ZENITH WIDHIYA CINDAR RATRI, . (2026) CONSTRUCTING THE MEANING OF PEACE THROUGH TYPES OF MEANING IN TRUMP’S AND NETANYAHU’S ETERNAL MIDDLE EAST PEACE PRESS CONFERENCE IN TIMES OF ISRAEL: A SEMANTIC STUDY. Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.
|
Text
Cover Zenith.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Chapter 1.pdf Download (575kB) |
|
|
Text
Chapter 2.pdf Restricted to Registered users only Download (785kB) | Request a copy |
|
|
Text
Chapter 3.pdf Restricted to Registered users only Download (650kB) | Request a copy |
|
|
Text
Chapter 4.pdf Restricted to Registered users only Download (924kB) | Request a copy |
|
|
Text
Chapter 5.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text
References.pdf Download (619kB) |
|
|
Text
Appendices.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Peace is an important topic in political discourse, especially in speeches discussing international conflicts. However, the meaning of peace is not only communicated through literal language but is also constructed through different types of meaning made by political leaders. This study analyzes the various types of meaning used in Donald Trump and Benjamin Netanyahu's press conference entitled ‘Eternal Middle East Peace’, 29 September 2025. The purpose of this study is to identify the various types of meaning contained in their speeches and how these meanings are used to contribute a message about peace. This study uses Geoffrey Leech's theory of meaning categories, which includes conceptual meaning, connotative meaning, social meaning, affective meaning, reflected meaning, collocative meaning, and thematic meaning. This study employs a qualitative descriptive strategy. Data were obtained from transcripts of the press conference and processed using Leech's (1981) semantic framework to identify types of meaning in the press conference. The findings reveal that from a total of 183 utterances, 128 are Trump’s utterances, and 55 are Netanyahu’s utterances. The dominant type of meaning is affective meaning, with 85 utterances (46%), which were used to express the speaker's emotion; followed by conceptual, connotative, and thematic. The findings also show two distinct patterns of peace meaning construction. Trump primarily constructed peace through a sequence of affective meaning to conceptual meaning, whereas Netanyahu constructed peace through affective meaning to connotative meaning. These different semantic patterns indicate that, although both speakers constructed the meaning of peace, they emphasized different aspects in shaping its meaning. **** Perdamaian merupakan topik yang penting dalam wacana politik, khususnya dalam pidato yang membahas konflik internasional. Namun, makna perdamaian tidak hanya disampaikan melalui bahasa yang bersifat literal, melainkan juga dikonstruksi melalui berbagai jenis makna yang digunakan oleh para pemimpin politik. Penelitian ini menganalisis berbagai jenis makna yang digunakan dalam konferensi pers Donald Trump dan Benjamin Netanyahu berjudul ‘Eternal Middle East Peace’, 29 September 2025. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi berbagai jenis makna yang terkandung dalam pidato mereka dan bagaimana makna-makna tersebut digunakan untuk menyampaikan pesan politik tentang perdamaian. Studi ini menggunakan teori kategori makna Geoffrey Leech, yang meliputi makna konseptual, makna konotatif, makna sosial, makna emosional, makna reflektif, makna kolokatif, dan makna tematik. Studi ini menggunakan strategi deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari transkrip konferensi pers dan diproses menggunakan kerangka semantik Leech (1981) untuk mengidentifikasi jenis-jenis makna dalam konferensi pers. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dari total 183 ujaran, sebanyak 128 merupakan ujaran Trump dan 55 merupakan ujaran Netanyahu. Jenis makna yang paling dominan adalah makna afektif, dengan jumlah 85 ujaran (46%), yang digunakan untuk mengekspresikan emosi pembicara. Selanjutnya, jenis makna yang ditemukan adalah makna konseptual, makna konotatif, dan makna tematik. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya dua pola yang berbeda dalam konstruksi makna perdamaian. Trump membangun makna perdamaian terutama melalui urutan makna afektif ke makna konseptual, sedangkan Netanyahu membangun makna perdamaian melalui urutan makna afektif ke makna konotatif. Perbedaan pola semantik tersebut menunjukkan bahwa, meskipun kedua pemimpin sama-sama mengonstruksi makna perdamaian, mereka menekankan aspek yang berbeda dalam membentuk makna perdamaian.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Additional Information: | 1). Nurrahma Restia Fatkhiyati, S.S., M.Li.; 2). Prof. Eva Leiliyanti, S.S., M.Hum., Ph.D. |
| Subjects: | Bahasa dan Kesusastraan > Sastra Inggris |
| Divisions: | FBS > S1 Sastra Inggris |
| Depositing User: | Zenith Widhiya Cindar Ratri . |
| Date Deposited: | 19 Aug 2026 03:08 |
| Last Modified: | 19 Aug 2026 03:08 |
| URI: | http://repository.unj.ac.id/id/eprint/71982 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
