PERAN KADER KELOMPOK WANITA TANI TRI PUSPASARI DALAM PELAKSANAAN PROGRAM BUDIDAYA BAYAM BRAZIL DI KELURAHAN ULUJAMI, JAKARTA SELATAN

ALMANDA PUTRI SALSABILLA, . (2026) PERAN KADER KELOMPOK WANITA TANI TRI PUSPASARI DALAM PELAKSANAAN PROGRAM BUDIDAYA BAYAM BRAZIL DI KELURAHAN ULUJAMI, JAKARTA SELATAN. Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.

[img] Text
COVER.pdf

Download (543kB)
[img] Text
BAB 1.pdf

Download (155kB)
[img] Text
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (206kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (153kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (454kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (86kB) | Request a copy
[img] Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (210kB)
[img] Text
Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (616kB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini membahas peran kader Kelompok Wanita Tani (KWT) Tri Puspasari dalam pelaksanaan program budidaya bayam Brazil di Kelurahan Ulujami, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kader dalam pelaksanaan program serta mendeskripsikan dampak program terhadap anggota, khususnya ibu rumah tangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposif, meliputi ketua, kader, dan anggota KWT Tri Puspasari. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kader KWT Tri Puspasari menjalankan empat peran dalam pelaksanaan program budidaya bayam Brazil, yaitu peran fasilitatif, edukasi, representasional, dan teknis. Peran fasilitatif menjadi peran yang paling menonjol karena terlihat sejak tahap awal hingga pelaksanaan kegiatan, seperti mengajak anggota, memberikan dukungan, membuka ruang diskusi, menyediakan fasilitas, mendampingi anggota, serta memanfaatkan sumber daya lokal. Peran edukasi juga terlihat menonjol dalam memperkuat proses pembelajaran anggota melalui sosialisasi, penyampaian informasi, pelatihan, praktik langsung, diskusi, dan pendampingan. Selanjutnya, peran representasional berperan sebagai pendukung keberlanjutan program melalui upaya menjalin kerja sama dengan pihak luar, memperoleh dukungan sumber daya, serta memperluas jaringan kelompok. Sementara itu, peran teknis menjadi peran yang kurang menonjol dibandingkan peran lainnya karena pelaksanaannya masih bersifat sederhana, terutama dalam pengelolaan administrasi, pencatatan kegiatan, dokumentasi, evaluasi, pengelolaan keuangan, dan pemanfaatan teknologi sederhana. Program budidaya bayam Brazil memberikan dampak bagi anggota KWT Tri Puspasari. Dampak yang paling menonjol adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota dalam budidaya tanaman, pengolahan hasil panen, dan pemasaran produk. Selain itu, program ini juga membuka ruang bagi kegiatan produktif, peluang tambahan pendapatan, penguatan hubungan sosial antaranggota, serta peningkatan kepedulian terhadap lingkungan. Dengan demikian, program budidaya bayam Brazil tidak hanya menjadi kegiatan pertanian perkotaan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran dan pengembangan kapasitas ibu rumah tangga berbasis komunitas. Kata kunci: bayam Brazil, Kelompok Wanita Tani, pendidikan masyarakat, pengembangan masyarakat, peran kader. ***** This study discusses the role of cadres of the Tri Puspasari Women Farmer Group (KWT) in the implementation of the Brazilian spinach cultivation program in Ulujami Village, Pesanggrahan District, South Jakarta. This study aims to analyze the role of cadres in the implementation of the program and describe the impact of the program on members, especially housewives. This research uses a qualitative approach with a case study type of research. Data was obtained through observation, in-depth interviews, and documentation. The informants were selected purposively, including the chairman, cadres, and members of KWT Tri Puspasari. Data analysis is carried out through the stages of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The validity of the data is strengthened through source triangulation and triangulation techniques. The results of the study show that KWT Tri Puspasari cadres carry out four roles in the implementation of the Brazilian spinach cultivation program, namely facilitative, educational, representational, and technical roles. The facilitative role is the most prominent role because it can be seen from the initial stage to the implementation of activities, such as inviting members, providing support, opening discussion rooms, providing facilities, accompanying members, and utilizing local resources. The role of education is also prominent in strengthening the learning process of members through socialization, information delivery, training, hands-on practice, discussion, and mentoring. Furthermore, the representational role plays a role in supporting the sustainability of the program through efforts to establish cooperation with external parties, obtain resource support, and expand the group's network. Meanwhile, the technical role is less prominent than other roles because its implementation is still simple, especially in administrative management, recording activities, documentation, evaluation, financial management, and the use of simple technology. The Brazilian spinach cultivation program has an impact on KWT Tri Puspasari members. The most prominent impact is the increase in members' knowledge and skills in crop cultivation, crop processing, and product marketing. In addition, this program also opens up space for productive activities, additional income opportunities, strengthening social relations between members, and increasing concern for the environment. Thus, Brazil's spinach cultivation program has not only become an urban farming activity, but also a space for community-based housewife learning and capacity building. Keywords: Brazilian spinach, Farmer Women Group, community education, community development, role of cadres.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1). Dr. Adi Irvansyah, M.Pd. ; 2). Nararia Hutama Putra, M.Pd.
Subjects: Pendidikan > Teori, Penelitian Pendidikan
Divisions: FIP > S1 Pendidikan Masyarakat
Depositing User: Almanda Putri Salsabilla .
Date Deposited: 22 Jul 2026 03:54
Last Modified: 22 Jul 2026 03:54
URI: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/66892

Actions (login required)

View Item View Item