PESAN KETUHANAN DALAM PUISI PERNIKAHAN DAN ANAK-ANAK KARYA KAHLIL GIBRAN: SEBUAH ANALISIS MAJAS

MUHAMMAD FARIZ FAUZAN, . (2017) PESAN KETUHANAN DALAM PUISI PERNIKAHAN DAN ANAK-ANAK KARYA KAHLIL GIBRAN: SEBUAH ANALISIS MAJAS. Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.

[img] Text
ACKNOWLEDGEMENT.pdf

Download (45kB)
[img] Text
ABSTRACT.pdf

Download (49kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (7kB)
[img] Text
BIODATA.pdf

Download (14kB)
[img] Text
CHAPTER V.pdf

Download (55kB)
[img] Text
CHAPTER I.pdf

Download (99kB)
[img] Text
CHAPTER II.pdf

Download (145kB)
[img] Text
CHAPTER III.pdf

Download (58kB)
[img] Text
CHAPTER IV.pdf

Download (182kB)
[img] Text
LEMBAR PERNYATAAN.pdf

Download (341kB)
[img] Text
COVER.pdf

Download (103kB)
[img] Text
LEMBAR PENGESAHAN.pdf

Download (349kB)
[img] Text
LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI.pdf

Download (35kB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengemukakan bagaimana pesan ketuhanan disampaikan dalam puisi karya Kahlil Gibran yang berjudul Pernikahan dan Anak-anak. Tujuan penelitian ini juga untuk mengemukakan bagaimana bentuk pesan ketuhanan yang terdapat dalam majas yang merujuk pada Tuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan majas dari Kennedy and Gioia sebagai teori utama analisis puisi-puisi tersebut. Analisis ini berbentuk deskripsi dengan pendekatan majas dalam menganalisis puisi Kahlil Gibran. Setelah dilakukan analisis tersebut, ditemukan terdapat 24 metonimi, 2 hiperbola, 30 metafora, 2 personifikasi, dan 1 paradox. Gibran secara dominan menyampaikan pesan-pesannya melalui metafora dan metonimi. Semua temuan tersebut mengemukakan bentuk pesan ketuhanan dalam puisi karya Kahlil Gibran adalah metaphor dan metonimi yang merujuk pada Tuhan dalam puisi Marriage dan Children, bahwa seseorang harus memperlakukan pasangannya sebagai milik Tuhan dan orang tua harus mengarahkan anak-anaknya seperti yang Tuhan inginkan, Tuhan sebagai pusat kehidupan: Tuhan yang menciptakan manusia, Tuhan yang member petunjuk kepada manusia, dan Tuhan yang mampu mengisi hidup manusia. The study aims at depicting the divine message delivered in Kahlil Gibran poems entitled “Marriage” and “Children”. It is not only how the divine message depicted in the poems, but also the form of the divine message in figurative languages that directly refered to The God Almighty. This study uses figurative languages approach from Kennedy and Gioia as the main theory of the analyses of the poems. The analysis as in descriptive form with the figurative languages approach in analyzing the Kahlil Gibran’s poems. After the analysis, the study found 58 figurative languages includes 24 metonymies, 2 hyperboles, 30 metaphors, 2 personifications, and 1 paradox. Gibran dominantly delivers the message through metaphor and metonymy. Those findings are depicting the form of the divine message in two Kahlil Gibran’s poems is metaphor and metonymy refer to The God Almighty in Marriage and Children poems, that one must treat his/her partner as God’s belonging and parents must direct their children as God wants, God as the center of life: God who creates human, God who gives guidance to human, and God who can fulfil human life.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: Ellita Permata Widjayanti, M.A
Subjects: Bahasa dan Kesusastraan > Bahasa Inggris
Divisions: FBS > S1 Pendidikan Bahasa Inggris
Depositing User: sawung yudo
Date Deposited: 26 May 2022 07:59
Last Modified: 26 May 2022 07:59
URI: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/29119

Actions (login required)

View Item View Item