REFERENSI ENDOFORA DALAM KARYA ILMIAH (Suatu Penelitian Teknik Analisis Isi di SMP Labschool Jakarta )

GESA NURDIYANTI, . (2013) REFERENSI ENDOFORA DALAM KARYA ILMIAH (Suatu Penelitian Teknik Analisis Isi di SMP Labschool Jakarta ). Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.

[img] Text
SKRIPSI.pdf

Download (779kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan referensi endofora dalam karya ilmiah siswa kelas VIII SMP Labschool Jakarta berdasarkan bentuk pengacu referensi endofora dan pola kemunculannya. Selain itu, penelitian ini di implikasikan pada pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan dibantu tabel analisis kerja. Adapun data yang diambil adalah kalimat-kalimat yang terdapat dalam karya ilmiah siswa kelas VIII SMP Labschool Jakarta. Berdasarkan analisis data diperoleh informasi sebagai berikut, terdapat referensi endofora berdasarkan bentuk pengacuannya yaitu pronomina persona pertama, pronomina persona kedua, pronomina persona ketiga, pronomina demonstrativa penunjuk umum, pronomina demonstrativa penunjuk tempat, pronomina demonstrativa penunjuk ihwal, dan pronomina komparatif. Berdasarkan pola kemunculannya didapatkan anafora dan katafora. Referensi endofora yang muncul dari 30 karya ilmiah siswa yaitu 97 buah. Di antaranya 89 buah mengacu secara anafora yang terdiri dari 5 buah pronomina persona pertama yang berbentuk kita dan saya , 23 buah pronomina persona ketiga yang berbentuk –nya, mereka, dia , 61 buah pronomina demonstrativa penunjuk umum yang berbentuk ini, itu, tersebut, begitu. Sedangkan referensi endofora katafora terdiri dari 8 buah diantaranya 1 buah pronomina persona pertama yang berbentuk kita, 1 buah pronomina persona ketiga yang berbentu -nya, 3 buah pronomina demonstrativa penunjuk umum yang berbentuk ini dan 3 buah pronomina demonstrativa penunjuk ihwal yang berbentuk mengapa dan apa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan referensi endofora pronomina demonstrativa yang berbentuk ini lebih banyak digunakan dan pola kemunculan anafora lebih banyak dibandingkan referensi endofora katafora. Hal ini terjadi karena karakterristik wacana karya ilmiah yang sangat menonjolkan hal-hal yang umum yang dekat maupun jauh. Kemunculan referensi endofora anafora lebih banyak digunakan karena pada umumnya penggunaan pronomina lebih sering mengacu pada hal-hal yang telah lalu atau kegiatan sebelumnya. Di dalam pemebelajaran bahasa Indonesia di SMP, referensi endofora dapat dijadikan sebagai sebuah materi ajar yang dapat dikembangkan oleh guru, baik unsur kebahasaan maupun ketrampilan menulisnya. Pengembangan materi ini dapat dilakukan di Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1). N. Lia Marliana, S. Pd. M. Phil (Ling) ; 2). Dra. Hj. Suhertuti, M. Pd.
Subjects: Bahasa dan Kesusastraan > Bahasa Indonesia
Divisions: FBS > S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Depositing User: Users 14685 not found.
Date Deposited: 22 Sep 2022 06:15
Last Modified: 22 Sep 2022 06:15
URI: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/36329

Actions (login required)

View Item View Item