Penulisan Gaya Lama ke Pendekatan Ilmu Sosial: Historiografi Kerajaan Sriwijaya, 1967-2016

SUAR SANDHIKA PRADITYA, . (2017) Penulisan Gaya Lama ke Pendekatan Ilmu Sosial: Historiografi Kerajaan Sriwijaya, 1967-2016. Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.

[img] Text
BAB II.pdf

Download (486kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (399kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (441kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (170kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (342kB)
[img] Text
Daftar ISI.pdf

Download (164kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (322kB)
[img] Text
cover.pdf

Download (15kB)
[img] Text
KATA PENGANTAR.pdf

Download (214kB)
[img] Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (167kB)
[img] Text
LAMPIRAN & RIWAYAT.pdf

Download (403kB)
[img] Text
PENGESAHAN.pdf

Download (330kB)
[img] Text
PERNYATAAN.pdf

Download (349kB)
[img] Text
MOTTO DAN PERSEMBAHANl.pdf

Download (86kB)
[img] Text
LEMBAR PERNYATAAN.pdf

Download (84kB)

Abstract

Skripsi yang berjudul: “Penulisan Gaya Lama ke Pendekatan Ilmu Sosial: Historiografi Kerajaan Sriwijaya, 1967-2016” merupakan sebuah kajian tentang sejarah penulisan sejarah kerajaan Sriwijaya. penelitian yang membahas perubahan metodologi: penggunaan pendekatan dari yang tadinya menggunakan pendekatan politik menjadi menggunakan pendekatan ilmu sosial dengan aspek multidimensional; perubahan penggunaan sumber sejarah dari yang tadinya terbatas pada penggunaan artefak dan prasasti-prasasti, berubah tidak lagi terbatas pada prasasti tetapi juga memakai sumber-sumber tertulis lokal dan teks-teks Cina; perubahan sudut pandang dari yang tadinya sudut pandang luar menjadi sudut pandang lokal walaupun sudut pandang ini sangat berkaitan dengan subyektifitas. Perubahan metode penulisan ini merujuk kepada tren sejarah “total” yang sedang berkembang pada abad ke-20. Untuk melihat perubahan penulisan itu dibagi menjadi tiga periode; periode pertama tahun 1918-1967, periode ini merupakan periode pertama munculnya penulisan sejarah kerajaan Sriwijaya. Pada periode tahun 1918-1967 penulisan sejarah Sriwijaya masih merupakan penulisan sejarah lama yang memakai kajian politik menyebabkan sudut pandang penulisnya pun cenderung dari luar karena pemakaian sumber-sumber tertulis berupa sumber asing seperti teks-teks dari Cina dan juga pemakaian prasasti-prasasti sehingga sudut pandangnya menjadi istanasentris. pada periode ini penulisan sejarah kerajaan Sriwijaya ditulis oleh kaum Orientalis dan para ahli arkeologi yang mempelajari kerajaan-kerajaan kuno untuk merekonstruksi kronologi politik masa lampau. Kelompok cendekiawan ini menulis tentang sejarah Sriwijaya pada periode 1918-1967 antara lain George Cœdès, N. J. Krom, K. A. Nilakanta Sastri, Prof. Dr. Poerbatjaraka, Dato’ Sir Roland Braddel, R. C. Majumdar, F. H. Van Naerssen, Bernard H. M. Vlekke, F. D. K. Bosch, D. G. E. Hall. Periode kedua, tahun 1967-1987 pendekatan ilmu sosial mulai digunakan, di pelopori oleh O.W. Wolters pada 1967 yang menerbitkan sebuah buku berjudul Early Indonesian Commerce: A Study of The Origins of Srivijaya. Pada periode ini penulisan sejarah kerajaan Sriwijaya ditulis oleh para ahli filologi yang mempelajari literatur-literatur pribumi utntuk merekonstruksi “teks asli”. Kelompok Cendekiawan ini menulis tentang sejarah Sriwijaya pada periode tahun 1967-1987 antara lain O. W. Wolters, Quaritch Wales, Pierre-Yves Manguin, Kenneth R. Hall, Slamet Mulyana. Penggunaan sumber sejarah pada periode tahun 1967-1987 juga mulai mengalami perubahan. Penggunaan sumber tertulis tidak terbatas pada prasasti-prasasti saja, tetapi catatan-catatan yang ditulis oleh pelancong ataupun pedagang dari Cina dan Arab mulai digunakan selain itu juga digunakan sumber tertulis berbahasa melayu yang terdapat pada teks sastra lokal Sejarah Melayu. Periode ketiga, tahun 1987-2016 bentuk pemakaian pendekatan ilmu sosial mulai bergerak kearah multidimensional. Pada periode ini, penulisan sejarah kerajaan Sriwijaya ditulis oleh para sejarawan kompeten yang berkonsentrasi pada sumber sejarah (catatan arsip, surat, memoar) untuk merekonstruksi aktivitas bangsa-bangsa lain di kawasan Asia Tenggara. Kelompok cendekiawan ini menulis tentang sejarah Sriwijaya pada periode 1987-2016 antara lain Herman Kulke, Anthony Diller, Henri J. M. Claessen, Liang Liji, So Kee Long, Rosita Dellios dan R. James Ferguson, Bambang Budi Utomo. Penulisan Sejarah Sriwijaya sudah mengalami perubahan dari yang awalnya memakai metode penulisan gaya lama, yaitu penulisan dengan pendekatan politik berubah memakai pendekatan ilmu sosial. Hal ini ditandai dengan terbitnya karya O. W. Wolters berjudul Early Indonesian Commerce: A Study of the Origins of Srivijaya. Perubahan penulisan ini kemudian membawa suatu perkembangan kearah pemakaian pendekatan multidimensional guna mendapatkan penjelasan sejarah yang utuh. Mini thesis title about the: "Writing Old Style to Social Science Approach: The Historiography of Srivijaya Kingdom, 1967-2016" is a study of the history of the writing of the history of the kingdom of Srivijaya. Research that addresses methodological changes: the use of approaches from previously used political approaches to using social science approaches with multidimensional aspects; Changes in the use of historical sources from previously restricted to the use of artifacts and inscriptions, changed no longer confined to inscriptions but also used local written sources and Chinese texts; A change in viewpoint from an outside point of view to a local point of view even though this point of view is closely related to subjectivity. The change of method of writing refers to the "total" trend of history that was developing in the 20th century. To see the change in writing was divided into three periods; The first period of 1918-1967, this period is the first period of the emergence of writing the history of the kingdom of Srivijaya. In the period 1918-1967 the writing of the history of Srivijaya is still an old historical writing that uses political studies causing the viewpoint of the author also tend to from outside because the use of written sources in the form of foreign sources such as texts from China and also the use of inscriptions so that his point of view Become the palace centric. In this period, the writing of the history of the kingdom of Sriwijaya was written by the Orientalists and archaeologists who studied the ancient kingdoms to reconstruct past political chronology. This group of scholars wrote about the history of Srivjaya in the period 1918-1967, among others, George Cœdès, N. J. Krom, K. A. Nilakanta Sastri, Prof. Dr. Poerbatjaraka, Dato 'Sir Roland Braddel, R. C. Majumdar, F. H. Van Naerssen, Bernard H. M. Vlekke, F. D. K. Bosch, D. G. E. Hall. The second period, the 1967-1987 social science approach to be used, pioneered by O. W. Wolters in 1967 who published a book entitled Early Indonesian Commerce: A Study of the Origins of Srivijaya. In this period, the writing of the history of the Srivijaya kingdom was written by philologists who studied indigenous literature to reconstruct the "original text". This group of scholars wrote about the history of Srivijaya in the period 1967-1987, among others O. W. Wolters, Quaritch Wales, Pierre-Yves Manguin, Kenneth R. Hall, Slamet Mulyana. The use of historical sources in the period 1967-1987 to changed. The use of written sources is not limited to the inscriptions, but records written by travelers or merchants from China and Arab are being used as well as the written sources of Malay written in the local Malay history literature. The third period, from 1987 to 2016 the use of social science approach began to move the multidimensional. In this period, the writing of the history of the kingdom of Srivijaya was written by competent historians who concentrated on historical sources (archive records, letters, memoirs) to reconstruct the activities of other nations in Southeast Asia. This group of scholars wrote about the history of Srivijaya in the period 1987-2016, among others, Herman Kulke, Anthony Diller, Henri J. M. Claessen, Liang Liji, So Kee Long, Rosita Dellios and R. James Ferguson, Bambang Budi Utomo. The writing of the history of Srivijaya has undergone a change from initially using the old-style writing method, which is writing with a changed political approach using social science approach. This is marked by the publication of the work of O. W. Wolters entitled Early Indonesian Commerce: A Study of the Origins of Srivijaya. This change of writing then brings a development towards the use of a multidimensional approach to obtain a complete historical explanation

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1) Dr. Abdul Syukur, M.Hum 2) Humaidi, M.Hum
Subjects: Sejarah Dunia > Sejarah
Divisions: FIS > S1 Pendidikan Sejarah
Depositing User: sawung yudo
Date Deposited: 21 Apr 2022 02:10
Last Modified: 21 Apr 2022 02:10
URI: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/27327

Actions (login required)

View Item View Item