ANNISA RAHIMAH, . (2026) PENGALAMAN REMAJA DALAM MENJALANKAN PERAN SEBAGAI CAREGIVER BAGI ANGGOTA KELUARGA DENGAN PENYAKIT KRONIS. Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.
|
Text
Cover_Annisa Rahimah.pdf Download (833kB) |
|
|
Text
BAB 1 Skripsi_Annisa Rahimah_Repository.pdf Download (231kB) |
|
|
Text
BAB 2 Skripsi_Annisa Rahimah_Repository.pdf Restricted to Registered users only Download (237kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 3 Skripsi_Annisa Rahimah_Repository.pdf Restricted to Registered users only Download (309kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 4 Skripsi_Annisa Rahimah_Repository.pdf Restricted to Registered users only Download (545kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 5 Skripsi_Annisa Rahimah_Repository.pdf Restricted to Registered users only Download (143kB) | Request a copy |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA Skripsi_Annisa Rahimah_Repository.pdf Download (251kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN DAN DAFTAR RIWAYAT HIDUP Skripsi_Annisa Rahimah_Repository.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi pengalaman remaja dalam menjalankan peran sebagai caregiver bagi anggota keluarganya yang menderita penyakit kronis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi fenomenologi. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria remaja dengan rentang usia 15-18 tahun yang sedang menempuh pendidikan SMA/SMK dan remaja yang sedang berperan sebagai caregiver bagi anggota keluarga dengan penyakit kronis. Informan utama dalam penelitian ini berjumlah tiga remaja yang terdiri dari dua perempuan dan satu laki-laki. Keterlibatan informan utama dalam perawatan diidentifikasi menggunakan instrumen Multidimesional Assesment of Caring Activities (MACA-YC18) dengan skor keterlibatan sangat tinggi dan tinggi. Data penelitian ini dihimpun menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas perawatan yang dilakukan oleh remaja caregiver meliputi pemenuhan kebutuhan sehari-hari, pemberian obat-obatan, pendampingan ke rumah sakit, dukungan emosional, hingga pekerjaan rumah tangga, dengan bentuk keterlibatan yang beragam. Remaja memaknai keterlibatan dirinya dalam aktivitas perawatan sebagai bentuk proses pendewasaan diri yang meningkatkan rasa syukur, kesabaran, empati dan kedekatan emosional dengan keluarga. Di samping itu, peran tersebut juga dimaknai negatif oleh remaja sebagai pengalaman yang menimbulkan tekanan psikologis, seperti kelelahan, kekhawatiran, dan kecemasan terhadap kondisi anggota keluarga yang sakit. Untuk menyeimbangkan peran sebagai pelajar dan caregiver, remaja mengembangkan strategi koping berupa mengelola waktu secara efektif, menentukan prioritas, mempertahankan pola pikir positif, serta menjadikan keluarga dan cita-cita masa depan sebagai sumber motivasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya pihak sekolah, khususnya guru BK dalam mengidentifikasi keberadaan remaja caregiver dan memahami kondisi psikososial remaja caregiver yang sering kali tidak terlihat oleh lingkungan sekitarnya. ***** This study was conducted to explore the experiences of adolescents in fulfilling their roles as caregivers for family members suffering from chronic illnesses. This study used a qualitative approach with a phenomenological method. Informants were selected using a purposive sampling technique based on the criteria of adolescents aged 15 to 18 years old currently attending high school or vocational school, and adolescents acting as caregivers for family members with chronic illnesses. The primary informants in this study consisted of three adolescents: two females and one male. The involvement of primary informants in caregiving was identified using the Multidimensional Assessment of Caring Activities (MACA-YC18) instrument, with scores indicating "very high" and "high" levels of involvement. Data for this study were collected through interviews and documentation. The findings indicate that the caregiving activities performed by adolescent caregivers included fulfilling daily needs, administering medication, accompanying family members to the hospital, providing emotional support, and performing household chores, with varying forms of involvement. Adolescents perceived their engagement in caregiving activities as a process of self-maturation that enhanced gratitude, patience, empathy, and emotional closeness with their families. In addition, this role was also perceived negatively by adolescents as an experience that generated psychological distress, such as fatigue, worry, and anxiety regarding the condition of their ill family member. To balance their roles as students and caregivers, adolescents developed coping strategies, including managing time effectively, setting priorities, maintaining a positive mindset, and drawing motivation from their families and future aspirations. This study underscores the importance of schools, particularly guidance counselors in identifying the presence of adolescent caregivers and understanding their psychosocial conditions, which often go unnoticed by those around them.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Additional Information: | 1). Dr. Karsih, M.Pd. ; 2). Dr. Hilma Fitriyani, M.Pd. |
| Subjects: | Pendidikan > Bimbingan dan Konseling Ilmu Kedokteran > Keperawatan |
| Divisions: | FIP > S1 Bimbingan Dan Konseling |
| Depositing User: | Annisa Rahimah . |
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 01:06 |
| Last Modified: | 27 Aug 2026 01:06 |
| URI: | http://repository.unj.ac.id/id/eprint/73274 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
