DWI HASTANINGTYAS, . (2010) FRUSTRASI TOKOH UTAMA NOVEL KEMBANG KERTAS (IJINKAN AKU MENJADI LESBIAN) KARYA ENI MARTINI. Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.
|
Text
SKRIPSI.pdf Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap penyebab frustrasi tokoh utama, mengungkap lamanya frustrasi yang dialami tokoh utama, dan mengungkap cara tokoh utama mengatasi frustrasi yang dialaminya melalui wujud scapegoating, free-floating anger, suicide, repression, fantasy, regression, sublimation, reaction formation, projection, dan rasionalization. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik analisis isi, karena pada dasarnya setiap penelitian sastra merupakan sebuah penelitian kualitatif melalui pembacaan sastra. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan struktural dan pendekatan psikologi kepribadian melalui teori psikoanalisis. Penelitian ini dimulai sejak tahun 2007. Objek dalam penelitian ini yaitu tingkah laku took utama dalam novel Kembang Kertas (Ijinkan Aku Menjadi Lesbian) karya Eni Martini yang diterbitkan oleh 1st Trust Publishing di Jakarta pada April 2007 (cetakan pertama). Fokus penelitian ini dipusatkan pada frustrasi tokoh utama. Sub fokus adalah frustrasi tokoh utama dalam wujud scapegoating, free-floating anger, suicide, repression, fantasy, regression, sublimation, reaction formation, projection, dan rasionalization. Adapun permasalahan yang terdapat dalam novel ini dapat dirumuskan sebagai berikut: “Bagaimanakah pencitraan tokoh utama yang mengalami frustrasi dalam novel Kembang Kertas (Ijinkan Aku Menjadi Lesbian) karya Eni Martini ditinjau dari psikologi kepribadian dan dapatkah 6 frustrasi tokoh utama diungkap dengan pendekatan psikologi kepribadian melalui teori psikoanalisis?”. Berdasarkan analisis data, maka ditemukan kesimpulan sebagai berikut: Pertama, novel dengan tema tekanan batin seorang lesbian ini menampilkan seorang tokoh lesbian yang mengalami frustrasi karena adanya penolakan dari lingkungannya yang tidak bisa menerima kehadiran kelompok minoritas. Kelompok ini harus mengalami penolakan dari negara yang mayoritas masyarakatnya memeluk agama Islam. Oleh karena itu, keinginannya untuk dapat hidup bersama teman wanitanya tak dapat direalisir. Kedua, pengarang menggambarkan tokoh utama sebagai perempuan cantik yang berasal dari keluarga berada dengan latar belakang pendidikan sarjana lulusan luar negeri. Ia mengalami frustrasi selama hampir tiga puluh tahun, sampai akhirnya ia memutuskan untuk berterus terang akan kondisinya kepada suaminya dan keluarga besarnya, karena tidak kuat harus selalu menutupi ketidaklazimannya. Ketiga, alur dalam novel yang berlatar daerah Yogyakarta dan Jakarta ini termasuk dalam alur erat dan lurus, dengan tahapan alur yang tersaji menceritakan setiap peristiwa berurutan dari awal perkenalan sampai akhir penyelesaian konflik, sehingga hal tersebut memudahkan peneliti untuk mencari cara tokoh utama mengatasi frustrasinya. Tokoh utama mengatasi frustrasinya dengan berbagai cara, yaitu mengeluarkan emosinya dalam bentuk kemarahan, menekan keinginannya dan memunculkan kesadaran untuk tidak melakukan hal-hal yang dirasa akan menimbulkan konflik, mengkhayal, mengingat kenangan indah bersama kekasihnya, serta selalu menjaga harga dirinya dengan merekayasa alasan.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Additional Information: | 1). SITI GOMO ATTAS, M.HUM. ; 2). DR. KINAYATI DJ., M.PD. |
| Subjects: | Bahasa dan Kesusastraan > Bahasa Indonesia Bahasa dan Kesusastraan > Kesusastraan > Sastra Indonesia |
| Divisions: | FBS > S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia |
| Depositing User: | PKL . |
| Date Deposited: | 16 Oct 2026 02:19 |
| Last Modified: | 16 Oct 2026 02:19 |
| URI: | http://repository.unj.ac.id/id/eprint/74210 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
