MARSYA WIDHYANA, . (2026) PENGARUH KESEJAHTERAAN FINANSIAL TERHADAP KESIAPAN MENIKAH PADA DEWASA AWAL YANG BEKERJA DI JABODETABEK. Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.
|
Text
Cover_Marsya Widhyana_1801622065.pdf Download (889kB) |
|
|
Text
Bab 1_Marsya Widhyana_1801622065.pdf Download (328kB) |
|
|
Text
Bab 2_Marsya Widhyana_1801622065.pdf Restricted to Registered users only Download (400kB) | Request a copy |
|
|
Text
Bab 3_Marsya Widhyana_1801622065.pdf Restricted to Registered users only Download (478kB) | Request a copy |
|
|
Text
Bab 4_Marsya Widhyana_1801622065.pdf Restricted to Registered users only Download (698kB) | Request a copy |
|
|
Text
Bab 5_Marsya Widhyana_1801622065.pdf Restricted to Registered users only Download (246kB) | Request a copy |
|
|
Text
Daftar Pustaka_Marsya Widhyana_1801622065.pdf Download (338kB) |
|
|
Text
Lampiran_Marsya Widhyana_1801622065.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kesejahteraan finansial terhadap kesiapan menikah pada dewasa awal yang bekerja di Jabodetabek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif cross-sectional dengan desain regresi multivariat dan metode survei. Sebanyak 172 sampel dewasa awal berusia 19-30 tahun, berdomisili di Jabodetabek, belum pernah menikah, dan memiliki pekerjaan, didapatkan dengan teknik convenience sampling. Sukoon Marital Readiness Scale (SMRS) digunakan untuk mengukur kesiapan menikah dan InCharge Financial Distress/Financial Well-Being Scale (IFDFW) digunakan untuk mengukur kesejahteraan finansial. Data dianalisis menggunakan uji MANOVA dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS versi 26. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari kesejahteraan finansial secara simultan terhadap kesiapan menikah (p > 0,05). Secara parsial, kesejahteraan finansial hanya berpengaruh signifikan pada dimensi fungsi seksual dalam kesiapan menikah (p < 0,05). Temuan ini menjelaskan bahwa kenaikan tingkat kesejahteraan finansial tidak memberikan dampak signifikan pada kenaikan tingkat kesiapan menikah secara keseluruhan, namun dapat memengaruhi peningkatan pada fungsi seksual. ***** This study aimed to examine the effect of financial well-being on marital readiness among employed young adults in the Jabodetabek area. This study employed a quantitative cross-sectional approach with a multivariate regression design and a survey method. A total of 172 employed young adults aged 19-30 years, residing in Jabodetabek, and who had never been married, were recruited using a convenience sampling technique. Marital readiness was measured using the Sukoon Marital Readiness Scale (SMRS), while financial well-being was measured using the InCharge Financial Distress/Financial Well-Being Scale (IFDFW). The data were analyzed using MANOVA test with IBM SPSS version 26. The results showed that financial well-being did not have a significant simultaneous effect on marital readiness (p > 0,05). Partially, financial well-being had a significant effect only on the sexual functioning dimension of marital readiness (p < 0,05). These findings suggest that higher levels of financial well-being do not significantly contribute to overall marital readiness but may be associated with greater readiness in terms of sexual functioning.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Additional Information: | 1). Anggi Mayangsari, M.Psi., Psikolog.; 2). Sri Juwita Kusumawardhani, M.Psi., Psikolog. |
| Subjects: | Filsafat, Psikologi & Agama > Psikologi, Ilmu Jiwa |
| Divisions: | FPPsi > S1 Psikologi |
| Depositing User: | Marsya Widhyana . |
| Date Deposited: | 12 Aug 2026 08:21 |
| Last Modified: | 12 Aug 2026 08:21 |
| URI: | http://repository.unj.ac.id/id/eprint/70412 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
