PERBANDINGAN REPRESENTASI GURU DALAM NOVEL LASKAR PELANGI KARANGAN ANDREA HIRATA DAN FILM LASKAR PELANGI KARYA RIRI RIZA SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA

Listiani Tular Kurniasih., . (2012) PERBANDINGAN REPRESENTASI GURU DALAM NOVEL LASKAR PELANGI KARANGAN ANDREA HIRATA DAN FILM LASKAR PELANGI KARYA RIRI RIZA SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA. Sarjana thesis, Universitas Negeri Jakarta.

[img] Text
AWALAN.pdf

Download (96kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (64kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (128kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (38kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (592kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (40kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (22kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (581kB)

Abstract

novel Laskar Pelangi karangan Andrea Hirata dan film Laskar Pelangi karya Riri Riza dengan cara memperbandingkannya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi serta ditopang dengan teori-teori representasi baik teori representasi novel dan film (teori strukturalisme naratologi dan bahasa film) serta teori representasi guru (teori-teori tentang guru). Dalam meneliti novel dan film Laskar Pelangi terdapat perbedaan yang cukup penting. Ketika meneliti novel (media visual) terjadi kebebasan imajinasi, namun ketika meneliti film (media audio-visual) terjadi keterbatasan imajinasi. Hal ini terjadi karena sutradara berusaha untuk menampilkan film sesuai dengan keinginan penonton. Hasil penelitian menunjukkan adanya oposisi biner tokoh-tokoh guru pada novel dan film Laskar Pelangi yang didapat berdasarkan teori karakterisasi tokoh guru dan peranan guru. Dari oposisi biner tokoh-tokoh guru dalam novel dan film Laskar Pelangi, peneliti menemukan perbandingan representasi guru pada kedua media tersebut. Dalam hal ini, peneliti menemukan 6 data yang menunjukkan adanya perbandingan representasi guru dalam novel dan film Laskar Pelangi. Adapun keenam data perbandingan yang ditemukan ialah film lebih progresif daripada novel, film lebih realistis daripada novel yang dapat dilihat melalui cara pandang hidup dan cara penggunaan kekuasaan, pencapaian cita-cita menjadi tujuan pendidikan yang sama, nilai ujian sebagai indikator keberhasilan siswa yang sama, perbedaan sekolah guru negeri dengan sekolah swasta lebih kontras dalam film daripada novel, latar belakang pendidikan guru lebih dianggap penting dalam novel daripada film. Hasil penelitian ini dapat diimplikasikan bagi pembelajaran sastra di SMA. Novel dan film Laskar Pelangi sebagai media pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di SMA. Dengan menggunakan novel dan film Laskar Pelangi sebagai objek dalam pembelajaran sastra membuat guru dan siswa saling menghargai dan memahami satu sama lain sehingga tercipta interaksi edukatif yang kondusif. Selain itu, guru juga dapat mempunyai banyak referensi tentang cara mendidik dan mengajar yang baik. Kata kunci: Representasi guru, oposisi biner, novel dan film Laskar Pelangi, pembelajaran sastra di SMA.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Bahasa dan Kesusastraan > Bahasa Indonesia
Bahasa dan Kesusastraan > Kesusastraan > Sastra Indonesia
Divisions: FBS > S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Depositing User: putra putra putra
Date Deposited: 23 Oct 2019 11:39
Last Modified: 23 Oct 2019 11:39
URI: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/502

Actions (login required)

View Item View Item