NUR RAHMAH HIDAYATI, . (2010) MARAWIS SEBAGAI ARENA SOSIO-EDUKASI AGAMA DAN BUDAYA (Studi Tentang Grup Marawis Al ’Aghue, Condet, Jakarta Timur). Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.
|
Text
cover.pdf Download (21kB) |
|
|
Text
lembar persembahan rara.pdf Download (6kB) |
|
|
Text
ABSTRAK rara.pdf Download (41kB) |
|
|
Text
BAB I rara.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
RIWAYAT HIDUP.pdf Download (148kB) |
Abstract
Kesenian marawis merupakan sebuah kesenian yang dibawa oleh warga pendatang yang berasal dari Yaman ke Indonesia. Negara yang memiliki latar sosial kental dengan ajaran agama Islam tersebut mencoba disosialisasikan oleh penduduk asli Jakarta sebagai bagian dari etnis Betawi. Pengenalan marawis di ranah publik tidak terlepas dari orang-orang Betawi di dalamnya, yaitu seniman Betawi. Proses sosialisasi kesenian marawis terhadap masyarakat dilakukan dengan cara membawakan kesenian marawis dalam acara-acara adat orang Betawi, seperti pernikahan dan khitanan. Kesenian marawis yang dengan warna baru dengan membawa misi terhadap transformasi yang mengarah pada pendidikan seni dan budaya, mencoba mengajak masyarakat luas untuk dapat menerima serta melestarikan marawis agar tetap menjadi bagian dari masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna sosial yang terkandung di dalam kesenian marawis yang dimaknai oleh anggota grup marawis Al ’Aghue dan diinterpretasikan ke dalam kehidupan sehari-hari. Serta memberikan gambaran mengenai suatu grup kesenian marawis sebagai arena sosio-edukasi baik bagi anggota Al ’Aghue maupun masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan mendapatkan pemahaman tentang makna sosial yang terkandung di dalam kesenian marawis yang disosialisasikan oleh grup marawis Al ‘Aghue. Fokus penelitian adalah keberadaan Al ‘Aghue sebagai arena yang mensosialisasikan makna sosial di dalam kesenian marawis kepada masyarakat luas. Adapun kerangka konseptual yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsep sosialisasi yang merujuk pada sebuah identitas keislaman dan kebetawian. Subyek penelitian ini merupakan orang-orang yang berkecimpung di dalamnya, informan kunci berjumlah dua orang (dua budayawan Betawi) dan informan utama yaitu anggota grup marawis Al’ Aghue beserta guru. Sumber data yang diperoleh didapatkan dari hasil wawancara, observasi, dan studi pustaka. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa di dalam grup marawis Al ‘Aghue, telah terjadi proses sosio-edukasi nilai-nilai yang terkandung di dalam kesenian marawis. Pertama, kesenian marawis mengandung tiga makna sosial, yaitu identitas keislaman, identitas kebetawian, dan perekat sosial. Kedua, terjadinya proses sosioedukasi tidak terlepas dari peran seorang guru serta interaksi sesama anggota Al ’Aghue. Ketiga, marawis mencerminkan sebagai identitas keislaman dan kebetawian. Di mana terlihat dari kolektifitas keagamaan (bershalawat) serta pemakaian pakaian keseharian orang Betawi. Kesenian marawis sebagai arena yang membawa misi tersendiri pada sebuah transformasi di dalam pendidikan seni dan budaya.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Additional Information: | 1)Abdi Rahmat, M. Si |
| Subjects: | Ilmu Sosial > Sosiologi |
| Divisions: | FIS > S1 Pendidikan Sosiologi |
| Depositing User: | PKL . |
| Date Deposited: | 30 Oct 2026 03:20 |
| Last Modified: | 30 Oct 2026 03:20 |
| URI: | http://repository.unj.ac.id/id/eprint/74667 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
