DIMAS NADHIRRIZQI IQBAL PUTRANTO, . (2026) ANALISIS PENERJEMAHAN YAKUWARIGO DALAM MANGA OVERLORD KARYA KUGANE MARUYAMA DALAM BAHASA INDONESIA. Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.
|
Text
Cover.pdf Download (4MB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Lampiran.pdf Restricted to Registered users only Download (11MB) | Request a copy |
Abstract
Bahasa berperan sebagai alat komunikasi bersifat esensial untuk mengekspresikan pikiran dan membangun pemahaman bersama, namun komunikasi lintas budaya sering terkendala oleh perbedaan bahasa. Untuk mengatasi hambatan tersebut, diperlukan proses penerjemahan yang akurat guna memindahkan makna dari bahasa sumber (Tsu) ke bahasa sasaran (Tsa) tanpa menghilangkan esensi aslinya. Dalam konteks kesastraan Jepang, terdapat fitur linguistik yang disebut yakuwarigo atau “bahasa peran”, yang digunakan untuk memperkuat penokohan melalui pemilihan kosakata. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis penerjemahan dan teknik yakuwarigo dalam manga Overlord volume 1 versi bahasa Jepang orisinal dan terjemahan bahasa Indonesia publikasi Phoenix Gramedia Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap yang dikombinasikan dengan teknik catat pada kartu data. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan analisis tekstual kualitatif dengan menyesuaikan teks pada panel manga untuk menjaga fokus konteks visual serta naratifnya. Terakhir, kriteria analisis data diidentifikasi berdasarkan variasi yakuwarigo menurut Kinsui, yang meliputi ichininshou daimeishi (pronomina orang pertama), hanteishi (kopula), joshi (partikel), dan kosakata terkait lainnya. Analisis mendapatkan sejumlah dua puluh tujuh unit kosakata yakuwarigo yang terdiri atas sebelas unit otoko kotoba, satu unit otoko kotoba/shounengo, tiga belas unit onna kotoba, dan dua unit yuujo kotoba. Analisis data mengungkap bahwa perbedaan linguistik ini menyebabkan pergeseran makna yang signifikan saat diterjemahkan. Dari dua puluh tujuh unit yakuwarigo dan total empat puluh delapan penerapan teknik penerjemahan yang dianalisis, ditemukan bahwa teknik pengurangan adalah strategi yang paling dominan digunakan, dan diikuti oleh sinonimitas dan transposisi. Terjadi netralisasi identitas karakter dalam teks sasaran karena pesan implisit dari bermacam ragam yakuwarigo tidak dapat sepenuhnya dipindahkan ke dalam struktur bahasa Indonesia. Penelitian ini menemukan meskipun yakuwarigo memegang peran krusial dalam membangun identitas tokoh dalam teks sumber, terdapat keterbatasan linguistik yang menghalangi penyampaian nuansa tersebut ke dalam bahasa sasaran. ***** Language serves as an essential means of communication for expressing thoughts and building mutual understanding; however, cross-cultural communication is often hindered by linguistic differences. To overcome these barriers, an accurate translation process is required to convey meaning from the source language (Sla) to the target language (Tla) without losing the original essence. In the context of Japanese literature, there is a linguistic feature known as yakuwarigo, or ‘role language’, which is used to strengthen characterisation through the choice of vocabulary. This qualitative study aims to analyse the translation and use of yakuwarigo in the manga Overlord Volume 1, comparing the original Japanese version with the Indonesian translation published by Phoenix Gramedia Indonesia. Data collection was carried out using the observation method, employing the non-participatory observation technique combined with note-taking on data cards. Subsequently, the data were analysed using qualitative textual analysis, with the manga panels adjusted to maintain focus on the visual and narrative context. Finally, the criteria for data analysis were identified based on the variations of yakuwarigo according to Kinsui, which include ichininshou daimeishi (first-person pronouns), hanteishi (copulas), joshi (particles), and other related vocabulary. The analysis identified a total of twenty-seven yakuwarigo lexical units, comprising eleven otoko kotoba units, one otoko kotoba/shounengo unit, thirteen onna kotoba units, and two yuujo kotoba units. Data analysis revealed that these linguistic differences result in significant shifts in meaning when translated. Of the twenty-seven yakuwarigo units and a total of forty-eight instances of translation techniques analysed, it was found that the technique of reduction was the most dominant strategy used, followed by synonymy and transposition. A neutralisation of the characters’ identities occurs in the target text because the implicit messages conveyed by the various forms of yakuwarigo cannot be fully transferred into the structure of the Indonesian language. This study found that although yakuwarigo plays a crucial role in constructing the characters’ identities in the source text, there are linguistic limitations that prevent the conveyance of these nuances into the target language.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Additional Information: | 1). Dwi Astuti Retno Lestari, M.Si., M.Ed. ; 2). Dr. Nia Setiawati, M.Pd. |
| Subjects: | Bahasa dan Kesusastraan > Linguistik Bahasa dan Kesusastraan > Bahasa Jepang |
| Divisions: | FBS > S1 Pendidikan Bahasa Jepang |
| Depositing User: | Dimas Nadhirrizqi Iqbal Putranto . |
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 04:30 |
| Last Modified: | 18 Aug 2026 04:30 |
| URI: | http://repository.unj.ac.id/id/eprint/71308 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
