ANALISIS INDEKS SAPROBIK SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS PERAIRAN DAN HUBUNGANNYA DENGAN KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTOS DI PERAIRAN BOJONEGARA, TELUK BANTEN

DEWI NURFITRIANA, . (2013) ANALISIS INDEKS SAPROBIK SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS PERAIRAN DAN HUBUNGANNYA DENGAN KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTOS DI PERAIRAN BOJONEGARA, TELUK BANTEN. Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.

[img] Text
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf

Download (385kB)
[img] Text
BAB I PENDAHULUAN.pdf

Download (142kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (151kB)
[img] Text
DAFTAR RIWAYAT HIDUP.pdf

Download (14kB)
[img] Text
BAB V KESIMPULAN.pdf

Download (137kB)
[img] Text
COVER.pdf

Download (16kB)
[img] Text
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR.pdf

Download (213kB)
[img] Text
BAB III METODOLOGI PENELITIAN.pdf

Download (452kB)
[img] Text
ABSTRAK, KATA PENGANTAR DAFTAR ISI.pdf

Download (219kB)

Abstract

Perairan Bojonegara merupakan salah satu habitat bagi organisme laut seperti makrozoobentos. Makrozoobentos memiliki peran penting dalam ekologi yaitu sebagai bioindikator pencemaran air. Selain itu, perhitungan nilai indeks saprobik juga dapat dijadikan bioindikator pencemaran air, sehingga dapat diketahui hubungan keberadaan makrozoobentos dengan nilai indeks saprobik perairan tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas perairan berdasarkan nilai indeks saprobik dan mengetahui hubungan beberapa parameter lingkungan dengan kelimpahan makrozoobentos di perairan Bojonegara, Teluk Banten. Penelitian ini dilakukan pada bulan November-Desember 2012 di perairan Bojonegara, Teluk Banten, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik survey, penentuan stasiun dan pengambilan sampel dengan purposive sampling. Lokasi penelitian terdiri dari 3 stasiun yang dipilih berdasarkan lokasi dan aktivitas industri yang berbeda-beda. Teknik perhitungan data meliputi nilai indeks saprobik, indeks keanekaragaman dan kelimpahan yang dianalisis secara deskriptif sedangkan hubungan parameter lingkungan dengan keanekaragaman makrozoobentos dianalisis dengan menggunakan Analisis Komponen Utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesies Protozoa yang teridentifikasi sebanyak 11 Genus dengan total 98 individu. Nilai indeks saprobik berkisar antara 2,350-2,481 sehingga tergolong dalam kategori Beta-Mesosaprobik (perairan tercemar sedang). Nilai indeks keanekaragaman (H’) makrozoobentos berkisar antara 1,079-1,165 sehingga tergolong dalam kategori keanekaragaman sedang. Koefisien korelasi presentase nilai indeks saprobik dengan keanekaragaman makrozoobentos adalah sebesar -0,452 dengan koefisien determinasi sebesar 20,43 %. Hasil analisis komponen utama untuk parameter lingkungan yang merupakan penciri utama yang dapat mempengaruhi keanekaragaman makrozoobentos adalah kecerahan, TDS, BOD dan DO, sedangkan parameter yang paling berpengaruh terhadap nilai indeks saprobik protozoa di Perairan Bojonegara adalah suhu, pH, kekeruhan dan BOD. Bojonegara waters is the one of habitat for marine organism such as macrozoobenthos. Macrozoobenthos has an important role in the ecology as water pollution bioindicator. In addition, the calculation of the value of saprobity index can be used as water pollution bioindicator, in order to know the relation of macrozoobenthos existence with those value of water saprobity index. The aim of this research are to know about waters quality based on the value of saprobity index and to know about the relation some environment parameters with macrozoobenthos abundance in Bojonegara waters, Banten bay. This research conducted at November to December 2012 in the Bojonegara waters. Banten bay. The method used in this research is descriptive method with survey technique, station determination and sample collecting with purposive sampling. The research location consist of three stations are selected based on the differences of location and industrial activity. Data calculation technique include saprobity index, diversity index and abundance with descriptive analysis while relation to environment parameters with macrozoobenthos diversity analysed by Principal Component Analysis (PCA). The result of this research showed Protozoa species have identified 11 Genus with totally 98 individuals. The range of saprobity index value between 2,350- 2,481 so it belongs to the Beta-Mesosaprobik (medium polluted waters) category. The value of the macrozoobenthos diversity index (H’) between 1,079-1,165 so it belongs to the medium diversity category. The correlation coefficient of saprobity index presentation value with macrozoobenthos diversity is -0,452 and 20,43 % determination coefficient. The analysis result of the main component for macrozoobenthos environment parameters are brightness, TDS, BOD and DO, while the parameters that most affect the saprobity index value protozoa are temperature, pH, turbidity and BOD.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1). Drs. Paskal Sukandar, M.Si ; 2). Hanum Isfaeni, S.Pd., M.Si.
Subjects: Sains > Ilmu Bumi > Biologi
Divisions: FMIPA > S1 Biologi
Depositing User: Users 14614 not found.
Date Deposited: 15 Aug 2022 06:30
Last Modified: 15 Aug 2022 06:30
URI: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/32447

Actions (login required)

View Item View Item