ANALISIS STRUKTUR DAN MAKNA VERBA BANTU ~TE ARU DAN ~TE OKU

JOE ARISKA PUTRA, . (2026) ANALISIS STRUKTUR DAN MAKNA VERBA BANTU ~TE ARU DAN ~TE OKU. Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.

[img] Text
COVER.pdf

Download (2MB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (652kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (363kB) | Request a copy
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (393kB) | Request a copy
[img] Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (348kB)
[img] Text
Daftar Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasari dengan seringnya ditemukan kekeliruan penggunaan pada verba bantu bahasa Jepang, secara khusus verba bantu yang memiliki kemiripan makna serta penggunaan, yaitu verba bantu ~te aru dan ~te oku. Kemiripan makna serta penggunaan kedua verba bantu, yaitu menunjukkan sebuah makna persiapan. Meskipun terdapat kemiripan makna, tetapi keduanya memiliki batas perbedaan penggunaan maupun makna lain dalam kalimatnya. Terdapatnya makna lain disebabkan pertemuan dengan unsur lain, atau tergabungnya ke dalam susunan kalimat. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan dan persamaan penggunaan, serta makna lain yang terkandung dalam kedua verba bantu. Metode penelitian kualitatif dengan metode agih digunakan dalam rangka untuk mengetahui persamaan dan perbedaan kedua verba bantu, baik dalam struktur, makna, serta penggunaan. Dalam rangka mengetahui struktur kalimat, teori struktur kalimat dari Nitta (2009) dan Ichikawa (2001) digunakan. Kemudian, persamaan serta perbedaan antara kedua verba bantu digunakan teori Takahashi (1969) dan Yoshikawa (1973) dalam (Sugimura, 1994) berkaitan dengan makna verba bantu ~te aru, sedangkan teori Taniguchi (1999) dan Yamamoto (2005) berkaitan dengan makna verba bantu ~te oku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa verba bantu ~te aru dan ~te oku cenderung menggunakan struktur fukubun serta klausa alasan dan tujuan dalam menyatakan makna persiapan. Verba bantu ~te aru menyatakan makna yang telah selesai dan keadaan terus berlangsung hingga kini (62 data) dan verba bantu ~te oku, yaitu persiapan yang akan dilakukan kedepannya (67 data). Diketahui bahwa kedua verba bantu dapat saling menggantikan dengan kondisi bahwa tindakan telah terjadi di masa lampau dan hasil masih dirasakan hingga tuturan dilakukan./***** The background of this research is the frequent errors found in use of Japanese auxiliary verbs with similarities in meaning and usage, namely is ~te aru and ~te oku. The primary similarity between these two auxiliary verbs in their semantic and functional capacity to express preparation. While semantic overlap is evident, distinct differences persist in their actual usage and contextual meanings. The emergence of these variant meanings is attributed to their combination with other linguistic elements or their placement within specific syntactic structures. This research aims to identify the similarities, differences, and other underlying meanings within the two auxiliary verbs. A qualitative research method with distributional method (metode agih) is employed to identify the similarities and differences between the two auxiliary verbs in terms of structure, meaning, and usage. To examine sentence structure, this study utilizes the sentence structure theories of Nitta (2009) and Ichikawa (2001). Additionally, to investigate the similarities and differences between the two auxiliary verbs, Takahashi’s (1969) and Yoshikawa’s (1973) theories in Sugimura (1994) are adopted for the meaning of the auxiliary verb ~te aru, while Taniguchi’s (1999) and Yamamoto’s (2005) theories are employed for the meaning of ~te oku. The results indicate that ~te aru and ~te oku tend to utilize complex sentence structures (fukubun) and employ clauses of purpose or reason to express preparatory meaning. The auxiliary verb ~te aru expresses a completed preparation whose state continues into the present (62 data), whereas ~te oku expresses preparation actions to a purpose in the future (67 data). Furthermore, ~te aru and ~te oku can be mutually interchangeable under the condition that the action occurred in the past and the result is still perceived at the time of utterance.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1). Dr. Komara Mulya, S.S., M.Ed. 2). Eky Kusuma Hapsari, S.S., M.Hum.
Subjects: Bahasa dan Kesusastraan > Linguistik
Bahasa dan Kesusastraan > Bahasa Jepang
Divisions: FBS > S1 Pendidikan Bahasa Jepang
Depositing User: Joe Ariska Putra .
Date Deposited: 19 Aug 2026 08:58
Last Modified: 19 Aug 2026 08:58
URI: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/71965

Actions (login required)

View Item View Item