanya dengan memperlakukan partikel larutan susu seperti fluida. Didalam simulasi ini, Spray Dryer 1 memiliki Vortex Generator (VG) dengan geometri 30° terhadap sumbu Y dan saling berlawanan. Sedangkan, Spray Dryer 2 memiliki geometri sesuai standar pipa. Simulasi dilakukan pada 5 temperatur yang berbeda dengan densitas larutan sebesar 1050 kg/m3. Distribusi panas pada lima temperature tersebut memiliki kondisi yang menyerupai. Baik dalam kondisi Spray Dryer 1 maupun 2. Nilai distribusi panas yang baik ada pada Spray Dryer 1. Dikarenakan nilai intensitas turbulensinya tertinggi ada pada Spray Dryer 1. Hal ini terjadi karena VG memiliki bentuk yang menyebabkan aliran didalam silo menjadi sangat acak dibandingkan dengan Spray Dryer 2. Dengan nilai 188% pada kondisi 2 Spray Dryer 1 dan 174 % pada Spray Dryer 2 dengan kondisi yang sama. Kecepatan aliran udara (Velocity) yang keluar dari VG sebesar 25 m/s pada Spray Dryer 1. Sedangkan velocity yang keluar dari VG Spray Dryer 2 hanya 20 m/s. Serta, Nilai koefisien konveksi mengalami penurunan saat meningkatnya temperature udara yang masuk. Hal ini terjadi karena nilai densitas udara turun sejalan dengan meningkatnya temperature. *Abstract* Fluidized Bed Spray Dryer is a spray dryer that works by treating the milk solution particles like a fluid. In this simulation, Spray Dryer 1 has a Vortex Generator (VG) with a geometry of 30° to the Y axis and opposite to each other. Meanwhile, Spray Dryer 2 has a geometry according to pipe standards. Simulations were carried out at 5 different temperatures with a solution density of 1050 kg/m3. The heat distribution at these five temperatures has similar conditions. Both in Spray Dryer 1 and 2. Good heat distribution values exist in Spray Dryer 1. Due to the highest turbulence intensity value in Spray Dryer 1. This happens because VG has a shape that causes the flow in the silo to be very random compared to the Spray Dryer. 2. With a value of 188% on condition 2 Spray Dryer 1 and 174% on Spray Dryer 2 under the same conditions. Velocity of air coming out of VG is 25 m/s in Spray Dryer 1. Meanwhile, velocity coming out of VG Spray Dryer 2 is only 20 m/s. Also, the value of the convection coefficient decreases as the incoming air temperature increases. This happens because the value of air density decreases with increasing temperature.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1) Pratomo Setyadi, S.T., M.T. ; 2) Ir. Nugroho Gama Yoga, S.T., M.T.
Subjects: Teknologi dan Ilmu Terapan > Teknik Mesin, Mekanika Teknik
Teknologi dan Ilmu Terapan > Teknik Energi
Divisions: FT > S1 Pendidikan Teknik Mesin
Depositing User: Muhammad Rizqi .
Date Deposited: 15 Sep 2021 05:23
Last Modified: 15 Sep 2021 05:23
URI: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/20496

Actions (login required)

View Item View Item