PENGARUH PENAMBAHAN UNSUR TIMAH PUTIH (Sn) TERHADAP STRUKTUR MIKRO, KEKERASAN, DAN KETAHANAN KOROSI PADUAN KUNINGAN Cu-40Zn

FACHRUL ROZY, . (2025) PENGARUH PENAMBAHAN UNSUR TIMAH PUTIH (Sn) TERHADAP STRUKTUR MIKRO, KEKERASAN, DAN KETAHANAN KOROSI PADUAN KUNINGAN Cu-40Zn. Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.

[img] Text
FILE COVER.pdf

Download (2MB)
[img] Text
FILE BAB I.pdf

Download (245kB)
[img] Text
FILE BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (481kB) | Request a copy
[img] Text
FILE BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (979kB) | Request a copy
[img] Text
FILE BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text
FILE BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (234kB) | Request a copy
[img] Text
FILE DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (349kB)
[img] Text
FILE LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Kuningan merupakan salah satu jenis logam paduan yang terdiri dari campuran logam tembaga dan seng. Dalam penelitian ini, jenis kuningan yang digunakan adalah naval brass dengan kandungan Cu sebanyak 60 % dan Zn sebanyak 40 %. Naval brass memiliki kekuatan yang baik dan ketahanan korosi yang baik. Pengaplikasian dari naval brass biasanya digunakan dalam pembuatan peralatan kelautan seperti baling-baling kapal. Namun naval brass ini termasuk dalam paduan tembaga yang mudah bereaksi, terlarut, dan terkorosi dalam kondisi air laut. Korosi yang terjadi pada paduan kuningan dinamakan dezincifikasi. Dezincifikasi dapat dihindari dengan penambahan unsur, salah satu yang dapat digunakan yaitu unsur timah (Sn). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan unsur timah (Sn) terhadap struktur mikro, kekerasan, dan ketahanan korosi paduan kuningan Cu-40Zn. Untuk pembuatan sampel, dilakukan proses pengecoran dengan variasi penambahan unsur Sn, dimulai dari 0 wt. % Sn, 0,5 wt. % Sn, 1 wt. % Sn, dan 1,5 wt. % Sn. Setelah itu, hasil pengecoran akan dihomogenisasi pada temperatur 800 ℃ selama 2 jam. Setelah dihomogenisasi, sampel dipotong untuk beberapa pengujian, yaitu pengujian komposisi, pengamatan struktur mikro, pengujian kekerasan, dan pengujian korosi. Dari hasil penelitian yang dilakukan, penambahan unsur Sn dapat mempengaruhi struktur mikro, karena penambahan unsur Sn mendorong terbentuknya fasa β. Pada hasil pengujian kekerasan, didapatkan peningkatan nilai kekerasan seiring dengan penambahan unsur Sn yaitu 134,22 VHN, 151,64 VHN, dan 162,1 VHN. Maka dapat disimpulkan bahwa penambahan unsur Sn dapat meningkatkan nilai kekerasan paduan kuningan. Pada pengujian korosi, didapatkan nilai laju korosi sebesar 0,3354 mmpy, 0,1956 mmpy, dan 0,2362 mmpy seiring dengan penambahan unsur Sn. Maka dapat disimpulkan bahwa penambahan unsur Sn berpengaruh terhadap ketahanan korosi paduan kuningan. Kata Kunci : Paduan Kuningan, Sn, Struktur Mikro, Kekerasan, Laju Korosi ***** Brass is a type of alloy metal consisting of a mixture of copper and zinc metals. In this study, the type of brass used is naval brass with a Cu content of 60% and Zn of 40%. Naval brass has good strength and good corrosion resistance. The application of naval brass is usually used in the manufacture of marine equipment such as ship propellers. However, naval brass is included in the copper alloy that is easy to react, dissolve, and corrode in seawater conditions. Corrosion that occurs in brass alloys is called dezincification. Dezincification can be avoided by adding elements, one of which can be used is tin (Sn). This study was conducted to determine the effect of adding tin (Sn) on the microstructure, hardness, and corrosion resistance of Cu-40Zn brass alloys. For sample preparation, casting process was carried out with variations of Sn element addition, starting from 0 wt.% Sn, 0.5 wt.% Sn, 1 wt.% Sn, and 1.5 wt.% Sn. After that, the casting results will be homogenized at a temperature of 800 ℃ for 2 hours. After homogenization, the sample was cut for several tests, namely composition testing, microstructure observation, hardness testing, and corrosion testing. From the results of the research conducted, the addition of Sn elements can affect the microstructure, because the addition of Sn elements encourages the formation of the β phase. In the hardness test results, an increase in hardness value was obtained along with the addition of Sn elements, namely 134.22 VHN, 151.64 VHN, and 162.1 VHN. So it can be concluded that the addition of Sn elements can increase the hardness value of brass alloys. In the corrosion test, the corrosion rate values were obtained at 0.3354 mmpy, 0.1956 mmpy, and 0.2362 mmpy along with the addition of Sn elements. So it can be concluded that the addition of Sn elements affects the corrosion resistance of brass alloys. Keywords : Brass Metal, Sn, Microstructure, Hardness, Corrosion Rate

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1.) Dr. Imam Basori, M.T. 2.) Dr. Eng. Agung Premono, M.T.
Subjects: Teknologi dan Ilmu Terapan > Teknik Mesin, Mekanika Teknik
Teknologi dan Ilmu Terapan > Teknik Pertambangan, Metalurgi
Teknologi dan Ilmu Terapan > Manufaktur
Divisions: FT > S1 Teknik Mesin
Depositing User: Users 26027 not found.
Date Deposited: 05 Feb 2025 07:18
Last Modified: 05 Feb 2025 07:18
URI: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/52520

Actions (login required)

View Item View Item