ANALISIS LAMA PAKAI ELEKTRODA YANG DILAPISI TANAH LEMPUNG DALAM MEMPRODUKSI GAS HIDROGEN MELALUI ELEKTROLISIS AIR LAUT

IRHAM NAQIBANUSSALAM, . (2021) ANALISIS LAMA PAKAI ELEKTRODA YANG DILAPISI TANAH LEMPUNG DALAM MEMPRODUKSI GAS HIDROGEN MELALUI ELEKTROLISIS AIR LAUT. Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.

[img] Text
Irham Naqibanussalam_1306617033_Skripsi FINAL tanggal 23 januari 2022.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Gas hidrogen dari air laut dapat diperoleh melalui proses elektrolisis. Namun, hingga saat ini proses elektrolisis air laut belum mampu bertahan lama, karena mengandung klorin yang menyebabkan anoda terkorosi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelapisan tanah liat pada elektroda terhadap ketahanan korosi. Metode water displacement digunakan untuk menentukan volume yang dihasilkan selama proses elektrolisis, mulai dari 0 dan berlangsung dalam interval 20 menit untuk setiap pengukuran sampai produksi hidrogen mencapai titik jenuh. Selain volume, laju hidrogen dan produksi rendemen cenderung menurun setelah proses elektrolisis berlangsung selama waktu tertentu. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa penggunaan elektroda (tembaga) yang dilapisi dengan tanah liat memiliki ketahanan yang lebih lama terhadap korosi akibat klorin yang terkandung dalam air laut, dibandingkan dengan elektroda (tembaga) yang tidak dilapisi dengan tanah liat. Elektroda (tembaga) yang tidak dilapisi dengan tanah liat memiliki umur simpan hingga 9 jam dan mencapai titik maksimum menghasilkan hidrogen pada menit 280 15 ml; Sedangkan elektroda yang dilapisi dengan tanah liat ternyata memiliki daya tahan hingga 12 jam dan mencapai titik maksimum dalam menghasilkan hidrogen pada 560 menit sebesar 15,4 ml Hydrogen gas from seawater can be obtained through electrolysis process. However, until now, seawater electrolysis process has not been able to last long, because it contains chlorine that causes anodes to corrode. This study aims to analyze the effect of clay coating on electrodes to resist corrosion. The water displacement method is used to determine the volume produced during the electrolysis process, starting from 0 and progressed within 20 minutes of interval for each measurement until the hydrogen production reaches the saturation point. In addition to the volume, hydrogen rate and yield production tend to decrease after the electrolysis process lasts for a certain time. The results also show that the use of electrodes (copper) coated with clay has a longer resistance to corrosion due to chlorine contained in seawater, compared to electrodes (copper) not coated with clay. Electrodes (copper) that are not coated with clay have a shelf life of up to 9 hours and reach a maximum point of producing hydrogen at 280 minutes of 15 ml; While the electrode coated with clay turned out to have a durability of up to 12 hours and reached the maximum point in producing hydrogen at 560 minutes of 15.4 ml.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1). Riser Fahdiran, M.Si ; 2). Drs. Cecep. E. Rustana, Ph.D
Subjects: Sains > Fisika
Divisions: FMIPA > S1 Fisika
Depositing User: Users 14629 not found.
Date Deposited: 13 Jul 2022 02:58
Last Modified: 13 Jul 2022 02:58
URI: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/31713

Actions (login required)

View Item View Item