ATIKOH ANGGRAENI, . (2008) Eksploitasi Sosial Ekonomi Anak Jalanan. Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.
|
Text
Universitas Negeri Jakarta.pdf Download (304kB) |
|
|
Text
LEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSI pipit.pdf Download (111kB) |
|
|
Text
DAFTAR TABEL.pdf Download (72kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (379kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (364kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (330kB) |
|
|
Text
BAB IV atikoh.pdf Download (481kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (115kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (149kB) |
|
|
Text
RIWAYAT HIDUP PENULIS.pdf Download (103kB) |
Abstract
Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan berbagai masalah eksploitasi ekonomi yang dihadapi oleh anak jalanan dan menjelaskan mengenai dampak eksploitasi di Terminal Kampung Melayu, Balimester, Jakarta Timur. Studi ini bagaimanapun juga tidak bermaksud untuk menggeneralisasikan area penelitian yang cenderung melibatkan sumber informasi (informan) yang sedikit. Tetapi, hasil penelitian ini bisa menyajikan gambaran mengenai eksploitasi anak jalanan di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur. Penelitian ini dilakukan di Kampung Melayu, Kelurahan Balimester, Jakarta Timur, dengan melibatkan 5 orang anak jalanan yang berjenis kelamin laki-laki yang berusia dibawah 15 tahun ke bawah, yakni 6-13 tahun sebagai sumber informasinya. Mereka menyebar di tempat-tempat di sekitar terminal. Pengambilan data dan informasi penelitian mengenai anak-anak jalanan dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Studi menunjukkan bahwa anak-anak jalanan mengalami eksploitasi secara ekonomi. Terjadinya eksploitasi ini disebabkan karena faktor kemiskinan keluarga. Ketidakmampuan orang tua dalam memenuhi kebutuhan primer keluarga, termasuk didalamnya kebutuhan anak-anak menjadi pendorong anak bekerja di jalanan menjadi pengamen. Dalam kasus ini, orang tua tidak dapat dikatakan sebagai pihak yang mengeksploitasi anaknya untuk bekerja. Indikasi ini muncul karena dari semua informan yang dalam penelitian ini mengaku bekerja atas kehendak sendiri, tanpa ada paksaan orang tua. Yang menjadi korban adalah anak jalanan yang rata-rata berusia antara 6 – 13 tahun. Usia ini merupakan usia anak sekolah. Sumber informan ini sudah menjadi anak jalanan sejak usia muda. Mereka telah bekerja sebagai pengamen di terminal sejak beberapa bulan. Ada tiga klasifikasi anak jalanan yang menjadi korban. Yang pertama adalah anak jalanan yang bekerja sambil bersekolah, yang kedua adalah anak jalanan yang bekerja tetapi tidak bersekolah sama sekali, dan yang ketiga dalah anak jalanan yang bekerja dan sudah putus sekolah. Sementara itu dalam studi ini ditemukan bentuk-bentuk eksploitasi yang terjadi pada anak jalanan. Bentuk-bentuk itu berupa (1) jam kerja yang panjang, (2) ii penghasilan yang tidak memadai, (3) pekerjaan yang menimbulkan tekanan fisik dan mental, (4) pekerjaan yang menghambat pada akses pendidikan. Akibat jam kerja yang panjang dengan kondisi tempat kerja yang tidak baik, hal ini menimbulkan dampak pada perkembangan mental dan fisik anak jalanan. Mental anak menjadi liar dan tidak sopan baik melalui perbuatan maupun dengan perkataan. Secara fisik mereka juga sering terkena penyakit seperti pusing-pusing, sakit kepala dan bengek (batuk-batuk). Dampak pada pendidikan adalah bahwa anak-anak jalanan yang masih sekolah cenderung untuk malas belajar karena mereka sudah lelah. Sedangkan bagi anak jalanan yang tidak sekolah, mereka cenderung kurang tanggap terhadap komunikasi secara verbal. Sementara itu anak jalanan yang putus sekolah cenderung merasa trauma terhadap lembaga pendidikan karena adanya kekerasan yang pernah dialami sehingga memutuskan untuk tidak bersekolah lagi. ***** This study purpose to describing all kind of economic exploitation problem that faced by street children and explaining exploitation effect itself at Kampung Melayu Bus Station, Balimester, East Jakarta. This study, however, are not aim to generalizing research area that involved a little mount of informants. However, the research result provide refraction picture about street children exploitation at Kampung Melayu Bus Station, East Java. Research are held in Kampung Melayu, Balimester Precinct, East Jakarta, that involved 5 male street children aged under 15 years old, from 6 to 13 years old age precisely, to be the informants. They spread in all places around the bus station. Research information taking about street children conducted using description qualitative method. Also using snowball technique, the researcher are directly involved in the research observation. This study point out that street children experience the exploitation economically. The exploitation are caused by family poverty factor. Their parent disability to fulfill primary demand, including the children demand force the children working at the street as beggar singer. In this case, their parent can not accused as suspect that exploit their children to work. This indication raise because from all the informants in this reseach confess that work as their own willing, without any necessity from their parent. The victim are street children that have average age among 6 until 13 years old, this is school attendant age for the children. The informants have become street children since their young age. They have been work as beggar singer since they in a few months age. There are three classification of street children who become the victim. The first one are the street children that that working while they are attending school, second are street children that working without attending school at all, and the last are street children that working and have been dropped out from their school. Mean while, this study has found exploitation from that happen to the street children. Those form are (1) very long working hours, (2) inadequate income, (3) job that cause bath physics and mental pressure, (4) work that head off the education aces. With long time working hours and in sufficient working place, this is cause iv effect to the mental and physics growth of the street children. Children mental are become under control and rude both in their attitude and speaks. Physically, they also easily get some desease like headache, and cough. Otherwise, effect to the education are street children who still in the school age usually lazy in study because they feel tire. In the other side, for the street children who is not attending school, they usually perceptiveless for the verbal communication. And for the dropped out street children who feel trauma to the education organization because they experience violence on it, so they decide to dropped out.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Additional Information: | 1). ANDI RAHMAN, M.SI. ; 2). ABDI RAHMAT, M.SI |
| Subjects: | Ilmu Sosial > Sosiologi |
| Divisions: | FIS > S1 Sosiologi |
| Depositing User: | PKL . |
| Date Deposited: | 22 Oct 2026 04:17 |
| Last Modified: | 22 Oct 2026 04:17 |
| URI: | http://repository.unj.ac.id/id/eprint/74469 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
