KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT TRANSMIGRAN JAWA DI KECAMATAN BUAY MADANG, KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR, SUMATERA SELATAN 1953-1960

NANI WIDYANDARI, . (2026) KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT TRANSMIGRAN JAWA DI KECAMATAN BUAY MADANG, KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR, SUMATERA SELATAN 1953-1960. Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.

[img] Text
COVER .pdf

Download (2MB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (278kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (402kB) | Request a copy
[img] Text
BAB IV Kesimpulan .pdf
Restricted to Registered users only

Download (200kB) | Request a copy
[img] Text
File Daftar Pustaka.pdf

Download (265kB)
[img] Text
File Lampiran dan Daftar Riwayat Hidup.pdf
Restricted to Registered users only

Download (452kB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini membahas kehidupan sosial masyarakat transmigran Jawa di Kecamatan Buay Madang, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan pada periode 1953-1960. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kebijakan pemerintah Indonesia pada masa awal kemerdekaan yang melaksanakan program transmigrasi sebagai upaya mengurangi kepadatan penduduk di Pulau Jawa sekaligus membuka wilayah baru di luar Jawa. Kedatangan transmigran Jawa ke Buay Madang pada periode tersebut membawa perubahan penting dalam struktur kehidupan sosial masyarakat setempat, baik dalam aspek interaksi sosial, pola permukiman, maupun adaptasi budaya. Penelitian ini menggunakan metode historis yang terdiri dari heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber-sumber yang digunakan meliputi arsip, buku-buku terkait transmigrasi, serta wawancara dengan informan yang mengetahui sejarah perkembangan wilayah tersebut. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan menekankan pada proses sosial yang terjadi antara masyarakat transmigran Jawa dan masyarakat lokal Komering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehidupan sosial masyarakat transmigran Jawa di Buay Madang pada tahun 1953-1960 ditandai oleh proses adaptasi dan integrasi sosial yang bertahap. Masyarakat transmigran membawa sistem sosial seperti gotong royong, pola pertanian, serta tradisi budaya Jawa yang kemudian berinteraksi dengan masyarakat lokal. Proses interaksi tersebut menghasilkan bentuk hubungan sosial yang dinamis, mulai dari kerja sama hingga pembentukan komunitas baru di wilayah transmigrasi. Dengan demikian, transmigrasi tidak hanya menjadi kebijakan kependudukan, tetapi juga proses transformasi sosial di wilayah Ogan Komering Ulu Timur. Kata Kunci: Adaptasi Budaya, Kehidupan sosial, Ogan Komering Ulu Timu, Perubahan sosial, Transmigrasi.***** This study examines the social life of Javanese transmigrant communities in Buay Madang District, Ogan Komering Ulu Timur Regency, South Sumatra, during the period of 1953-1960. The background of this research is based on the Indonesian government's transmigration policy in the early post-independence era, which aimed to reduce population pressure in Java while simultaneously developing less populated regions outside Java. The arrival of Javanese transmigrants in Buay Madang during this period brought significant changes to the local social structure, particularly in terms of social interaction, settlement patterns, and cultural adaptation. This research employs the historical method, consisting of heuristic, source criticism, interpretation, and historiography. The sources used include archival documents, relevant literature on transmigration, and oral interviews with local informants who possess knowledge of the historical development of the area. The data are analyzed qualitatively, focusing on the social processes occurring between Javanese transmigrants and the indigenous Komering community. The findings show that the social life of Javanese transmigrants in Buay Madang during 1953-1960 was characterized by gradual processes of adaptation and social integration. The transmigrants brought social systems such as mutual cooperation (gotong royong), agricultural practices, and Javanese cultural traditions, which interacted dynamically with local customs. This interaction resulted in diverse forms of social relations, ranging from cooperation to the formation of new social communities in the transmigration area. Thus, transmigration functioned not only as a population policy but also as a process of social transformation in Ogan Komering Ulu Timur. Keywords: Cultural adaptation, Social life, East Ogan Komering Ulu, Social Change, Transmigration.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1). Humaidi, M.Hum. ; 2). Dr. Djunaidi, M.Hum.
Subjects: Sejarah Dunia > Sejarah (Umum)
Geografi, Antropologi > Budaya, Adat Istiadat
Divisions: FIS > S1 Pendidikan Sejarah
Depositing User: Nani Widyandari .
Date Deposited: 23 Jul 2026 08:30
Last Modified: 23 Jul 2026 08:30
URI: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/67068

Actions (login required)

View Item View Item