ANALISA RISIKO BAHAYA DI LABORATORIUM FISIKA MATERIAL UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA DENGAN MENGGUNAKAN METODE HIRADC DAN BIAYA PENGENDALIAN BAHAYA DI LABORATORIUM

MUHAMMAD NAUFAL FARRAS, . (2025) ANALISA RISIKO BAHAYA DI LABORATORIUM FISIKA MATERIAL UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA DENGAN MENGGUNAKAN METODE HIRADC DAN BIAYA PENGENDALIAN BAHAYA DI LABORATORIUM. Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.

[img] Text
Cover.pdf

Download (1MB)
[img] Text
Bab 1.pdf

Download (145kB)
[img] Text
Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (254kB) | Request a copy
[img] Text
Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (660kB) | Request a copy
[img] Text
Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (882kB) | Request a copy
[img] Text
Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (206kB) | Request a copy
[img] Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (258kB)
[img] Text
Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Berdasarkan kejadian yang dilaporkan oleh (Budi Sam Law Malau, 2023) dan (Isnaeni, 2015) tentang terjadinya kasus kecelakaan kerja yang terjadi pada laboratorium UI pada tahun 2015 dan laboratorium IPB pada tahun 2023 Maka perlu dilakukan analisis risiko kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan kerja di laboratorium fisika material Universitas Negeri Jakarta dengan mengidentifikasi potensi bahaya, menganalisis risiko, dan mengembangkan langkah pengendalian menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC). Selain itu, penelitian ini juga menghitung biaya pengendalian untuk meminimalkan dampak kecelakaan kerja. Pembahasan penelitian yang difokuskan pada tiga area utama yang berisiko tinggi yaitu: Machine Hydraulic Compact, Furnace Nabertherm, dan bahan kimia berbahaya seperti HCL dan NaOH. Hasil Penelitian ini mengidentifikasi total 19 proses atau potensi bahaya yang ditemukan pada ketiga area tersebut. Dari jumlah tersebut, sebanyak 6 risiko berada dalam kategori "moderate" (risiko sedang yang membutuhkan pengendalian tambahan), 13 risiko tergolong "acceptable" (dapat diterima dengan pengawasan), dan 0 risiko berada dalam kategori "trivial" (sangat kecil). Risiko tertinggi berasal dari terjepit mesin dan kegagalan sistem hidrolik, luka bakar akibat panas ekstrem, dan paparan bahan kimia seperti HCL dan NaOH. Biaya penanganan akibat kecelakaan kerja menunjukkan bahwa penanganan cedera akibat kegagalan sistem hydraulic memerlukan biaya tertinggi sekitar RP460.000, sampai Rp470.000, sedangkan biaya risiko dengan biaya terendah berasal dari luka ringan akibat terkena serpihan material. memerlukan biaya terendah sebesar Rp110.000. Kata kunci : HIRADC, Analisa risiko, Penilaian Risiko, Biaya pengendalian ***** Based on the incidents reported by (Budi Sam Law Malau, 2023) and (Isnaeni, 2015) regarding the occurrence of work accident cases that occurred in the UI laboratory in 2015 and the IPB laboratory in 2023, it is necessary to conduct a work accident risk analysis. This study aims to improve work safety in the material physics laboratory of the State University of Jakarta by identifying potential hazards, analyzing risks, and developing control measures using the Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC) method. In addition, this study also calculates control costs to minimize the impact of work accidents. The discussion of the research focused on three main areas of high risk, namely: Machine Hydraulic Compact, Furnace Nabertherm, and hazardous chemicals such as HCL and NaOH. The results of this study identified a total of 19 processes or potential hazards found in the three areas. Of these, 6 risks are in the "moderate" category (moderate risks that require additional control), 13 risks are classified as "acceptable" (acceptable with supervision), and 0 risks are in the "trivial" category (very small). The highest risks come from being trapped in machines and hydraulic system failures, burns due to extreme heat, and exposure to chemicals such as HCL and NaOH. The cost of handling work accidents shows that handling injuries due to hydraulic system failures requires the highest cost of around IDR460,000 to IDR470,000, while the cost of the risk with the lowest cost comes from minor injuries due to being hit by material debris. requires the lowest cost of IDR110,000.* Keyword: HIRADC, Risk analysis, Risk assessment, Control cost

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1). Pratomo Setyadi, S.T., M.T. ; 2). Nugroho Gama Yoga, S.T., M.T.
Subjects: Teknologi dan Ilmu Terapan > Konstruksi Bangunan
Teknologi dan Ilmu Terapan > Teknik Mesin, Mekanika Teknik
Divisions: FT > S1 Rekayasa Keselamatan Kebakaran
Depositing User: Users 26292 not found.
Date Deposited: 17 Feb 2025 02:03
Last Modified: 17 Feb 2025 02:03
URI: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/52884

Actions (login required)

View Item View Item