POLA KOMODIFIKASI AGAMA : STUDI ESQ LEADERSHIP CENTER

RIEZQIE HASANAH, . (2010) POLA KOMODIFIKASI AGAMA : STUDI ESQ LEADERSHIP CENTER. Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.

[img] Text
COVER.pdf

Download (66kB)
[img] Text
Awalan.pdf

Download (76kB)
[img] Text
BAB I- BAB VI.pdf

Download (572kB)
[img] Text
lampiran.pdf

Download (256kB)
[img] Text
ALUR ANALISIS SOSIOLOGIS.pdf

Download (22kB)
[img] Text
Tabel III.4.pdf

Download (28kB)

Abstract

Kebangkitan nilai-nilai agama di kehidupan masyarakat modern merupakan gejala yang cenderung terlihat dalam beberapa dekade terakhir. Masyarakat modern kota mulai mencari dan mendekatkan diri pada kehidupan spiritual, yaitu adanya proses revitalisasi agama dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai atau makna agama yang mereka yakini sekarang ini telah melalui proses penyesuaian dengan kondisi masyarakat. Sehingga, makna dan nilai-nilai agama tersebut dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari hari dan menjadi way of life. Gejala inilah yang dengan cermat ditangkap oleh para pelaku bisnis. Dengan modal spiritual para pelaku bisnis mulai merambah bidang-bidang keagamaan dalam masyarakat. Salah satu perusahaan yang mengembangkan bisnis di bidang spiritual tersebut yaitu ESQ Leadership Center (ESQ LC). ESQ LC adalah sebuah lembaga training sumber daya manusia berbasis nilai-nilai spiritual, yang memberikan pelatihan atau training bagaimana membangkitkan modal spiritual yang telah ada dalam setiap individu, guna dimanfaatkan sebagai modal untuk mengembangkan potensi diri. Penelitian ini bermaksud untuk mendskripsikan bagaimana ESQ LC dapat mengembangkan bisnis training spiritual dengan melakukan komodifikasi agama. Yaitu, dimulai dari mereinterpretasi makna agama kedalam ESQ way 165 dan tujuh budi utama, 165 adalah sebuah konsep yang bersumber dari pemahaman agama Islan yaitu 1 Ihsan 6 Rukun Iman 5 Rukun Islam. Sedangkan 7 budi utama (yang bersumber dari surat Al-Fatihah dan Asmaul Husna) ESQ LC yang diterjemahkan kedalam budaya perusahaan mereka yaitu: jujur, tanggungjawab, adil peduli, visioner, disiplin, kerjasama, peduli. Kemudian makna serta nilai-nilai agama tersebut dimodifikasi dalam bentuk training spiritual. Untuk menyebarkan nilai-nilai tersebut, ESQ dengan produk training spiritualnya tidak disebarluaskan secara gratis, tapi dengan bentuk ”menjual” yaitu adanya tarif untuk mengikuti training tersebut. Selain itu penelitian ini mencoba memperhatikan apa saja keuntungan yang didapat masyarakat modern perkotaan dari training ESQ, sebagai konsumen produk keagamaan. Dengan menggunakan konsep komodifikasi penelitian ini mencoba menjelaskan keberhasilan ESQ sebagai perusahaan berbasis spiritual. Penelitian ini juga menggunakan teori Mcdonaldisasi guna menjelaskan prinsip kerja ESQ sebagai perusahaan rasional modern, dan konsep CRSP’s untuk menjelaskan bagaimana masyarakat khususnya modern kota tertarik dengan ESQ. Teori terakhir yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pertukaran George Homans, teori tersebut untuk memberikan gambaran pertukaran ”keuntungan” antara ESQ dan para peserta training. i Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif dipilih oleh peneliti untuk topik ini karena mengingat begitu dinamisnya kejadiankejadian yang diamati peneliti di lapangan, maka pendekatan kualitatif menjadi pilihan yang tepat. Data kualitatif merupakan sumber dari deskripsi yang luas dan berlandasan tokoh, serta memuat penjelasan tentang proses-proses yang terjadi dalam lingkup setempat. Hasil dari penelitian ini adalah bagaimana ESQ mampu mengembangkan bisnis yang tidak hanya mengejar keuntungan materi semata, juga mempunyai tujuan menyebarkan visi dan misi mereka. Selain itu para peserta yang mengikuti training spiritual tidak hanya mendapatkan pembelajaran agama namun ada hal-hal lainnya yang dijelaskan dalam konsep CRSP’s. Konsep CRSP’s memperlihatkan bahwa para peserta training ESQ tidak hanya mendapatkan pengalaman spiritual saja, tetapi ada lima keuntungan lainnya. Kelima faktor tersebut adalah keuntungan ekonomi, mendapatkan sisi hiburan, jaringan/komunitas sosial, menciptakan “image/brand” tersendiri, dan sebagai pengembangan layanan yang rasional. Keberhasilan ESQ sebagai perusahaan berbasis spiritual pada akhirnya memunculkan dilemma tersendiri. Yaitu disatu sisi sebagai perusahaan yang pada hakikatnya mengejar keuntungan materi, tapi disisi lain mempunyai tugas dakwah dalam mewujudkan visimisi mereka menuju Indonesia Emas 2020.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1)Abdi Rahmat, M.Si 2)Dra.Ikhlasiah Dalimoenthe, M.Si
Subjects: Ilmu Sosial > Sosiologi
Divisions: FIS > S1 Sosiologi
Depositing User: PKL .
Date Deposited: 30 Oct 2026 03:25
Last Modified: 30 Oct 2026 03:25
URI: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/74669

Actions (login required)

View Item View Item