ANALISIS KESEPADANAN PENERJEMAHAN IDIOM MANGA “BARAKAMON” VOLUME 1-5 KARYA SATSUKI YOSHINO HASIL TERJEMAHAN ELEX MEDIA KOMPUTINDO

SABITA SYIFA AZ ZAHRAH, . (2025) ANALISIS KESEPADANAN PENERJEMAHAN IDIOM MANGA “BARAKAMON” VOLUME 1-5 KARYA SATSUKI YOSHINO HASIL TERJEMAHAN ELEX MEDIA KOMPUTINDO. Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.

[img] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (302kB)

Abstract

Penelitian yang berjudul “Analisis Kesepadanan Idiom dalam Manga “Barakamon” volume 1-5” ini bertujuan untuk mengetahui idiom yang ada di dalam manga “Barakamon” serta menganalisis kesepadanannya. Kajian ini mengklasifikasikan idiom berdasarkan teori Abdul Chaer (2007) dalam Linguistik Umum ke dalam tiga kategori keeratan makna: idiom penuh, idiom sebagian, dan idiom bebas. Selanjutnya, kesepadanan terjemahan dianalisis menggunakan teori kesepadanan dari Mona Baker (2011) dalam In Other Words: A Coursebook on Translation, yang mencakup kesepadanan pada tingkat kata (word level), di atas kata (above word level), gramatikal, tekstual, dan pragmatik. Selain itu, penelitian ini juga menerapkan klasifikasi kesepadanan formal dan dinamis menurut Eugene Nida dan Charles Taber (1982) dalam The Theory and Practice of Translation untuk menilai pendekatan penerjemahan yang digunakan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Sumber data berupa tuturan dalam manga Barakamon volume 1–5 dalam versi bahasa Jepang dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Data dikumpulkan dengan teknik studi pustaka, dengan kriteria idiom yang dapat diidentifikasi berdasarkan referensi silang dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan kamus daring Jepang Weblio.jp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 47 data idiom yang dianalisis, ditemukan 28 idiom sebagian, 16 idiom penuh, dan 3 idiom bebas. Dari segi kesepadanan menurut Mona Baker, kesepadanan pragmatik paling dominan (28 data), diikuti kesepadanan above word level (18 data), kesepadanan gramatikal (17 data), kesepadanan tekstual (9 data), dan kesepadanan word level (0 data). Berdasarkan teori Nida dan Taber (1982), sebagian besar terjemahan menggunakan kesepadanan dinamis (42 data) dan hanya sebagian kecil menggunakan kesepadanan formal (5 data). Hal ini mencerminkan kecenderungan penerjemah dalam mengedepankan pemahaman dan kesesuaian makna dalam konteks budaya bahasa sasaran. ***** This study aims to analyze the forms of idioms and their translation equivalence from Japanese into Indonesian in the manga Barakamon volumes 1 to 5. The idioms are classified based on Abdul Chaer’s (2007) theory in Linguistik Umum, which categorizes idioms into three types based on semantic tightness: full idioms, partial idioms, and free idioms. The translation equivalence is examined using Mona Baker’s (2011) theoretical framework from In Other Words: A Coursebook on Translation, which includes word-level equivalence, above word-level equivalence, grammatical equivalence, textual equivalence, and pragmatic equivalence. Furthermore, the equivalence types are also analyzed using Eugene Nida and Charles Taber (1982)’s theory in The Theory and Practice of Translation, focusing on formal and dynamic equivalence. This research employs a qualitative descriptive method with a content analysis approach. The data sources consist of dialogues in the Japanese and Indonesian versions of Barakamon volumes 1–5. Data were collected using library research based on the criterion of identifying idiomatic expressions, supported by references from the Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) and the Japanese online dictionary Weblio.jp. The analysis of 47 idiomatic expressions reveals 28 partial idioms, 16 full idioms, and 3 free idioms. In terms of Mona Baker’s equivalence categories, pragmatic equivalence was the most dominant (28 data), followed by above word level equivalence (18 data), grammatical equivalence (17 data), textual equivalence (9 data), and word-level equivalence (0 data). According to Nida and Taber (1982)’s classification, most translations use dynamic equivalence (42 data), while only 5 employ formal equivalence. These findings indicate the translator’s tendency to prioritize cultural and contextual adaptation in the target language to ensure naturalness and comprehensibility for the reader.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1. Muhammad Ali Hamdi, M.Pd. 2. Dra. Yuniarsih, M.Hum., M.Ed.
Subjects: Bahasa dan Kesusastraan > Linguistik
Bahasa dan Kesusastraan > Bahasa Jepang
Divisions: FBS > S1 Pendidikan Bahasa Jepang
Depositing User: Sabita Syifa Az Zahrah .
Date Deposited: 05 Jan 2026 08:32
Last Modified: 05 Jan 2026 08:32
URI: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/62933

Actions (login required)

View Item View Item