RESILIENSI MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BANJIR DI KELURAHAN KEBON BARU KECAMATAN TEBET JAKARTA SELATAN

NIKITA THERESIA AFDAN, . (2022) RESILIENSI MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BANJIR DI KELURAHAN KEBON BARU KECAMATAN TEBET JAKARTA SELATAN. Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.

[img] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (81kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (199kB) | Request a copy
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (569kB) | Request a copy
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (457kB) | Request a copy
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (69kB) | Request a copy
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (213kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resiliensi masyarakat dalam menghadapi banjir di Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Penelitian ini difokuskan pada 6 RW yang rawan terhadap banjir, yakni RW 1, 2, 4, 8, 9, dan 10. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah kepala keluarga yang berjumlah 1843. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dan diperoleh 95 responden. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, angket, dan wawancara. Indikator resiliensi dalam penelitian ini mencakup lima varibel, yakni sumber daya manusia, sumber daya alam, sosial, fisik dan keuangan. Berdasarkan hasil penelitian resiliensi masyarakat dalam menghadapi banjir di 6 RW rawan banjir menunjukkan tingkat resiliensi tertinggi masyarakat di Kelurahan Kebon Baru pada umumnya adalah tinggi, tetapi pada beberapa variabel menunjukkan nilai yang sedang dan rendah. Adapun variabel sumber daya manusia dan sumber daya alam menunjukkan nilai resiliensi tinggi, sedangkan untuk resiliensi sosial dan fisik menunjukkan resiliensi sedang, dan kategori resiliensi keuangan menunjukkan nilai yang rendah. Hasil analisis secara keseluruhan menunjukkan bahwa rata-rata tingkat resiliensi masyarakat dalam menghadapi banjir di Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan berada dalam kategori sedang dan tinggi. Dari 6 RW rawan banjir terdapat 2 RW yang memiliki tingkat resiliensi tinggi yakni RW 8 dan RW 9, sedangkan untuk tingkat resiliensi terendah ada pada RW 2. Saran dan masukan dalam penelitian perlunya ada peningkatkan resiliensi dalam beberapa variabel yang masih belum tinggi untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dan lingkungan Kebon Baru dalam menghadapi bencana banjir. ***** This study aims to determine the resilience of the community in dealing with flooding in Kebon Baru Village, Tebet District, South Jakarta. This study focused on 6 RWs that are prone to flooding, namely RW 1,2,4,8,9, and 10. The research method used is a descriptive method with a quantitative approach. The population of this study was the head of the family, totaling 1843. The sampling technique used the purposive sampling method and obtained 95 respondents. Observation, questionnaires, and interviews were used to collect the data on this research. The indicator of resilience in this research included five variabels, such as human resources, physical, natural resources, social, and financial. Based on the results of research on community resilience in dealing with flooding in 6 flood-prone RWs, the highest level of community resilience in Kebon Baru Village is generally high, but on some variabels it shows moderate and low values. The variables of human resources and natural resources have high resilience values, while social and physical resilience have moderate resilience, and the lowest resilience category is in financial variabels. The results of the overall analysis show that the average level of community resilience in facing floods in Kebon Baru Village, Tebet sub-district, South Jakarta in category medium and high. Of the 6 flood-prone RWs, there are 2 RWs that have a high level of resilience, namely RW 8 and RW 9, while the lowest level of resilience is in RW 2. Suggestions and inputs in research are the need to increase resilience in several aspects which are still not high enough to improve the ability of the community and the Kebon Baru environment in dealing with flood disasters.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1.Dr.Muzani Jalaludin, M.Si 2. Fauzi Ramadhoan A'Rachman, M.Sc
Subjects: Geografi, Antropologi > Geografi
Divisions: FIS > S1 Pendidikan Geografi
Depositing User: Users 15345 not found.
Date Deposited: 02 Sep 2022 05:31
Last Modified: 02 Sep 2022 05:31
URI: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/34458

Actions (login required)

View Item View Item