LINTANG TIRTAPAWITA, . (2025) MANAJEMEN KOMUNIKASI DALAM PERNIKAHAN JARAK JAUH PADA ISTRI PERWIRA TNI AL. Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.
|
Text
COVER.pdf.pdf Download (949kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf.pdf Download (450kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf.pdf Restricted to Registered users only Download (383kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 3.pdf.pdf Restricted to Registered users only Download (451kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 4.pdf.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 5.pdf.pdf Restricted to Registered users only Download (197kB) | Request a copy |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf.pdf Download (216kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Pernikahan jarak jauh (long distance marriage) yang dijalani oleh istri perwira TNI Angkatan Laut menghadirkan tantangan dalam menjaga keintiman dan kepercayaan. Kondisi dinas yang menuntut suami berlayar dalam waktu lama membuat komunikasi menjadi aspek krusial dalam mempertahankan keharmonisan hubungan. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya memahami bagaimana komunikasi interpersonal dijalankan dalam konteks militer yang penuh keterbatasan. Penelitian ini menggunakan teori Coordinated Management of Meaning (CMM) untuk menguraikan bagaimana istri perwira mengartikan pengalaman, membangun kesepahaman, serta menyesuaikan pola komunikasi mereka terhadap situasi jarak dan waktu. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap empat informan, yaitu istri perwira TNI AL yang menjalani pernikahan jarak jauh, serta dilengkapi observasi dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan menggali tema tema utama terkait makna komunikasi, bentuk tindakan, pola koordinasi, serta kisah personal yang membentuk cara mereka mempertahankan relasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istri perwira TNI AL mampu membangun komunikasi yang efektif dalam pernikahan jarak jauh melalui pengalaman sehari-hari. Mereka menyusun aturan bersama, menjaga koordinasi, meskipun pemahaman tidak selalu sejalan, serta membentuk narasi positif untuk mengelola emosi dan memperkuat hubungan. Kisah kisah yang mereka bangun menjadi sarana untuk mengatasi ketegangan, menyusun ulang persepsi, dan memperkuat ketahanan emosional. Proses ini menunjukkan bahwa komunikasi bukan hanya menjadi media utama, tetapi juga pendorong yang memungkinkan pasangan pernikahan jarak jauh untuk beradaptasi dan menumbuhkan harapan positif dalam kehidupan rumah tangga. Mempertahankan pernikahan jarak jauh dengan menjadikan komunikasi sebagai fondasi utama yang diwujudkan lewat keterbukaan, pemberian kabar, dan penghargaan terhadap kondisi pasangan. Dengan demikian, komunikasi dalam pernikahan jarak jauh bukan sekadar pertukaran pesan, tetapi juga proses membangun makna, menyelaraskan tindakan, serta menciptakan koordinasi yang menopang keberlangsungan relasi, keseimbangan psikologis, dan menciptakan pengalaman positif yang selaras dengan nilai keluarga dan tuntutan institusi. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa komunikasi menjadi fondasi utama dalam keberlangsungan pernikahan jarak jauh pada istri perwira TNI AL. Pengelolaan makna melalui penyusunan aturan bersama, koordinasi tindakan, serta pembentukan kisah positif memungkinkan pasangan tetap menjaga kedekatan emosional meskipun terpisah jarak dan waktu. Komunikasi tidak hanya berfungsi sebagai sarana pertukaran informasi, tetapi juga sebagai proses membangun realitas hubungan, menyeimbangkan kondisi psikologis, serta mempertahankan keharmonisan rumah tangga di tengah tuntutan institusi militer. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi studi lanjutan serta menjadi dasar bagi pengembangan dukungan sosial dan program pendampingan bagi keluarga perwira. Kata Kunci: Komunikasi, Pernikahan Jarak Jauh, Istri Perwira ***** Long-distance marriage experienced by the wives of Indonesian Navy officers presents significant challenges in maintaining intimacy and trust. The husbands’ duty to sail for extended periods makes communication a crucial aspect of sustaining relationship harmony. This research stems from the importance of understanding how interpersonal communication operates within the constrained context of military life. The study employs the Coordinated Management of Meaning (CMM) theory to explain how the wives interpret experiences, build mutual understanding, and adapt their communication patterns to the realities of distance and time. This study uses a qualitative case study approach. Data were collected through in-depth interviews with four informant wives of Navy officers living in long-distance marriages supported by observation and documentation. The analysis explored key themes related to communicative meaning, forms of action, coordination patterns, and personal narratives that shape how they maintain their relationships. The findings of this study indicate that the wives of Indonesian Naval Officers are able to establish effective communication in long-distance marriages through their daily experiences. They develop shared rules, maintain coordination even when their understandings are not always aligned, and construct positive narratives to manageemotions and strengthen their relationships. These narratives serve as means to ease tension, reshape perceptions, and reinforce emotional resilience. This process demonstrates that communication is not merely a medium, but also a driving force that enables long-distance couples to adapt and sustain positive expectations within their household life. Sustaining a long-distance marriage requires positioning communication as the primary foundation, reflected through openness, regular updates, and mutual appreciation of each partner’s circumstances. Thus, communication in long-distance marriage is not only an exchange of messages, but also a process of constructing meaning, aligning actions, and creating coordination that supports relational continuity, psychological balance, and positive shared experiences in accordance with family values and institutional demands. In conclusion, communication becomes the essential foundation for the continuity of long-distance marriages among the wives of Indonesian Naval Officers. The management of meaning through shared rules, coordinated actions, and positive storytelling enables couples to maintain emotional closeness despite physical distance. Communication functions not only as an information channel, but also as a process of constructing relational reality, balancing emotional well-being, and preserving marital harmony amidst the demands of a military institution. These findings are expected to serve as a reference for future studies and as a basis for developing social support and assistance programs for officer families. Keywords: Communication, Long-Distance Marriage, Officers’ Wives
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Additional Information: | 1). Dr. M. Fikri Akbar, M.Si. ; 2). Dr. Maulina Larasati Putri, M.I.Kom. |
| Subjects: | Ilmu Sosial > Komunikasi |
| Divisions: | FIS > S1 Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | Lintang Tirtapawita . |
| Date Deposited: | 05 Jan 2026 04:28 |
| Last Modified: | 05 Jan 2026 04:37 |
| URI: | http://repository.unj.ac.id/id/eprint/62925 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
