RISKA AMELIA, . (2010) OTONOMI SEKOLAH DALAM PENGELOLAAN SARANA PENDIDIKAN (Studi Deskriptif di SMP Negeri 1 Jakarta Pusat). Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.
|
Text
COVER.pdf Download (42kB) |
|
|
Text
ABSTRAK (1).pdf Download (347kB) |
|
|
Text
BAB I hal 1-9.pdf Download (273kB) |
|
|
Text
BAB II hal 10-44.pdf Download (471kB) |
|
|
Text
BAB III hal 45-59.pdf Download (260kB) |
|
|
Text
BAB IV hal 60-110.pdf Download (852kB) |
|
|
Text
BAB V hal 111-118.pdf Download (103kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (18kB) |
|
|
Text
Lampiran-Lampiran.pdf Download (542kB) |
|
|
Text
Daftar Riwayat Hidup.pdf Download (161kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum otonomi sekolah dalam pengelolaan sarana pendidikan yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Jakarta Pusat. Melalui pencarian data dan observasi, akan diperoleh informasi mengenai otonomi sekolah dalam pengelolaan sarana pendidikan yang meliputi penetapan arah dalam pengelolaan sarana pendidikan, pengaturan diri dalam pengelolaan sarana pendidikan, pendayagunaan dalam pengelolaan sarana pendidikan dan pengambilan resiko dalam pengelolaan sarana pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan mengunakan studi deskriptif. Dengan studi deskriptif, peneliti menjabarkan situasi seperti apa adanya sesuai dengan keadaan dari hasil temuan di lapangan. Apa yang diuraikan oleh peneliti adalah hasil pengamatan dari para key informan yang terkait, mereka adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah bagian sarana dan prasarana, staff tata usaha bagian sarana dan prasarana, pengelola perpustakaan, pengelola laboratorium dan guru. Penelitian ini berlangsung sejak bulan April 2010 dengan menggunakan tiga teknik pengambilan data yaitu, wawancara mendalam (indepth interview), observasi dan studi dokumentasi dari arsip sekolah dan fotografi. Temuan penelitian adalah sebuah gambaran atau deskripsi mengenai otonomi sekolah dalam pengelolaan sarana pendidikan yang meliputi: (1) Penetapan arah dalam pengelolaan sarana pendidikan, yakni dilihat dari penetapan visi, misi, tujuan dan penetapan sasaran. Penetapan visi, misi, tujuan dan penetapan sasaran dalam pengelolaan sarana pendidikan terkait dengan penetapan visi, misi, tujuan dan penetapan sasaran yang ada di sekolah tersebut. (2) Pengaturan diri dalam pengelolaan sarana pendidikan, yakni peraturan-peraturan dalam pengelolaan sarana pendidikan disesuaikan dengan sarana tersebut (3) Pendayagunaan sumber dalam pengelolaan sarana pendidikan, yakni dilihat dari mekanisme pengelolaan sarana pendidikannya yang meliputi perencanaan, pengadaan, penyimpanan, pemeliharaan, inventarisasi, penghapusan, dan pengawasan. Perencanaan dilaksanakan pada awal tahun dan akhir tahun ajaran. Pengadaan sarana diperoleh baik dari Depdiknas, PEMDA, komite sekolah dan pembuatan sendiri. Dalam penyimpanan sarana pendidikan disimpan dalam gudang dan lemari. Pemeliharaan sarana pendidikan di SMP Negeri 1 Jakarta dilakukan ii untuk mencegah kerusakan dan perbaikan kerusakan, kegiatan pemeliharaan ini juga merupakan tanggung jawab warga sekolah SMP Negeri 1 Jakarta. Dalam kegiatan inventarisasi di sekolah ini dilakukan dengan melalui tahap pencatatan terlebih dahulu pada saat sarana baru ada dan sebelum sarana tersebut dipakai. Kegiatan penghapusan dilakukan apabila terdapat sarana dalam keadaan cukup tua dan tidak bisa dipakai serta tidak bisa dimanfaatkan kembali oleh warga sekolah. Pengawasan yang dilakukan oleh pihak sekolah dilakukan secara pengecekan langsung dan pengecekan tidak langsung yang bisa dilihat melalui data-data administrasi. dan (4) Pengambilan resiko dalam pengelolaan sarana pendidikan, yakni dapat dilihat dari resiko yang diterima oleh sekolah mengenai perbedaan antara barang yang ada dengan berita acara. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sekolah telah menerapkan otonomi sekolah dalam pengelolaan sarana pendidikan. Implikasi dari penelitian ini yaitu bahwa otonomi sekolah dalam pengelolaan sarana pendidikan perlu mendapat dukungan dari semua pihak. Saran yang diajukan agar pihak sekolah membuat kebijakan atau peraturan-peraturan yang terkait dengan penetapan arah dalam pengelolaan sarana pendidikan yaitu dalam penetapan visi, misi, tujuan dan sasaran sekolah dalam peraturan tertulis. Selain itu sarana pendidikan yang masuk dalam kriteria penghapusan sebaiknya disimpan secara terpisah dengan sarana yang masih terpakai agar tidak menumpuk dan terkesan penuh di dalam gudang. Serta semua warga sekolah baik dari pihak sekolah maupun komite sekolah dapat menjalin komunikasi yang baik. ***** This study aims to determine the general picture of school autonomy in the management of educational facilities are carried out in SMP Negeri 1, Central Jakarta. Search through data and observation, will get information about school autonomy in management of educational facilities which include setting direction in the management of educational facilities, self-regulation in the management of educational facilities, educational facilities utilization management and risk-taking in the management of educational facilities. The method used in this study is a qualitative method using a descriptive study. With a descriptive study, researchers describe the situation as it is appropriate to the circumstances of the findings in the field. What was described by the researchers is the result of observation of the key informants who were involved, they are the principal, vice principal of facilities and infrastructure, the administrative staff and facilities, library managers, lab managers and teachers. This study took place since April 2010 using three data collection techniques namely, interviews (indepth interviews), observation and study of documentation from the school archives and photography. The findings of this research is a picture or a description of school autonomy in the management of educational facilities, covers: (1) The determination of direction in the management of educational facilities, that is viewed from the determination of the vision, mission, goals and target determination. Determination of the vision, mission, goals and target determination in management of education facilities related to setting the vision, mission, goals and target determination in school. (2) Self regulation in the management of educational facilities, that is the rules in the management of educational facilities are adjusted by it’s facilities (3) Utilization of resources in the management of educational facilities, it looks from the educational facilities management mechanisms including planning, procurement, storage, maintenance, inventory , removal, and supervision. Planning carried out earlier this year and end of school year. Procurement means obtained either from the Ministry of Education, local government, school committees and making his own. In the storage of educational equipment stored in warehouses and closets. Maintenance of educational facilities in SMP Negeri 1 Jakarta is to prevent and repair damage, this maintenance activity is also the responsibility of citizens of the school SMP Negeri 1 Jakarta. In the iv inventory of activities in schools through the gaze is done by first recording at the time existing and new facilities before the facilities will be used. Removal activities conducted if there are enough facilities that is too old and can not be used again by citizens of the school. Supervision is done by checking the school carried out the direct and indirect checks that can be seen through administrative data. and (4) Taking risks in management of educational facilities, which can be seen from the risk accepted by the school about the differences between the existing goods with news events. This Research concludes that the school has implemented a school autonomy in the management of educational facilities. The implications of this research is that school autonomy in the management of educational facilities need support from all parties. Suggestion to the school is to make policies or regulations related to the determination of direction in the management of educational facilities that is in determination the vision, mission, goals and targets for schools in the written rules. Besides educational facilities are included in the criteria for removal should be stored separately by the means that are still in use so as not to accumulate and impressed management in the warehouse. And all citizens from the school or school committee may establish good communication.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Additional Information: | 1)Dra. Nurhattati Fuad, M.Pd 2)Drs. Heru Santosa, M.Pd |
| Subjects: | Manajemen > Pendidikan, Riset Penelitian Bisnis |
| Divisions: | FIP > S1 Manajemen Pendidikan |
| Depositing User: | PKL . |
| Date Deposited: | 23 Oct 2026 07:11 |
| Last Modified: | 23 Oct 2026 07:11 |
| URI: | http://repository.unj.ac.id/id/eprint/74577 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
