ALTAJARU

CLARISSA YANMARI, . (2013) ALTAJARU. Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.

[img] Text
CLARISSA YANMARI.pdf

Download (1MB)

Abstract

Karya tari yang berjudul “ALTAJARU” menggambarkan aktifitas para pedagang di pasar Tanah Abang yang mempunyai persaingan dalam menarik pembeli yang sedang berbelanja, khususnya untuk pedagang orang Minang karena, penata tari ingin memasukkan unsur Minang di dalam karya tari ini. ALTAJARU sendiri singkatan dari sebuah pepatah Minang yaitu “Alam Takambang Jadi Guru” dimana pengertian dari pepatah ini sangatlah erat dengan kehidupan berdagang bagi para pdagang orang Minang. Karya tari ini terwujud dengan menggunakan tahapan penerapan metode Jacquelin Smith. Jacquelin Smith menyebutkan di dalam bukunya bahwa tahapan dalam karya tari dibagi menjadi metode konstruksi I – V. Penelitian dilakukan dengan terjun langsung ke lokasi yaitu Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat, penata tari pun ikut terlibat dalama penelitian ini sebagai pembeli. Studi pustaka yang digunakan dalam karya tari ini, menggunakan beberapa referensi buku yang mendukung karya tari ini. Karya tari ini menggunakan pijakan gerak dasar tari Minang yang diwarnai gerak silek Harimau Minangkabau, digabungkan dengan gerak sehari-hari kegiatan dipasar seperti gerak kuli panggul barang, pedagang, pembeli dan lain-lain, yang digabungkan dan dikembangkan dengan ruang, waktu, tenaga, yang tak terbatas. Perwujudan karya tari ini bernuansa minang karena banyak para pedagang dipasar Tanah abang adalah orang Minang, dan judul yang diambil pun merupakan salah satu pepatah orang Minang yaitu “Alam Takambang jadi Guru” disingkat menjadi ALTAJARU. ***** A dance work entitled “ALTAJARU” describes activities of traders in Tanah Abang market that have competition in attracting buyers who shop there, especially for traders of Minang people because the choreographer wanted to incorporate elements of Minang in this dance work. ALTAJARU itself stands for a Minang maxim that is “Alam Takambang Jadi Guru” which the meaning of this proverb is very close to the life of the trade for Minang traders. This dance work is realized by using Jacqueline Smith’s methods. Jacqueline Smith mentions in his book that the stage in a dance work is split into construction methods I - V. Research was done by going directly to the location of Tanah Abang Market in Central Jakarta, the choreographer was also involved in this research as a buyer. Literature study in this dance work uses several reference books that support the work of this dance. This dance work uses footing basic dance movements of Minang dance that is colored by silek Harimau Minangkabau motion, coupled with the motion of the market day-to-day activities such as movement of goods porters, traders, buyers, etc., that are combined and developed with space, time, energy, which is infinite. Embodiment Minang dance work is nuanced because many traders at Tanah Abang market are Minang people, and title taken is any one of the Minang people saying that is “Alam Takambang Jadi Guru” shortened to ALTAJARU.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1). B.Kristiono S.S.E.,S.Sn,M.Sn ; 2). Dr.Elindra Yetti, M.Pd
Subjects: Kesenian > Seni Tari
Divisions: FBS > S1 Pendidikan Tari
Depositing User: Users 14685 not found.
Date Deposited: 18 Aug 2022 03:18
Last Modified: 18 Aug 2022 03:18
URI: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/32652

Actions (login required)

View Item View Item