LIA KARUNIA LAM ULI LUBIS, . (2026) DARI TROTOAR KE TEMPAT SAMPAH ILEGAL: KERUSAKAN EKOLOGIS RUANG PUBLIK DI KAWASAN JEMBATAN PELANGI, JAKARTA BARAT. Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.
|
Text
COVER.pdf Download (613kB) |
|
|
Text
BAB l.pdf Download (602kB) |
|
|
Text
BAB ll.pdf Restricted to Registered users only Download (979kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB lV.pdf Restricted to Registered users only Download (480kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (221kB) | Request a copy |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf Download (224kB) |
|
|
Text
Lampiran dan Daftar Riwayat Hidup.pdf Restricted to Registered users only Download (588kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini memiliki tiga tujuan utama, pertama mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang mendorong terjadinya alihfungsi trotoar sebagai tempat pembuangan sampah ilegal di kawasan Jembatan Pelangi, Jakarta Barat. Kedua, menganalisis gambaran kerusakan ekologis yang ditimbulkan akibat alihfungsi trotoar sebagai tempat pembuangan sampah ilegal. Ketiga, menganalisis dampak ekologis dari alihfungsi trotoar terhadap kualitas ruang publik perkotaan di kawasan Jembatan Pelangi. Penelitian dilaksanakan di kawasan Jembatan Pelangi, Jakarta Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui studi kepustakaan, observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas masyarakat sekitar, pengguna jalan, serta pihak pemerintah yang berkaitan dengan pengelolaan ruang publik dan persampahan di kawasan Jembatan Pelangi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alihfungsi trotoar dipengaruhi oleh faktor struktural, sosial dan perilaku, serta ekonomi dan praktis, seperti keterbatasan fasilitas persampahan, lemahnya pengawasan, kebiasaan masyarakat membuang sampah di trotoar, dan pertimbangan kemudahan dalam membuang sampah. Kondisi tersebut menimbulkan kerusakan ekologis berupa penumpukan sampah, bau tidak sedap, terganggunya drainase, serta menurunnya kualitas lingkungan. Dampaknya, kualitas ruang publik juga mengalami penurunan yang ditandai dengan terganggunya aksesibilitas pejalan kaki, berkurangnya kenyamanan dan fungsi sosial trotoar, serta menurunnya estetika kawasan. Berdasarkan perspektif Habermas, fenomena ini menunjukkan penyimpangan fungsi ruang publik sebagai ruang bersama, sedangkan menurut Bookchin kerusakan ekologis merupakan konsekuensi dari relasi sosial dan tata kelola lingkungan yang belum optimal. Penelitian ini juga memberikan implikasi bagi Pendidikan Sosiologi sebagai sumber pembelajaran kontekstual mengenai ruang publik, sosiologi lingkungan, dan pentingnya membangun kepedulian serta tanggung jawab kolektif terhadap keberlanjutan lingkungan perkotaan. ***** This study has three main objectives. First, to identify and analyze the factors contributing to the conversion of sidewalks into illegal dumping sites in the Jembatan Pelangi area, West Jakarta. Second, to analyze the ecological degradation resulting from the conversion of sidewalks into illegal waste disposal areas. Third, to examine the ecological impacts of sidewalk conversion on the quality of urban public spaces in the Jembatan Pelangi area. This research was conducted in the Jembatan Pelangi area, West Jakarta, using a qualitative approach with a case study method. Data were collected through literature review, field observations, in-depth interviews, and documentation. The research subjects consisted of local residents, pedestrians, and government officials involved in the management of public spaces and waste management in the Jembatan Pelangi area. The findings reveal that the conversion of sidewalks into illegal dumping sites is driven by structural, socio-behavioral, and economic-practical factors, including inadequate waste management facilities, weak government supervision, habitual littering, and the perceived convenience of disposing of waste on sidewalks. These conditions have resulted in ecological degradation, characterized by waste accumulation, unpleasant odors, drainage obstruction, and declining environmental quality. Consequently, the quality of public space has also deteriorated, as reflected in reduced pedestrian accessibility, decreased comfort and social functions of sidewalks, and the declining visual quality of the urban environment. From Habermas's perspective, this phenomenon represents a deviation from the ideal function of public space as a shared space for the public. Meanwhile, according to Bookchin's Social Ecology theory, ecological degradation is a consequence of social relations and the ineffective management of the urban environment. This study also contributes to Sociology Education by providing contextual learning materials on public space, environmental sociology, and the importance of fostering environmental awareness and collective responsibility for sustainable urban environments.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Additional Information: | 1). Dr. A. Tarmiji Alkhudri, M.Si; 2). Ike Arriany, M.Pd. |
| Subjects: | Ilmu Sosial > Sosiologi |
| Divisions: | FIS > S1 Pendidikan Sosiologi |
| Depositing User: | Users 34451 not found. |
| Date Deposited: | 04 Aug 2026 08:02 |
| Last Modified: | 04 Aug 2026 08:02 |
| URI: | http://repository.unj.ac.id/id/eprint/68445 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
