ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PEKERJAAN STRUKTUR BAWAH PADA PROYEK PEGADAIAN TOWER (SEBAGAI IMPLEMENTASI MATA KULIAH MANAJEMEN KONSTRUKSI)

LAILA TAZKIAH, . (2023) ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PEKERJAAN STRUKTUR BAWAH PADA PROYEK PEGADAIAN TOWER (SEBAGAI IMPLEMENTASI MATA KULIAH MANAJEMEN KONSTRUKSI). Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.

[img] Text
COVER.pdf

Download (610kB)
[img] Text
BAB 1.pdf

Download (337kB)
[img] Text
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (516kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (538kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (960kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (123kB) | Request a copy
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (242kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Proyek konstruksi tidak terlepas dari kemungkinan risiko yang akan berdampak pada pencapaian proyek, termasuk proyek Pegadaian Tower. Struktur bawah merupakan bagian penting yang berfungsi untuk memikul seluruh beban bangunan di atasnya. Dalam penyusunannya diperlukan analisis risiko untuk menentukan faktor risiko yang dominan dan tingkatannya Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen risiko mulai dari identifikasi risiko pekerjaan struktur bawah, analisis risiko dominan sampai pengendalian risiko pada pekerjaan struktur bawah di proyek pembangunan Pegadaian Tower Jakarta Pusat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data primer berupa kuesioner dan wawancara mengenai risiko-risiko yang terjadi pada pekerjaan struktur bawah dengan memperkirakan frekuensi dan dampak dari masing-masing risiko di proyek tersebut. Data sekunder berdasarkan studi literatur dan data proyek. Analisis risiko dilakukan dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan peringkat risiko dominan pada tahapan pekerjaan struktur bawah. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat 12 risiko dominan yang terjadi pada pekerjaan struktur bawah yaitu Pada saat pelaksanaan, ditemukan sistem Eksisting Utilitas yang tidak terdeteksi sebelumnya, Sistem pengendalian biaya dan waktu yang lemah sehingga menyebabkan pembengkakan biaya, Intensitas cuaca yang tidak stabil dapat menghambat aktivitas konstruksi di lapangan, Produktivitas alat berat rendah, Penyusunan rangkaian pekerjaan yang kurang tepat, Pada saat pengecoran, supply beton tidak secara kontinu, Kualitas mutu beton tidak sesuai spesifikasi, Kesalahan mengangkat casing, Terjadinya banjir di area galian, Kesalahan menentukan dimensi pondasi, Subkontraktor kurang berkualitas, serta Keterlambatan pengiriman material. Risiko-risiko dominan tersebut berdasarkan 7 kategori sumber risiko yang berbeda dan berada pada level risiko tinggi dan signifikan. Dikarenakan masih adanya 12 risiko yang dominan maka manajemen/pengelolaannya perlu ditingkatkan agar tujuan proyek dapat tercapai. ***** Construction project is inseperable from the possibility of risk that will impact on the achievement of the project, including the Pegadaian Tower project. Sub-structure is an important part that functions to carry entire load of the building above it. In its construction, a risk analysis is required to determine the dominant risk factors and the level of it. This research aims to determine risk management starting from the identification of the risks of substructure work, dominant risk analysis to risk control of the substructure construction in Pegadaian Tower Project, Central Jakarta. This research is based on the identification of risks in substructure work that can cause problems and injure the project. This research aims to determine risk management starting from dominant risk identification to risk control in the substructure work in the Pegadaian Tower project, Central Jakarta. The method used in this research is descriptive quantitative method with primary data collection techniques in the form of questionnaires and interviews regarding the risks that occur in the substructure work by estimating the frequency and impact of each risk in the project. Secondary data based on literature studies and project data. Risk analysis is carried out using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method to determine the dominant risk rating in the substructure work. The results of this research indicate that there are 12 dominant risks that occur in the substructure work, which is during implementation, an existing utility system was found that was not detected beforehand, a weak cost and time control system that causes cost overruns, unstable weather intensity, Low productivity of heavy equipment, Inappropriate arrangement of work sequences, During casting, concrete supply was not continuous, Quality of concrete was not according to specifications, Error in lifting casing, Flood occurred in excavation area, Error in determining foundation dimensions, Subcontractors of poor quality, and delays in material delivery. These dominant risks are based on 7 different categories of risk sources and are at a high and significant risk level. There are still 12 dominant risks so that the management needs to be improved and the project target can be achieved.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1). Lenggogeni, MT ; 2). R. Eka Murtinugraha, M.Pd
Subjects: Teknologi dan Ilmu Terapan > Teknik Sipil
Teknologi dan Ilmu Terapan > Konstruksi Bangunan
Divisions: FT > S1 Pendidikan Teknik Bangunan
Depositing User: Users 17375 not found.
Date Deposited: 03 Mar 2023 02:33
Last Modified: 03 Mar 2023 02:33
URI: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/37789

Actions (login required)

View Item View Item