RAHMAT MIFTAHUL RANGKUTI, . (2025) PEMANFAATAN LIMBAH ABU AMPAS TEBU SEBAGAI BAHAN PENGGANTI SEBAGIAN SEMEN PADA PRODUK PAVING BLOCK. Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.
![]() |
Text
cover.pdf Download (984kB) |
![]() |
Text
Bab 1.pdf Download (194kB) |
![]() |
Text
Bab 2.pdf Restricted to Registered users only Download (562kB) | Request a copy |
![]() |
Text
Bab 3.pdf Restricted to Registered users only Download (716kB) | Request a copy |
![]() |
Text
Bab 4.pdf Restricted to Registered users only Download (916kB) | Request a copy |
![]() |
Text
Bab 5.pdf Restricted to Registered users only Download (60kB) | Request a copy |
![]() |
Text
Daftar Pustaka.pdf Download (135kB) |
![]() |
Text
Lampiran.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Rahmat Miftahul Rangkuti, Erna Septiandini, Adhi Purnomo (2024). “Pemanfaatan Limbah Abu Ampas Tebu Sebagai Bahan Pengganti Sebagian Semen Pada Produk Paving block”. Skripsi. Jakarta: Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan Gedung. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Jakarta. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan limbah abu ampas tebu sebagai bahan pengganti sebagian semen dalam pembuatan paving block dengan variasi 0%, 12%, 14%, dan 16% dari berat semen. Limbah abu ampas tebu diperoleh dari pabrik gula PT. Rejoso Manis Indo di Binangun, Blitar, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan perbandingan semen:pasir:fas yaitu 1:4:0,35. Penelitian ini mengacu pada SNI 03-0691-1996 tentang paving block dengan menggunakan benda uji dengan ukuran 21 cm x 10,5 cm x 8 cm. Waktu perawatan benda uji dilakukan selama 28 hari. Hasil kuat tekan pada variasi 0% (kontrol), sebesar 21,76 MPa (mutu B). Sementara itu, variasi 12%, 14%, dan 16% memiliki kuat tekan sebesar 17,68 MPa, 18,61 MPa, dan 18,06 MPa, yang diklasifikasikan ke dalam mutu C. Penyerapan air pada variasi 0% mencapai 7,60% (mutu C), sedangkan pada variasi 12% dan 14%, sebesar 5,40% dan 6% (mutu B). Ketahanan aus terbaik terdapat pada variasi 16% sebesar 0,089 mm/menit, (mutu A). Variasi 12% dan 14% masuk mutu B, sedangkan variasi 0% memiliki ketahanan aus 0,1577 mm/menit, (mutu C). Paving block dengan abu ampas tebu tahan terhadap natrium sulfat. Hasil pengujian agregat halus menunjukkan kadar air sebesar 3,08%, kadar lumpur 3,43%, modulus halus butiran 2,59%, berat jenis 2,35 gr/cm³, serta penyerapan air 2,52%. Berat jenis abu ampas tebu adalah 2,63 gr/ml. Penggunaan abu ampas tebu sebagai bahan pengganti sebagian semen dalam pembuatan paving block dengan variasi 12%, 14% dan 16% memenuhi standar mutu C berdasarkan SNI 03-0691-1996. Kata Kunci: Paving block, Abu Ampas Tebu, Kuat Tekan, Ketahanan Aus, Penyerapan Air, ketahanan terhadap natrium sulfat. ***** Rahmat Miftahul Rangkuti, Erna Septiandini, Adhi Purnomo. (2024). “Utilization of Sugarcane Bagasse Ash Waste as a Partial Cement Replacement Material in Paving block Products”. Thesis. Jakarta: Bachelor of Applied Building Construction Engineering Technology Study Program. Faculty of Engineering. State University of Jakarta. This research aims to utilize bagasse ash waste as a partial replacement material for cement in making paving blocks with variations of 0%, 12%, 14%, and 16% by weight of cement. The bagasse ash waste was obtained from the sugar factory of PT Rejoso Manis Indo in Binangun, Blitar, East Java. This research used a cement:sand:fas ratio of 1:4:0.35. This research refers to SNI 03-0691-1996 on paving blocks using test specimens with a size of 21 cm x 10.5 cm x 8 cm. The treatment time of the test specimens was carried out for 28 days. The compressive strength results in the 0% variation (control), amounted to 21.76 MPa (quality B). Meanwhile, the 12%, 14%, and 16% variations have compressive strengths of 17.68 MPa, 18.61 MPa, and 18.06 MPa, which are classified into quality C. Water absorption in the 0% variation reaches 7.60% (quality C), while in the 12% and 14% variations, it is 5.40% and 6% (quality B). The best wear resistance is found in the 16% variation at 0.089 mm/min, (quality A). The 12% and 14% variations are in quality B, while the 0% variation has a wear resistance of 0.1577 mm/min, (quality C). Paving blocks with bagasse ash are resistant to sodium sulfate. The test results of fine aggregates showed moisture content of 3.08%, mud content of 3.43%, fine grain modulus of 2.59%, specific gravity of 2.35 gr/cm³, and water absorption of 2.52%. The specific gravity of bagasse ash was 2.63 gr/ml. The use of bagasse ash as a partial substitute for cement in the manufacture of paving blocks with variations of 12%, 14% and 16% meets quality standard C based on SNI 03-0691-1996. Keywords: Paving block, bagasse ash, compressive strength, wear resistance, water absorption, resistance to sodium sulfate.
Item Type: | Thesis (Sarjana) |
---|---|
Additional Information: | 1). Ir. Erna Septiandini, M.T. ; 2). Adhi Purnomo, M.T. |
Subjects: | Teknologi dan Ilmu Terapan > Teknik Sipil Teknologi dan Ilmu Terapan > Konstruksi Bangunan |
Divisions: | FT > D IV Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan Gedung |
Depositing User: | Users 26638 not found. |
Date Deposited: | 04 Mar 2025 03:16 |
Last Modified: | 04 Mar 2025 03:16 |
URI: | http://repository.unj.ac.id/id/eprint/54372 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |