STRATEGI BERKEMBANG USAHA MIKRO DALAM MENUNJANG PEREKONOMIAN KELUARGA (Studi Kasus: Penjualan Camilan Bermerk “Cap Kembar” Di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur)

AULIA NANDANI NURMITA PUTRI, . (2017) STRATEGI BERKEMBANG USAHA MIKRO DALAM MENUNJANG PEREKONOMIAN KELUARGA (Studi Kasus: Penjualan Camilan Bermerk “Cap Kembar” Di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur). Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.

[img] Text
STRATEGI BERKEMBANG USAHA MIKRO DALAM MENUNJANG PEREKONOMIAN KELUARGA.pdf

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam mengenai sektor informal berupa usaha camilan yang mampu bersaing dengan usaha camilan lainnya yang berada di Pacitan, Jawa Timur. Selain itu bertujuan untuk mengetahui pola strategi yang dibuat oleh pemilik usaha camilan cap kembar sehingga penelitian ini menjabarkan mengenai bagaimana strategi berkembang yang dilakukan oleh penjual hingga camilan tersebut dapat berkembang hingga sekarang dan melihat manfaat adanya sebuah usaha camilan tersebut bagi kehidupan sosial ekonomi yang bekerja di usaha tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Untuk usaha memperoleh data dalam pendekatan kualitatif menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi kepada pemilik usaha camilan bermerk cap kembar dan para pekerjanya. Dengan adanya wawancara tersebut peneliti dapat berinteraksi langsung dengan informan. Subjek penelitian ini berjumlah 6 orang. Subjek dalam penelitian ini dibagi dua, yakni informan kunci dan informan pendukung. Informan kunci adalah Pemilik Usaha Camilan Cap Kembar dan informan pendukung adalah para karyawan yang terdiri dari 5 orang. Teknik pengumpul data dilakukan dengan metode wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian di lapangan, peneliti mendapatkan berbagai hasil temuan penelitian. Pertama selama 17 tahun berjalan usaha camilan milik Ibu Sutinah mengalami pasang surut. Pasang surut yang dialami oleh Ibu Sutinah dalam usahanya adalah adanya persaingan, mengalami penolakan oleh pemilik toko makanan dan tidak diberi izin untuk menjual camilan, camilan tersebut tidak adanya nomor izin pangan industri rumah tangga. Mengalami pasang surut tersebut Ibu Sutinah membuat strategi usaha camilan supaya berkembang dengan cara membentuk jaringan sosial dengan Dinas Kesehatan membuat nomor pangan industri rumah tangga, selain itu dengan penjual bahan baku dalam pembuatan camilan. Temuan keduanya itu dengan adanya Usaha Camilan Cap Kembar dapat bermanfaat untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan perekonomian keluarga bagi pemilik usaha maupun karyawan. This study aims to dig deeper on the informal sector in the form of a snack business that can compete with other snacks businesses located in Pacitan, East Java. In addition it aims to find out the strategy pattern made by business owners snack stamp twins so this study outlines of how the strategy evolved conducted by the seller until these snacks can be developed until now and see the benefits of having a business these snacks for the social and economic life working in the business. This research used the qualitative approach with case studies. Efforts to obtain data in a qualitative approach using techniques of observation, interview and documentation to business owners stamp branded snacks twins and his workers. The existence of these interviews researchers can interact directly with informants. The subject of the study amounted to 6 people. The subject in this study divided into two, namely the key informant and the informants supporters.Key informants is the business owner of twin stamp and snacks informant is supporting its employees which consists of 5 people. The technique of collecting data is done by the method of deep interviews, observation and documentation. Based on research in the field, researchers get a variety of research findings. The first for 17 years running businesses owned by Mrs. Sutinah snack ups and downs. Ups and downs experienced by Mrs. Sutinah the business is competition, refusal by the owner of a food store and was not given permission to sell snacks, snacks are not their license number of domestic food industry. Have ups and downs, Mrs. Sutinah make snack business strategy in order to develop a way to form social networks with the Health Department made a number of domestic food industry, in addition to the seller of raw materials in the manufacture of a snack. The findings of both of them with their efforts Twins Cap Snacks can be useful for creating jobs and improving the economy of the family to business owners and employees.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1) Rakhmat Hidayat, PhD 2) Dian Rinanta Sari, S.Sos., MAP
Subjects: Ilmu Sosial > Sosiologi
Divisions: FIS > S1 Sosiologi
Depositing User: sawung yudo
Date Deposited: 28 Mar 2022 01:55
Last Modified: 28 Mar 2022 01:55
URI: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/25395

Actions (login required)

View Item View Item