MAYRA FATIMA AZZAHRA PUTRI, . (2026) REDEFINING ANIMATION NARRATIVES: A MULTIMODAL DISCOURSE ANALYSIS OF RECENT MAINSTREAM AND INDEPENDENT ANIMATIONS. Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.
|
Text
MAYRA FATIMA REPOSITORY_FILE COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
MAYRA FATIMA REPOSITORY_FILE BAB 1.pdf Download (339kB) |
|
|
Text
MAYRA FATIMA REPOSITORY_FILE BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text
MAYRA FATIMA REPOSITORY_FILE BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (141kB) | Request a copy |
|
|
Text
MAYRA FATIMA REPOSITORY_FILE BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (14MB) | Request a copy |
|
|
Text
MAYRA FATIMA REPOSITORY_FILE BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (718kB) | Request a copy |
|
|
Text
MAYRA FATIMA REPOSITORY_FILE DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (437kB) |
|
|
Text
MAYRA FATIMA REPOSITORY_FILE LAMPIRAN DAN RIWAYAT HIDUP.pdf Restricted to Registered users only Download (207kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini mengkaji bagaimana konvensi naratif dan makna naratif yang dihasilkannya dikonstruksi dalam animasi kontemporer melalui perbandingan antara Elio (2025) sebagai animasi arus utama dan Flow (2024) sebagai animasi independen. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan Analisis Wacana Multimodal berdasarkan Tata Bahasa Visual Kress dan van Leeuwen, penelitian ini menganalisis metafungsi representasional, interaktif, dan komposisional untuk menginterpretasikan makna naratif. Data penelitian terdiri atas dua belas adegan terpilih dari masing-masing animasi yang dipilih untuk merepresentasikan momen-momen penting dalam perkembangan naratif dan konstruksi konvensi naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Elio membangun makna naratif melalui perkembangan naratif yang terstruktur, yang ditandai dengan kejelasan emosi, tindakan yang berorientasi pada tujuan, konflik, dan penyelesaian. Sebaliknya, Flow membangun makna naratif melalui atmosfer, perubahan lingkungan, interaksi, dan keterbukaan interpretasi, sehingga makna berkembang secara bertahap melalui pengamatan dan pengalaman. Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa animasi arus utama mengarahkan penonton pada interpretasi yang koheren dan stabil, sedangkan animasi independen mendorong partisipasi interpretatif yang lebih besar melalui ambiguitas dan subtilitas emosional. Temuan ini menunjukkan bahwa animasi independen mendefinisikan ulang konvensi naratif yang dominan dengan memperluas kemungkinan konstruksi dan interpretasi naratif dalam praktik penceritaan kontemporer. Kata Kunci: makna naratif, konvensi naratif, animasi, animasi independen, animasi arus utama, analisis wacana multimodal. ***** Mayra Fatima Azzahra Putri. 2026. Redefining Animation Narratives: A Multimodal Discourse Analysis of Recent Mainstream and Independent Animations. Undergraduate Thesis. Jakarta: Department of English Literature, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Jakarta. This study examines how narrative conventions and their resultant narrative meanings are constructed in contemporary animation by comparing Elio (2025) as a mainstream animation and Flow (2024) as an independent animation. Using a qualitative approach and Multimodal Discourse Analysis based on Kress and van Leeuwen's Visual Grammar, the study analyzes the representational, interactive, and compositional metafunctions to interpret narrative meaning. The data consist of twelve selected scenes from each animation, chosen to represent key moments of narrative development and the construction of narrative conventions. The findings show that Elio constructs narrative meaning through a structured narrative progression characterized by emotional clarity, goal-oriented action, conflict, and resolution. In contrast, Flow constructs narrative meaning through atmosphere, environmental change, interaction, and interpretive openness, allowing meaning to develop gradually through observation and experience. The comparison demonstrates that while mainstream animation guides audiences toward coherent and stable interpretations, independent animation encourages greater interpretive participation through ambiguity and emotional subtlety. These findings suggest that independent animation redefines dominant narrative conventions by expanding the possibilities of narrative construction and interpretation within contemporary storytelling practices. Keywords: narrative meaning, narrative conventions, animation, independent animation, mainstream animation, multimodal discourse analysis.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Additional Information: | 1. M. Dirgantara Esa Valentino Am., M.A. 2. Faizzah Shabrina Zhafirah, M.Hum. |
| Subjects: | Bahasa dan Kesusastraan > Kesusastraan > Teori Sastra Bahasa dan Kesusastraan > Sastra Inggris |
| Divisions: | FBS > S1 Sastra Inggris |
| Depositing User: | Mayra Fatima Azzahra Putri . |
| Date Deposited: | 14 Aug 2026 07:55 |
| Last Modified: | 14 Aug 2026 07:55 |
| URI: | http://repository.unj.ac.id/id/eprint/70508 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
