ONLINE SEXUAL HARASSMENT DALAM KOMUNIKASI DIGITAL PADA PEMAIN PEREMPUAN DI ROBLOX

NOVITA RAHMA DEWI, . (2026) ONLINE SEXUAL HARASSMENT DALAM KOMUNIKASI DIGITAL PADA PEMAIN PEREMPUAN DI ROBLOX. Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.

[img] Text
COVER.pdf

Download (861kB)
[img] Text
BAB 1.pdf

Download (756kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (741kB) | Request a copy
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (442kB) | Request a copy
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (405kB) | Request a copy
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (435kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami bagaimana Online Sexual Harassment terjadi dalam komunikasi digital pada pemain perempuan di permainan Roblox serta dampak yang dialami korban. Latar belakang penelitian didasarkan pada tingginya interaksi antarpemain dalam Roblox yang memungkinkan terjadinya komunikasi melalui berbagai fitur dalam permainan sehingga membuka peluang terjadinya Online Sexual Harassment. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari tiga pemain perempuan yang pernah mengalami Online Sexual Harassment di Roblox. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, serta triangulasi sumber melalui wawancara dengan seorang psikolog. Analisis data menggunakan Online Sexual Harassment dari Anastasia Powell dan Nicola Henry yang meliputi sexual solicitation, Image-Based sexual harassment, online Gender-Based Hate Speech, dan Rape Threats, serta komunikasi digital dari Werner J. Severin dan James W. Tankard, Jr yang meliputi dunia maya, virtual reality, chat rooms, MUD dan Bot, interaktivitas, dan multimedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Online Sexual Harassment dalam Roblox terjadi melalui berbagai bentuk komunikasi digital, seperti komentar seksual terhadap avatar, pesan yang mengarah pada aktivitas seksual, ujaran yang merendahkan berdasarkan gender, ancaman seksual, serta tindakan tidak pantas yang dilakukan melalui gerakan avatar, voice chat, dan fitur chat. Tingginya interaktivitas, anonimitas identitas pengguna, kemudahan berkomunikasi dengan orang yang belum dikenal, serta perpindahan komunikasi ke platform lain yang lebih personal menjadi faktor yang mendukung terjadinya Online Sexual Harassment. Penelitian ini juga menemukan bahwa korban melakukan berbagai strategi perlindungan diri, seperti membatasi informasi pribadi, menggunakan fitur block dan report, serta menghindari interaksi yang tidak nyaman. Dampak yang dialami korban meliputi rasa takut, tidak aman, tidak nyaman, malu, cemas, meningkatnya kewaspadaan dalam berinteraksi, serta menurunnya perasaan keberhargaan diri. Dengan demikian, komunikasi digital dalam Roblox tidak hanya memfasilitasi interaksi sosial, tetapi juga dapat menjadi ruang yang memungkinkan terjadinya Online Sexual Harassment apabila tidak diimbangi dengan kesadaran pengguna dan sistem perlindungan yang efektif. ***** This study aims to identify and understand how Online Sexual Harassment occurs in digital communication among female players in the Roblox game, as well as the impact experienced by the victims. The background of this study is Based on the high level of player interaction in Roblox, which enables communication through various in-game features and thus creates opportunities for Online Sexual Harassment to occur. The approach used in this study is qualitative, specifiGender-y a descriptive qualitative study. The research subjects consisted of three female players who had experienced Online Sexual Harassment on Roblox. Data collection techniques included in-depth interviews, observation, and documentation, as well as triangulation of sources through an interview with a psychologist. Data analysis drew upon the framework of Online Sexual Harassment by Anastasia Powell and Nicola Henry which includes sexual solicitation, Image-Based sexual harassment, online Gender-Based Hate Speech, and Rape Threats as well as the framework of digital communication by Werner J. Severin and James W. Tankard, Jr., which encompasses cyberspace, virtual reality, chat rooms, MUDs and Bots, interactivity, Hypertext, and multimedia. The research findings indicate that Online Sexual Harassment on Roblox occurs through various forms of digital communication, such as sexual comments directed at avatars, messages suggesting sexual activity, Gender-Based derogatory remarks, sexual Threats, and inappropriate actions carried out via avatar movements, voice chat, and the chat feature. High interactivity, user anonymity, the ease of communicating with strangers, and the shift of communication to other, more personal platforms are factors that contribute to Online Sexual Harassment. This study also found that victims employ various self-protection strategies, such as limiting the sharing of personal information, using the “block” and “report” features, and avoiding uncomfortable interactions. The impacts experienced by victims include fear, a sense of insecurity, discomfort, embarrassment, anxiety, increased wariness in interactions, and a diminished sense of self-worth. Thus, digital communication within Roblox not only facilitates social interaction but can also become a space that enables Online Sexual Harassment if not balanced by user awareness and effective protection systems.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1). Dr. M. Fikri Akbar, S.I.Kom., M.Si., M.M.
Subjects: Ilmu Sosial > Komunikasi
Divisions: FIS > S1 Ilmu Komunikasi
Depositing User: Novita Rahma Dewi .
Date Deposited: 13 Aug 2026 06:39
Last Modified: 13 Aug 2026 06:39
URI: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/70533

Actions (login required)

View Item View Item