BOOSTERS AND SELF-MENTIONS IN DISCUSSION SECTION OF ENGLISH JOURNAL ARTICLES WRITTEN BY INDONESIAN-ENGLISH NATIVE SPEAKERS

MUHAMMAD REEZIDANE FAQIH, . (2022) BOOSTERS AND SELF-MENTIONS IN DISCUSSION SECTION OF ENGLISH JOURNAL ARTICLES WRITTEN BY INDONESIAN-ENGLISH NATIVE SPEAKERS. Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.

[img] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text
2. CHAPTER I.pdf

Download (513kB)
[img] Text
3. CHAPTER II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (884kB) | Request a copy
[img] Text
4. CHAPTER III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (588kB) | Request a copy
[img] Text
5. CHAPTER IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (559kB) | Request a copy
[img] Text
6. CHAPTER V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (512kB) | Request a copy
[img] Text
7. References.pdf

Download (510kB)
[img] Text
8. Appendixes.pdf
Restricted to Registered users only

Download (766kB) | Request a copy
[img] Text
9. Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi Boosters dan Self-Mention pada Bagian Diskusi Artikel Jurnal Bahasa Inggris yang Ditulis oleh Penutur Asli Bahasa Indonesia-Inggris. Peneliti menggunakan penelitian kualitatif karena penelitian ini menitikberatkan pada gambaran keseluruhan daripada menguraikannya menjadi variabel-variabel. Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif dan eksploratif karena mendeskripsikan kategori metadiscourse, dan kemungkinan penyebab kategori metadiscourse yang sering muncul dalam sebuah teks. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan, menyelidiki, dan mencari persamaan dan atau perbedaan penggunaan booster dan self- mentions yang dihasilkan pada bagian diskusi artikel jurnal bahasa Inggris yang ditulis oleh penutur asli bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Total ada 621 data yang terbagi menjadi 453 booster dan 168 self- mentions dari kedua native speaker. Penggunaan booster dan self- mentions oleh penutur asli bahasa Indonesia dan bahasa Inggris pada bagian diskusi tampak berjalan dengan sempurna. Selain itu, data menunjukkan bahwa persamaan dan perbedaan penggunaan booster dan self- mentions antara penutur bahsa Inggris asli dan bahasa Indonesia ditunjukkan pada preferensi masing-masing penutur. Penutur asli Indonesia lebih suka menggunakan booster daripada self mention. Sementara penutur asli bahasa Inggris terus-menerus menggunakan booster dan self-mentions. Temuan ini menyimpulkan bahwa penutur asli bahasa Indonesia lebih memilih untuk menekankan dan menutup diskusi daripada melakukan komunikasi kepada pembaca, sedangkan penutur bahasa Inggris lebih cenderung untuk melakukan komunikasi dan memastikan kecenderungan kepada pembaca. Berdasarkan kesimpulan penelitian ini, ada beberapa saran yang dapat dilakukan pada penelitian selanjutnya; Penutur asli bahasa Indonesia harus peduli juga menggunakan self- mentions dalam tujuan melakukan komunikasi kepada pembaca, penutur asli bahasa Indonesia seharusnya meningkatkan penggunaan self-mentions untuk melibatkan bahasa yang lebih komunikatif kepada pembaca, namun tetap memperdulikan pekerjaan booster. yang tampaknya cukup invarian. This study explores Boosters and Self-Mentions in Discussion Section of English Journal Articles Written by Indonesian-English Native Speakers. The researcher used qualitative research because this study was focusing on the total description rather than breaking it down into variables. The research conducted was intended descriptive and exploratory since it described metadiscourse categories, and the possible cause of the metadiscourse categories commonly appeared in a text. The aim of this study is to show, to investigate, and to look for similar and or difference in the use of boosters and self-mentions produced in the discussion section of the English journal articles written by Indonesian and English native speakers. There are 621 total data divided into 453 boosters and 168 self-mentions from both native speakers. The use of boosters and self-mentions by Indonesian and English native speakers in the discussion section are seemed to be in the perfect function. Besides, the data shows that similarity and difference usage of boosters and self-mentions between Indonesian and English native speakers are shown in the preferable of each native speaker. Indonesian native speakers are preferred to use booster than self-mentions. Whilst English native speakers are constantly using both boosters and self-mentions. This finding concludes that Indonesian native speakers are rather to emphasise and close discussion than to engage communication to the reader, in spite English are preferred to commit both communication and ascertain the study to the reader. Based on the conclusion of this study, there are several suggestions to be conducted in the next study; Indonesian native speakers should care to also use self-mentions in the aim of committing communication to the reader, Indonesian native speakers are supposed to increase the employment of self-mentions to engage more communicative language to the reader, yet to mind the boosters’ employment that seemed quite invariant.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1). Dr. Ifan Iskandar, M.Hum. 2). Dr. Sri Sumarni, M.Pd.
Subjects: Bahasa dan Kesusastraan > Bahasa Inggris
Divisions: FBS > S1 Pendidikan Bahasa Inggris
Depositing User: Users 14164 not found.
Date Deposited: 15 Mar 2022 07:29
Last Modified: 15 Mar 2022 07:29
URI: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/24291

Actions (login required)

View Item View Item