YOHANA FRANSISKA MELSASAIL, . (2026) KEADABAN PENUMPANG DAN GOVERNMENTALITY PADA BANGKU PRIORITAS KRL RUTE BOGOR-MANGGARAI. Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.
|
Text
COVER.pdf Download (980kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (686kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (776kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (522kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (361kB) | Request a copy |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (437kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN DAN BIODATA PENULIS.pdf Restricted to Registered users only Download (879kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini disusun dengan tujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk keadaban penumpang melalui mekanisme governmentality dalam penggunaan bangku prioritas pada KRL rute Bogor–Manggarai. Penelitian ini secara khusus ditempatkan dalam kajian sosiologi perkotaan, dengan fokus pada bagaimana aturan, norma, dan praktik pengawasan sosial di ruang publik perkotaan membentuk perilaku penumpang dalam menggunakan fasilitas bangku prioritas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang berlokasi pada jalur KRL Bogor–Manggarai. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, serta dokumentasi terkait fenomena penggunaan bangku prioritas. Informan dalam penelitian ini berjumlah sembilan orang, yang terdiri dari delapan orang penumpang KRL dan satu orang pengamat kereta (railfans) sebagai triangulasi. Informan dipilih berdasarkan kriteria penumpang yang rutin menggunakan KRL rute Bogor–Manggarai dan memiliki pengalaman langsung terkait penggunaan bangku prioritas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik keadaban penumpang dalam penggunaan bangku prioritas pada KRL rute Bogor–Manggarai terbentuk melalui kombinasi antara regulasi formal dan norma sosial. Penumpang cenderung menunjukkan kepatuhan ketika terdapat pengawasan langsung dari petugas, namun pada situasi yang lebih longgar masih ditemukan ambiguitas dalam penerapan etika penggunaan bangku prioritas. Simbol-simbol visual seperti stiker prioritas dan pengumuman rutin terbukti berperan sebagai teknologi governmentality Michel Foucault yang menuntun penumpang untuk menilai kembali posisi dan tindakan mereka di ruang publik. Praktik saling menegur antarpenumpang juga muncul sebagai bentuk pengawasan horizontal yang turut memperkuat disiplin kolektif. Temuan ini sejalan dengan pandangan Richard Sennett bahwa keadaban tercermin dari kemampuan individu menahan kepentingan pribadi dan bersikap pantas terhadap orang lain yang tidak saling mengenal di ruang publik. Dengan demikian, keadaban tidak hanya lahir dari aturan resmi, tetapi juga dari proses internalisasi norma yang terbentuk melalui interaksi sehari-hari di dalam KRL sebagai ruang publik perkotaan. ***** This study was conducted to analyze forms of civility among public transportation passengers through the mechanism of governmentality in the use of priority seats on the Bogor–Manggarai KRL route. The research is situated within the field of urban sociology, focusing on how rules, norms, and practices of social surveillance in urban public spaces shape passengers’ behavior in using priority seating facilities. The study employs a qualitative approach and was conducted along the Bogor–Manggarai KRL line. Data collection techniques included direct observation, in-depth interviews, and documentation related to the phenomenon of priority seat usage. The informants in this study consisted of nine individuals, comprising eight KRL passengers and one train observer (railfan). Informants were selected based on the criteria of passengers who regularly use the Bogor–Manggarai KRL route and have direct experience with the use of priority seats. The findings indicate that practices of passenger civility in the use of priority seats on the Bogor–Manggarai KRL route are formed through a combination of formal regulations and social norms. Passengers tend to demonstrate compliance when direct supervision by officers is present; however, in more relaxed situations, ambiguity in the ethical application of priority seat usage remains evident. Visual symbols such as priority seat stickers and routine announcements function as technologies of governmentality in Michel Foucault’s sense, guiding passengers to reassess their position and actions within public space. Acts of mutual reprimand among passengers also emerge as a form of horizontal surveillance that reinforces collective discipline. These findings align with Richard Sennett’s perspective that civility is reflected in individuals’ ability to restrain personal interests and behave appropriately toward strangers in public spaces. Thus, civility arises not only from formal regulations but also from the internalization of norms formed through everyday interactions within the KRL as an urban public space.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Additional Information: | 1). Dr. Yuanita Aprilandini Siregar, M.Si; 2). Prof. Dr. Robertus Robet, M.A. |
| Subjects: | Ilmu Sosial > Ilmu Sosial (Umum) Ilmu Sosial > Transportasi Ilmu Sosial > Sosiologi |
| Divisions: | FIS > S1 Sosiologi |
| Depositing User: | YOHANA FRANSISKA MELSASAIL . |
| Date Deposited: | 05 Feb 2026 08:11 |
| Last Modified: | 05 Feb 2026 08:11 |
| URI: | http://repository.unj.ac.id/id/eprint/64892 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
