YUNIARSIH, . (2026) PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBICARA BAHASA JEPANG MELALUI PROJECT-BASED LEARNING BERBASIS PEMAHAMAN LINTAS BUDAYA. Doktor thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.
|
Text
COVER.pdf Download (523kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Bahasa Jepang memiliki karakteristik yang sangat unik, terutama dalam struktur kalimat dan sistem penulisan yang menjadikannya sangat berbeda dari bahasa-bahasa lain di dunia. Selain itu, terdapat beberapa konsep budaya yang salah satunya adalah uchi-soto (kelompok dalam & kelompok luar). Dalam konsep uchi-soto pada budaya Jepang menekankan perbedaan bahasa yang digunakan terhadap orang dalam (uchi) dan orang luar (soto), baik dari segi kosakata maupun ekspresi yang digunakan. Kurangnya integrasi aspek budaya dalam pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Jepang menyebabkan konsep budaya Jepang seperti uchi-soto masih kurang dipahami oleh sebagian besar pembelajar. Akibat kurangnya pembelajaran budaya ini maka bisa menimbulkan kesulitan dalam berkomunikasi, culture shock, kesalahpahaman, ketidaksopanan, dan bahkan kesulitan dalam pemahaman lintas budaya. Oleh karena itu, integrasi budaya dalam pembelajaran bahasa Jepang merupakan upaya yang penting untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Jepang. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran berbicara tingkat dasar melalui project-based learning berbasis pemahaman lintas budaya (Model DRAMA). Model pembelajaran ini mencakup lima tahapan, yaitu Diskusi Pemantik Interkultural, Riset Penyelidikan Budaya, Aktivitas Perancangan Proyek, Menampilkan Komunikasi, dan Asesmen dan Refleksi Lintas Budaya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan (research and development) model Dick & Carey yang dimulai dengan mengidentifikasi kebutuhan, dan diakhiri dengan menganalisis efektivitas penerapan model pembelajaran berbicara. Sampel penelitian sebanyak 20 mahasiswa yang mengambil mata kuliah Kaiwa II. Hasil kuantitatif uji efektivitas menunjukkan bahwa nilai t-hitung = 12,99, yang lebih besar dibandingkan t-tabel 2.093. Selain itu, nilai N-Gain menunjukkan angka 0,69 (69,23%) yang dikategorikan sebagai sedang. Model pembelajaran berbicara bahasa Jepang melalui project-based learning berbasis pemahaman lintas budaya efektif diterapkan di dalam perkuliahan Kaiwa II.*****Japanese has very unique characteristics, especially in its sentence structure and writing system, which make it very different from other languages in the world. In addition, there are several cultural concepts, one of which is uchi-soto (in-group & out-group). The uchi-soto concept in Japanese culture emphasizes the differences in language used toward insiders (uchi) and outsiders (soto), both in terms of vocabulary and expressions used. The lack of integration of cultural aspects in learning Japanese speaking skills causes the uchi-soto concept to be poorly understood by most learners. As a result of this lack of cultural learning, it can cause difficulties in communication, culture shock, misunderstandings, impoliteness, and even difficulties in cross cultural understanding. Therefore, cultural integration in Japanese language learning as an effort to improve Japanese communication skills is important. This study aims to develop a basic level speaking learning model through cross-cultural understanding-based project-based learning (DRAMA Model). This learning model consists of five stages: Intercultural Trigger Discussion, Research for Cultural Inquiry, Project Design Activity, Manifesting Communication, and Cross-Cultural Assessment and Reflection. The approach used in this study is a qualitative and quantitative approach. The research method used is the Research and Development (R&D) method of the Dick & Carey model, which begins with identifying needs and ends with analyzing the effectiveness of the application of the speaking learning model. The research sample consisted of 20 students enrolled in the Kaiwa II course. The quantitative results of the effectiveness test showed that the t-value = 12.99, which is greater than the t-table value 2.093. Additionally, the N-Gain score showed 0.69 (69.23%), which is categorized as moderate. In conclusion, the Japanese speaking learning model through cross-cultural understanding-based project-based learning is effective for use and implementation in The Kaiwa II course.
| Item Type: | Thesis (Doktor) |
|---|---|
| Additional Information: | 1). Dr. Samsi Setiadi, M.Pd. ; 2). Prof. Dr. Zainal Rafli, M.Pd. |
| Subjects: | Bahasa dan Kesusastraan > Bahasa Jepang |
| Divisions: | PASCASARJANA > S3 Linguistik Terapan |
| Depositing User: | Yuniarsih . |
| Date Deposited: | 30 Jul 2026 03:32 |
| Last Modified: | 30 Jul 2026 03:32 |
| URI: | http://repository.unj.ac.id/id/eprint/67629 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
