STUDI KARAKTERISTIK INDUSTRI KERAJINAN GERABAH DI DESA BUMIJAYA KECAMATAN CIRUAS KABUPATEN SERANG

SUMARDI, . (2016) STUDI KARAKTERISTIK INDUSTRI KERAJINAN GERABAH DI DESA BUMIJAYA KECAMATAN CIRUAS KABUPATEN SERANG. Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.

[img] Text
Bagian Cover.pdf

Download (12kB)
[img] Text
Bagian Daftar Isi - Revisi.pdf

Download (206kB)
[img] Text
Bagian Inti Bab 1-3 - Revisi.pdf

Download (231kB)
[img] Text
Bagian Inti Bab 4 - Revisi.pdf

Download (1MB)
[img] Text
Bagian Inti Bab 5 - Revisi.pdf

Download (89kB)
[img] Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (89kB)
[img] Text
RIWAYAT HIDUP.pdf

Download (58kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik industri kerajinan gerabah Desa Bumijaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengusaha gerabah berjumlah 250 orang. Jumlah sampel sebanyak 37 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik random sampling. Penelitian ini mendeskripsikan :1) Identitas responden dan 2) Karakteristik industri kerajinan Gerabah yang meliputi permodalan, sumber daya manusia, bahan baku, produksi dan pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan: pertama, usia pengusaha gerabah Desa Bumijaya rata-rata masih berusia produktif (22-63 tahun) dengan pendidikan rendah yaitu SD (77%). Usaha merupakan warisan secara turun-temurun yang masih dikembangkan hingga saat ini. Kedua, A) karekteristik industri kerajinan gerabah berdasarkan aspek permodalan, pengusaha masih mengandalkan tengkulak (57%). Peran tengkulak sebagai pembeli, pemasar dan pemberi pinjaman kepada para pengrajin gerabah, berdampak pada usaha sulitnya berkembang karena adanya tekanan dari tengkulak baik dalam hal kebutuhan modal maupun penentuan harga produk. B) Tenaga kerja dilakukan oleh kelompok usia tua (43-63 tahun) sebanyak 65%. Keberadaan industri modern yang dekat dengan sentra industri kerajinan gerabah Desa Bumijaya, menyebabkan generasi muda usia 22-35 tahun memilih bekerja sebagai buruh. C) Bahan baku berupa tanah liat yang tersedia di wilayah tersebut, mempunyai kualitas baik. Namun, belum sepenuhnya dikelola secara optimal. D) Karakteristik produk gerabah yang dihasilkan Desa Bumijaya masih tergolong tradisional dan setengah jadi. Desain hiasan khas yang populer adalah motif tumpal bergerigi dan ceplok dari teknik cap serta motif yang dihasilkan dengan teknik cubit serta teknik pewarnaan gelap dan warna merah tanah liat. Produk gerabah jenis raksasa yang mencapai 2 meter menjadi produk khas yang diminati oleh konsumen karena tidak didapatkan di daerah lain. Gerabah Desa Bumijaya mempunyai ketahanan yang kuat sehingga tidak mudah pecah ketika proses distribusi. E) Gerabah Desa Bumijaya, mampu bertahan dan terus berproduksi hingga sekarang dan masih ada permintaan barang baik dari Banten dan luar Banten karena produk-produk masih dibutuhkan oleh masyarakat seperti peralatan rumah tangga, pot, tempat pembakaran emas, dan lain-lain. Selain itu, didukung dengan faktor geografis fisik yaitu keberadaan lokasi industri gerabah dekat dengan tempat pengambilan bahan baku. Faktor geografis nonfisik yaitu ketersediaan modal, tenaga kerja, bahan baku dan aksesibilitas lokasi industri yang cukup strategis dengan kondisi jalan yang baik.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1). Dra. Dwi Sukanti L., M.Si ; 2). Ilham B Mataburu, S.Si., M.Si
Subjects: Ilmu Sosial > Industri, Buruh, Produksi
Divisions: FIS > S1 Pendidikan Geografi
Depositing User: hartati tati
Date Deposited: 08 Jan 2020 11:24
Last Modified: 08 Jan 2020 11:24
URI: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/2628

Actions (login required)

View Item View Item