ANALISIS KESANTUNAN BERBAHASA MENURUT TEORI LEECH PADA SERIAL KARTUN ṢADAQA RASŪLULLĀHĪ KISAH IMAM BUKHARI (KAJIAN PRAGMATIK)

MUHAMMAD IRFAN WIJDAN, . (2026) ANALISIS KESANTUNAN BERBAHASA MENURUT TEORI LEECH PADA SERIAL KARTUN ṢADAQA RASŪLULLĀHĪ KISAH IMAM BUKHARI (KAJIAN PRAGMATIK). Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.

[img] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (368kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (603kB) | Request a copy
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (338kB) | Request a copy
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (576kB) | Request a copy
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (226kB) | Request a copy
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (352kB)
[img] Text
Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kesantunan berbahasa dengan teori Geoffrey Leech yang terdapat pada serial kartun Mesir. Penelitian ini merupakan kelanjutan dari penelitian sebelumnya yang mengkaji objek yang sama, namun dengan pendekatan teoritis yang berbeda. Penelitian sebelumnya berhasil mengungkap makna tersirat dalam percakapan, tetapi belum menjelaskan lebih dalam sisi hubungan antartokoh, pesan moral, dan nilai pendidikan yang justru menjadi inti tayangan anak-anak. Untuk mengisi kekurangan itu, penelitian ini memiliki dua tujuan. Pertama, mencari tahu bagaimana maksim kesantunan berbahasa dengan teori Leech menggambarkan akhlak dan moral yang terkandung dalam serial kartun ini. Kedua, mencari tahu bagaimana skala kesantunan Leech menjelaskan konteks-konteks percakapan yang menjadi tolak ukur kesantunan suatu bahasa. Serial kartun Mesir Sadaqa Rasulullah: Kisah Imam Bukhari dipilih karena tiga alasan. Kartun ini ditonton luas di negara-negara Arab hingga seluruh dunia, ceritanya sarat ajaran Islam yang kaya akan tata cara berbicara yang baik, dan merupakan kelanjutan dari penelitian sebelumnya sehingga hasilnya bisa saling melengkapi. Fokus penelitian ini adalah seputar prinsip kesantunan Geoffrey Leech, yang membagi kesantunan ke dalam enam jenis, yaitu: kebijaksanaan, kedermawanan, memberi pujian, kerendahan hati, mencari kesepakatan, dan menunjukkan simpati, serta skala kesantunannya yang lima, yaitu: untung rugi, pilihan, ketidaklangsungan, otoritas, dan jarak sosial. Teori ini sangat cocok untuk meneliti tayangan bernapaskan agama karena langsung berhubungan dengan sikap rendah hati, persaudaraan, dan sikap hormat. Selain itu, teori ini memungkinkan kita menghitung jenis kesantunan mana yang paling sering muncul sebagai petunjuk nyata tentang pola pergaulan yang paling ditekankan dalam pembentukan karakter melalui film animasi. Untuk mencapai tujuan tersebut, pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan data berupa tuturan antar tokoh dalam serial kartun S}adaqa Rasu<lulla<hi Kisah Imam Bukhari. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dan catat, sedangkan teknik analisis data menggunakan metode padan pragmatik untuk mengidentifikasi kategori maksim kesantunan. Prosedur penelitian melibatkan penggunaan tabel klasifikasi yang sistematis sebagai alat untuk mengelompokkan data kesantunan berbahasa berdasarkan enam aspek utama, yaitu maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim pujian, maksim kerendahan hati, maksim kesepakatan, dan maksim simpati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam jenis maksim kesantunan Leech yang dipatuhi oleh para tokoh dalam serial kartun tersebut. Dari total 307 data tuturan yang berhasil dikumpulkan dan dianalisis, ditemukan rincian sebagai berikut: (1) maksim kebijaksanaan sebanyak 40 data, (2) maksim kedermawanan sebanyak 50 data, (3) maksim pujian sebanyak 91 data, (4) maksim kerendahan hati sebanyak 36 data, (5) maksim kesepakatan sebanyak 64 data, dan (6) maksim simpati sebanyak 26 data. Selain itu, skala kesantunan yang digunakan sebagai berikut: (1) skala untung rugi sebanyak 307 data, (2) skala pilihan sebanyak 4 data, (3) skala ketidaklangsungan sebanyak 8 data, (4) skala otoritas sebanyak 142 data, (5) skala jarak sosial sebanyak 184 data. Temuan ini mengindikasikan bahwa maksim pujian mendominasi tuturan dalam serial ini dan skala untung rugi adalah skala kesantunan yang paling dominan yang merefleksikan upaya tokoh-tokoh untuk menghargai dan menjaga perasaan mitra tutur. Penelitian ini melengkapi kajian sebelumnya dengan memberikan perspektif baru mengenai motif sosial dan etika komunikasi di balik pemilihan tuturan, yang tidak hanya berhenti pada makna tersirat (implikatur), tetapi juga menyoroti bagaimana penutur menjaga harmoni interpersonal melalui prinsip kesantunan berbahasa. ***** This study aims to describe and analyze linguistic politeness based on Geoffrey Leech's theory as found in the Egyptian animated series. This research is a continuation of a previous study that examined the same object but employed a different theoretical approach. The prior research successfully uncovered implied meanings in conversations but did not deeply explore the interpersonal relationships between characters, moral messages, and educational values, which are the core of children's programming. To fill this gap, this study has two objectives. First, to find out how Leech's politeness maxims depict the morals and ethics embedded in this animated series. Second, to find out how Leech's politeness scales explain conversational contexts that serve as benchmarks for linguistic politeness. The Egyptian animated series S}adaqa Rasu<lulla<hi: The Story of Imam Bukhari was selected for three reasons. This cartoon is widely watched in Arab and around the world, its narrative is rich in Islamic teachings emphasizing proper speech etiquette, and it serves as a continuation of previous research, allowing for mutually complementary findings. This research focuses on Geoffrey Leech's politeness principles, which categorize politeness into six maxims: Tact, Generosity, Approbation, Modesty, Agreement, and Sympathy, along with five scales: Cost-Benefit, Optionality, Indirectness, Authority, and Social Distance. This theory is highly suitable for examining religiously themed broadcasts as it directly relates to humility, brotherhood, and respect. Furthermore, this theory allows for the quantification of which politeness types appear most frequently, providing concrete insights into the patterns of social interaction most emphasized in character formation through animated films. To achieve these objectives, this research employs a qualitative descriptive approach, with data consisting of utterances between characters in the series. Data collection was conducted using the observation and note-taking method, while data analysis utilized the pragmatic identity method to identify categories of politeness maxims. The research procedure involved using a systematic classification table as a tool to group linguistic politeness data based on the six primary aspects, namely the maxims of Tact, Generosity, Approbation, Modesty, Agreement, and Sympathy. The findings indicate that all six types of Leech's politeness maxims are observed by the characters in this series. Out of a total of 307 utterance data points collected and analyzed, the details are as follows: (1) the Tact maxim accounted for 40 data points, (2) the Generosity maxim for 50 data points, (3) the Approbation maxim for 91 data points, (4) the Modesty maxim for 36 data points, (5) the Agreement maxim for 64 data points, and (6) the Sympathy maxim for 26 data points. Furthermore, the distribution of politeness scales is as follows: (1) the Cost-Benefit scale appeared in 307 data points, (2) the Optionality scale in 4 data points, (3) the Indirectness scale in 8 data points, (4) the Authority scale in 142 data points, and (5) the Social Distance scale in 184 data points. These findings indicate that the Approbation maxim dominates the utterances in this series, and the Cost-Benefit scale is the most dominant politeness scale, reflecting the characters' efforts to appreciate and maintain the feelings of their interlocutors. This research complements previous studies by offering a new perspective on the social motives and communicative ethics behind the choice of utterances. It does not merely stop at implied meanings (implicature) but also highlights how speakers maintain interpersonal harmony through the principles of linguistic politeness.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1). Dr. Raden Ahmad Barnabas, M.Pd.; 2). Siti Masyitoh, S.Hum., M.A.
Subjects: Bahasa dan Kesusastraan > Linguistik
Bahasa dan Kesusastraan > Bahasa Arab
Divisions: FBS > S1 Pendidikan Bahasa Arab
Depositing User: Muhammad Irfan Wijdan .
Date Deposited: 20 Aug 2026 02:02
Last Modified: 20 Aug 2026 02:02
URI: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/72376

Actions (login required)

View Item View Item