FRISKA ARISMAYANG, . (2010) HUMOUR TEXTS IN READER’S DIGEST MAGAZINE. Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.
|
Text
Friska Arismayang.pdf Download (97kB) |
|
|
Text
THESIS APPROVAL SHEET.pdf Download (383kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf Download (6kB) |
|
|
Text
BAB 3.1..pdf Download (143kB) |
|
|
Text
BAB 4.1..pdf Download (316kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mekanisme semantik yang mencakup (ambiguitas semantik: leksikal dan structural ambiguitas dan truth conditional semantics yang termasuk di dalamnya causal fallacy) dapat menimbulkan kelucuan atau keberartian makna sesuai pada konteks lelucon yang tertulis dalam teks Majalah Reader’s Digest. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen apa saja yang ada dalam teks humor sehingga dapat mengundang tawa para pembaca. Penelitian ini menggunakan metode analisa deskriptif tentang teori semantik khususnya pada analisa komponen linguistik. Sumber data adalah 23 teks humor yang dipilih secara acak dari 3 edisi Majalah Reader’s Digest yang diterbitkan Oktober, November dan Desember 2009. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manipulasi ambiguitas leksikal memperoleh angka tertinggi. Dari sepuluh teks humor yang diteliti pada Oktober 2009, ditemukan sejumlah 39% manipulasi dalam mekanisme ambiguitas leksikal. Ini berarti mekanisme humor tersebut muncul berulang-ulang dalam teks. Dapat juga dikatakan bahwa teks humor dalam majalah tersebut seringkali memanipulasi teks humornya dengan mekanisme ambiguitas leksikal untuk menimbulkan kelucuan. Karena itulah para pembaca sebaiknya memiliki kemampuan kosakata yang memadai dan memahami makna suatu kata atau kalimat lebih dari apa yang tertera pada kamus. Jika tidak demikian, mereka akan terdiam tanpa bisa memecahkannya. Selain itu di posisi kedua angka tertinggi ditemukan sejumlah 30% manipulasi dalam mekanisme truth conditional semantics dan diikuti oleh causal fallacy sejumlah 27%. Hal tersebut menunjukkan bahwa mekanisme- mekanisme tersebut (truth conditional semantics & causal fallacy) juga acapkali digunakan untuk menciptakan lelucon pada teks. Untuk itulah para pembaca seharusnya memakai akal sehatnya secara logis untuk memahami suatu teks humor. Sementara itu, hanya ada satu manipulasi secara struktur ambiguitas sejumlah 4% dalam Majalah Reader’s Digest edisi Oktober sampai Desember 2009. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa manipulasi ambiguitas leksikal dan truth conditional semantics yang juga termasuk didalamnya causal fallacy dapat menyebabkan adanya efek kelucuan pada teks humor. Sebagai tambahan, untuk memahami teks humor pada Majalah Reader’s Digest, para pembaca harus memiliki latar belakang pengetahuan tentang budaya internasional karena teks-teks humor yang ada pada Majalah ini adalah hasil kontribusi banyak orang dari berbagai macam negara. Maka, pengetahuan yang memadai tentang budaya, sejarah, tempat-tempat bersejarah akan membantu mereka untuk memahami teks humor dengan lebih baik. ***** The purpose of this study is to reveal how the semantic mechanisms: semantic ambiguity (lexical ambiguity and grammatical ambiguity) and truth conditional semantics (including causal fallacy) make the jokes funny or meaningful in contexts on Reader’s Digest Asia magazine. Also, to reveal what are the humor components build in short text humor that finally can create the funniness in understanding the humor for readers. This study applies descriptive analytical method by using semantic theory especially deals with componential analysis. The sources of the data are 23 short text humors taken randomly from Reader’s Digest magazine issued in October, November and December 2009. The finding of the study revealed that the manipulation of lexical ambiguity has the highest number among the other semantic mechanisms. There are 10 short text humors that manipulate lexical ambiguity with 39%. It means that the manipulation of lexical ambiguity semantic happens most frequently in short text humor. It shows that short text humors often manipulate lexical ambiguity to sound funniness. Therefore readers should have enough vocabulary and knows its meaning more than that usually stated in the dictionary in order to understand humor texts better. If not they will be puzzled. While, truth conditional semantics with 30% is in the second possibility after lexical ambiguity of semantic and followed by causal fallacy with 27%. It shows that the manipulation of truth-conditional semantics is also often creating the funniness of humor texts. Therefore readers should have logical thinking in order to well understand the humor. On the other hand, there is only one manipulation of grammatical ambiguity with 4% in short text humors taken from Reader’s Digest magazine of October, November and December 2009 editions. From the findings of the study, the writer concludes that the manipulation of semantic ambiguity (Lexical semantics) and truth conditional semantics (including causal fallacy) can cause humorous effects in short text humors. In addition, in order to understand humor texts in Reader’s Digest, readers should have background knowledge about foreign culture since the humors in this magazine are contributed by common people from various countries and societies. Readers also need to have English proficiency because the humors in this magazine are written in English. Therefore, proper knowledge of foreign culture, history, places and world-wide known people will be great advantages in helping readers to understand more about short text jokes. If not, they will be puzzled and unable to understand the jokes.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Additional Information: | 1). ATI SUMIATI, M.HUM. ; 2). HASNINI HASRA, M.HUM |
| Subjects: | Bahasa dan Kesusastraan > Bahasa Inggris Bahasa dan Kesusastraan > Sastra Inggris |
| Divisions: | FBS > S1 Pendidikan Bahasa Inggris |
| Depositing User: | PKL . |
| Date Deposited: | 16 Oct 2026 08:22 |
| Last Modified: | 16 Oct 2026 08:22 |
| URI: | http://repository.unj.ac.id/id/eprint/74269 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
