KATEGORI FATIS DIALEK BETAWI DALAM KUMPULAN CERITA PENDEK GAMBANG JAKARTE KARYA FIRMAN MUNTACO

HENI RASMAWATI, . (2011) KATEGORI FATIS DIALEK BETAWI DALAM KUMPULAN CERITA PENDEK GAMBANG JAKARTE KARYA FIRMAN MUNTACO. Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.

[img] Text
HENI RASMAWATI.pdf

Download (905kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan kategori fatis dalam kumpulan cerita pendek Gambang Jakarte karya Firman Muntaco. Penelitian ini dilaksanakan di Jakarta yang dimulai pada November 2010 sampai dengan April 2011. Objek penelitian adalah partikel dan kata fatis, gabungan fatis, serta frase fatis pada percakapan dialog dalam kumpulan cerita pendek Gambang Jakarte. Fokus penelitian adalah melihat penggunaan kategori fatis dalam percakapan dialek Betawi yang dilihat berdasarkan bentuk, distribusi, fungsi, dan makna kategori fatis dalam dialognya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri dengan bantuan tabel analisis. Kategori fatis pada kumpulan cerita pendek Gambang Jakarte digunakan hampir di setiap dialog. Kategori tersebut berbentuk partikel fatis, gabungan fatis, dan frase fatis. Gabungan fatis terbagi atas paduan fatis, gabungan terpisah fatis, perulangan fatis, dan campuran fatis. Berdasarkan distribusinya, partikel fatis, paduan fatis, gabungan fatis terpisah, campuran fatis, dan frase fatis dapat berdistribusi di awal, tengah, dan akhir kalimat. Perulangan fatis hanya dapat berdistribusi di awal dan akhir kalimat. Dilihat dari fungsinya dalam kalimat, partikel fatis berfungsi untuk memulai pembicaraan, mengukuhkan pembicaraan, mematahkan pembicaraan, mematahkan pembicaraan, meminta persetujuan atau pendapat kawan bicara, meyakinkan pembicaraan, menegaskan pembicaraan, dan membentuk kalimat introgatif. Paduan fatis digunakan untuk tiga fungsi, yaitu untuk mengukuhkan pembicaraan, menegaskan pembicaraan, dan meminta persetujuan atau pendapat kawan bicara. Perulangan fatis digunakan untuk tiga fungsi, yakni mengukuhkan pembicaraan, meyakinkan pembicaraan, dan menegaskan pembicaraan. Frase fatis memiliki funngi untuk memulai pembicaraan, mengakhiri pembicaraan, meyakinkan pembicaraan, dan menegaskan pembicaraaan. Dilihat dari makna yang ditimbulkan dalam kalimat, partikel fatis, paduan fatis, dan gabungan terpisah fatis bermakna menghaluskan paksaan, menyatakan bantahan, menekankan kekesalan, menyatakan pemberian garansi, menyatakan kesungguhan, menekankan keheranan, menyatakan basa basi, menekankan kebenaran suatu fakta, menyatakan keberadaan tempat atau waktu, menyatakan kesetujuan, dan menekankan keingintahuan. Untuk perulangan fatis bermakna menghaluskan paksaan, menyatakan kesungguhan, dan menekankan keheranan. Dari data yang diperoleh, tidak ditemukan makna menekankan kekesalan dan pemberian garansi. Dilihat dari maknanya, frase fatis berbeda dengan bentuk fatis lainnya, yaitu menyatakan salam, membalas salam, menekankan pujian atau syukur, serta menyatakan doa. Peneliti menyarankan penelitian tentang penggunaan kategori fatis seperti ini dilanjutkan untuk mengembangkan dan melengkapi penelitian mengenai kategori fatis. Penggunaan kategori fatis dalam masyarakat bisa diteliti melalui berbagai objek, fokus, dan korpus penelitian.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1) Drs. Abdul Chaer 2) Drs. Krisanjaya, M. Hum
Subjects: Bahasa dan Kesusastraan > Bahasa Indonesia
Bahasa dan Kesusastraan > Kesusastraan > Sastra Indonesia
Divisions: FBS > S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Depositing User: sawung yudo
Date Deposited: 27 Jun 2022 02:44
Last Modified: 27 Jun 2022 02:44
URI: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/30778

Actions (login required)

View Item View Item