SISTEM MONITORING RUANG PENGHANGAT UNTUK ANAK KUCING BERBASIS IoT

MUHAMAD WAHYU, . (2026) SISTEM MONITORING RUANG PENGHANGAT UNTUK ANAK KUCING BERBASIS IoT. Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.

[img] Text
COVER.pdf

Download (743kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (346kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (815kB) | Request a copy
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (612kB) | Request a copy
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (857kB) | Request a copy
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (329kB) | Request a copy
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (308kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (689kB) | Request a copy

Abstract

Anak kucing yang baru lahir memiliki kemampuan termoregulasi yang belum berkembang secara optimal sehingga memerlukan lingkungan dengan suhu yang sesuai dan dapat dipantau untuk membantu mempertahankan kondisi termalnya. Pemantauan suhu dan kelembapan secara manual memerlukan pemeriksaan secara berkala dan bergantung pada kehadiran pengguna. Penelitian bertujuan mengembangkan sistem monitoring ruang penghangat untuk anak kucing berbasis IoT yang mampu memantau suhu dan kelembapan ruang penghangat serta mengendalikan heater secara otomatis berdasarkan nilai batas suhu yang telah ditentukan. Kelembapan hanya dipantau dan ditampilkan kepada pengguna tanpa dikendalikan oleh aktuator. Metode penelitian menggunakan Research and Development (R&D) dengan V-Model yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, spesifikasi, desain, implementasi, pengujian unit, pengujian integrasi, pengujian sistem, dan pengujian penerimaan. Sistem dikembangkan menggunakan sensor DHT22, mikrokontroler ESP32, solid state relay Fotek SSR-10DA, Firebase Realtime Database sebagai media pertukaran dan penyimpanan nilai pengukuran terbaru, serta aplikasi Kodular dan LCD I2C sebagai media pemantauan. Pengujian dilakukan secara terbatas di laboratorium menggunakan satu unit prototipe. Hasil pengujian menunjukkan rata-rata galat relatif absolut pengukuran suhu sebesar 3,40% dan kelembapan sebesar 1,88% berdasarkan perbandingan terhadap termohigrometer HTC-2 sebagai alat referensi. Sistem mampu mengendalikan heater secara otomatis, yaitu menyala pada suhu ≤ 31,5 °C dan mati pada suhu ≥ 32,0 °C. Data suhu, kelembapan, dan status heater dapat dikirim ke Firebase Realtime Database serta ditampilkan pada LCD I2C dan aplikasi Kodular selama skenario pengujian. Berdasarkan hasil pengujian terbatas, sistem berfungsi sesuai rancangan sebagai media monitoring dan pengendalian suhu ruang penghangat berbasis IoT, namun masih memerlukan pengujian keselamatan dan keandalan jangka panjang sebelum dapat dinyatakan aman dan layak digunakan secara langsung pada perawatan anak kucing. ***** Newborn kittens have underdeveloped thermoregulatory capacity and therefore require an environment with an appropriate temperature that can be monitored to help maintain their thermal condition. Manual monitoring requires periodic inspection and depends on the physical presence of the user. This study aimed to develop an Internet of things (IoT)-based monitoring system for a kitten warming chamber capable of monitoring temperature and humidity while automatically controlling a heater based on predetermined temperature thresholds. Humidity was monitored and displayed to the user but was not used as a control parameter. This study used a Research and Development (R&D) method with the V-Model as its development framework, consisting of the stages of requirements analysis, Specification, design, implementation, Unit Testing, Integration Testing, System Testing, and Acceptance Testing. The system was developed using a DHT22 sensor, an ESP32 microcontroller, a Fotek SSR-10DA solid state relay, Firebase Realtime Database for exchanging and storing the latest system values, and a Kodular application with an I2C LCD for monitoring. Limited laboratory tests were conducted using one prototype. The results showed a mean absolute relative error of 3.40% for temperature measurement and 1.88% for humidity measurement compared with an HTC-2 reference instrument using factory calibration. The heater was activated when the temperature was at or below 31.5 °C and deactivated when the temperature was at or above 32.0 °C. Temperature, humidity, and heater status were successfully transmitted to Firebase Realtime Database and displayed on both the I2C LCD and the Kodular application. Based on the limited laboratory tests, the developed system functioned as designed for monitoring and controlling the temperature of a kitten warming chamber. However, additional safety and long-term reliability testing is still required before the system can be considered safe and suitable for direct use in kitten care.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1). Dr. Wisnu Djatmiko, M.T; 2). Drs. Pitoyo Yuliatmojo, M.T.
Subjects: Teknologi dan Ilmu Terapan > Teknik Elektronika
Divisions: FT > S1 Pendidikan Teknik Elektronika
Depositing User: Muhamad Wahyu .
Date Deposited: 12 Aug 2026 02:35
Last Modified: 12 Aug 2026 02:35
URI: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/69797

Actions (login required)

View Item View Item