PENDIDIKAN ORDE BARU: KEBIJAKAN PENDIDIKAN MASA MENTERI FUAD HASSAN (1985 – 1993)

EMILIA PALUPI NURJANNAH, . (2020) PENDIDIKAN ORDE BARU: KEBIJAKAN PENDIDIKAN MASA MENTERI FUAD HASSAN (1985 – 1993). Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.

[img] Text
COVER.pdf

Download (936kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (469kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (523kB) | Request a copy
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (668kB) | Request a copy
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (314kB) | Request a copy
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (322kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (6MB) | Request a copy

Abstract

Penulisan ini dilatarbelakangi oleh sejarah pendidikan pada masa Orde Baru dimana kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh Fuad Hassan selama menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan berperan besar bagi pendidikan di Indonesia. Tujuan dari Skripsi ini adalah untuk mendeskripsikan kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh Fuad Hassan mengenai Pendidikan Indonesia selama menjabat menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (1985-1993). Penelitian ini diharapkan dapat menambah tema-tema kajian Sejarah Pendidikan di Indonesia. Sekaligus menambah pengetahuan mengenai Sejarah Masa Orde Baru dalam bidang pendidikan. Penulisan skripsi ini menggunakan metode sejarah menurut Louis Gottschalk. Adapun tahapan-tahapan penelitian antara lain: 1) Heuristik yaitu pencarian dan pengumpulan sumber-sumber sejarah; 2) Verifikasi (kritik sumber), dengan melakukan kritik ekstern dan kritik intern, untuk mengetahui otentisitas dan kredibilitas sumber; 3) Interpretasi, yaitu penafsiran fakta yang telah diuji kebenarannya, kemudian menganalisa sumber-sumber yang menghasilkan suatu rangkaian peristiwa; 4) Historiografi, yaitu penulisan sejarah, pemaparan hasil penelitian sejarah yang telah dilakukan. Fuad Hassan dua kali dipercaya menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada periode kabinet Karya Pembangunan IV (1985-1988) dan Kabinet Karya Pembangunan V (1988-1993). Meskipun berlatar belakang filsafat dan begitu mencintai seni, Fuad Hassan sangat tertarik dengan masalah pendidikan, menurutnya pendidikan sangat penting terutama untuk menghasilkan generasi-generasi baru yang berkualitas bagi pembangunan nasional. Fuad Hassan mampu merancang dan melahirkan beberapa kebijakan strategis yang berpengaruh terhadap pendidikan nasional. Pada masa jabatannya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Fuad Hassan berhasil menyusun Undang-undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dengan berlakunya undang-undang tersebut maka segala unsur atau elemen pendidikan yang terkait disesuaikan dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional yang baru, termasuk dalam penyempurnaan Kurikulum 1984 menjadi Kurikulum 1994. Dalam pelaksanaan kebijakan Perguruan Tinggi Fuad Hassan juga melakukan perubahan, diantaranya perubahan penamaan gelar kesarjanaan, upaya penyempurnaan ujian masuk perguruan tinggi, serta mencabut secara formal kebijakan NKK/BKK dan menggantinya dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0457/U/1990 tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan. This writing is motivated by the history of education in the New Order era where the policies issued by Fuad Hassan during his term of office as Minister of Education and Culture played a important role for education in Indonesia. The purpose of this thesis is to describe the policies made by Fuad Hassan regarding Indonesian Education during his term of office as Minister of Education and Culture (1985-1993). This research is expected to add to the themes of the history of education in Indonesia. As well as increasing knowledge about the History of the New Order Period in the field of education. The writing of this thesis uses the historical method according to Louis Gottschalk. 1) Heuristics, namely the search and collection of historical sources; 2) Verification (source of criticism), by carrying out external critics and internal critics, to understand the authenticity and credibility of the source; 3) Interpretation, namely interpretation of facts that have won the truth, then analyzing sources that produce a series of information; 4) Historiography, which discusses history, presentation of the results of historical research that has been done. Fuad Hassan was twice entrusted to serve as Minister of Education and Culture in the Cabinet Karya Pembangunan IV period (1985-1988) and Cabinet Karya Pembangunan V (1988-1993). Despite his philosophical and artistic background, Fuad Hassan is very interested in education issues, according to him education is very important especially to produce new generations of quality for national development. Fuad Hassan was able to design and produce several strategic policies that influenced national education. During his tenure as Minister of Education and Culture Fuad Hassan managed to draft Law No. 2 of 1989 concerning the new National Education System, included in the refinement of the 1984 Curriculum to the 1994 Curriculum. In implementing the Fuad Hassan Higher Education policy also made changes, including the change in the naming of the degree, efforts to improve the college entrance examination, and formally revoke the NKK/BKK policy and replace it with the Decree of the Minister of Education and Culture No. 0457/U/1990 concerning General Guidelines for Student Organizations.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1). Dr. Abdul Syukur, M.Hum ; 2). Sri Martini, S.S, M.Hum
Subjects: Ilmu Sejarah > Kumpulan Peristiwa Tertentu
Ilmu Sejarah > Biografi
Divisions: FIS > S1 Pendidikan Sejarah
Depositing User: Emilia Palupi Nurjannah .
Date Deposited: 29 Aug 2020 17:31
Last Modified: 29 Aug 2020 17:31
URI: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/9053

Actions (login required)

View Item View Item