UNSUR INTRINSIK DALAM NOVEL "AL-AJNIHATU AL-MUTAKASSIRATU" KARYA KAHLIL GIBRAN

NUR INAYAH WULANDARI, . (2022) UNSUR INTRINSIK DALAM NOVEL "AL-AJNIHATU AL-MUTAKASSIRATU" KARYA KAHLIL GIBRAN. Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.

[img] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB 1.pdf

Download (276kB)
[img] Text
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (533kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (286kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (486kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (201kB) | Request a copy
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA .pdf

Download (267kB)
[img] Text
LAMPIRAN .pdf
Restricted to Registered users only

Download (773kB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur-unsur intrinsik yang terdapat dalam novel “Al-Ajnihatu Al-Mutakassiratu” karya Kahlil Gibran. Metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan menganalisis isi. Teknik yang digunakan peneliti adalah peneliti dengan cermat dan berulang-ulang membaca sumber data sampai data yang dibutuhkan ditemukan. Hasil analisis unsur-unsur internal dalam novel “Al-Ajnihatu Al-Mutakassiratu” karya Kahlil Gibran: Novel ini memiliki tema utama sebagai tema utama novel “Al-Ajnihatu Al-Mutakassiratu” karya Kahlil Gibran adalah “cinta karena kesedihan dibalik penderitaan sepasang kekasih. dipisahkan oleh tangan takdir, dan kisah cinta pertama yang pahit. Alur yang digunakan dalam novel ini adalah alur campuran. Tokoh utama dalam novel ini adalah tokoh “Aku” yaitu Kahlil Gibran dan Selma Karami Sedangkan tokoh tambahan dalam novel ini adalah Faris Afandi Karami, Uskup Bulos Ghalib, Mansour Bey Ghalib, dan beberapa tokoh lain yang tidak digambarkan wataknya. Latar tempat dalam novel ini adalah: Beirut, Lebanon, Suria, rumah teman tokoh utama “Aku”, rumah Faris, daerah pegunungan Sunin, kamar Kahlil Gibran, rumah Selma dan Mansour , kamar Faris, kuil dan kuburan. Sedangkan latar waktu dalam novel ini adalah: Musim semi, bulan nisan, saat matahari terbenam, di malam hari dan musim panas di bulan Juli. Gaya bahasa yang digunakan pengarang dalam novel ini sangat khas, pengarang sering menggunakan kata-kata indah seperti puisi dan juga menggunakan kalimat yang bermakna metafora, salah satunya adalah personifikasi, sejenis bahasa kiasan yang menggambarkan wasiat orang mati. atau benda mati seolah-olah mereka memiliki karakteristik manusia. Penulis dalam novel ini cenderung menggunakan sudut pandang pertama. Dalam cerita, pengarang menceritakan tentang pengalaman pribadinya dan kata “aku” yang sering digunakan yaitu pengarang sendiri, sehingga termasuk dalam kategori sudut pandang orang pertama. Adapun pesan dalam novel “Sayap Patah” karya Khalil Gibran adalah pesan tersirat karena pesan novel ini tidak menggambarkan pesan secara langsung kepada pembaca, tetapi penulis menuangkan ceritanya ke dalam sebuah novel agar pembaca dapat memahaminya, sehingga pembaca harus mencari pesan dalam novel “Sayap Patah”. Novel Sayap Patah karya Kahlil Gibran memiliki pesan penting bagi pembacanya. Kita dapat menggunakan pesan ini sebagai panduan dalam hidup kita untuk menjadi orang yang lebih baik. Diantaranya: Tidak semua pemimpin bisa bertindak bijaksana, ikuti saja dia pada hal-hal yang baik. Cinta tidak selalu harus memiliki satu sama lain dan beberapa pesan lainnya. Kata kunci : Unsur-Unsur Intrinsik, Al-Ajnihatu Al-Mutakassiratu, Kahlil Gibran ************ This study aims to describe the intrinsic elements contained in the novel "Al-Ajnihatu Al-Mutakassiratu" by Kahlil Gibran. The method used by the researcher in this research is a qualitative descriptive method by analyzing the content. The technique used by the researcher is that the researcher carefully and repeatedly reads the data source until the required data is found. The results of the analysis of the internal elements in the novel "Al-Ajnihatu Al-Mutakassiratu" by Kahlil Gibran: This novel has the main theme as the main theme of the novel "Al-Ajnihatu Al-Mutakassiratu" by Kahlil Gibran is about "love because of sadness behind the suffering of a pair of lovers. separated by the hand of fate, and the story of a bitter first love. The plot used in this novel is mixed. The main characters in this novel are the characters “I”, namely Kahlil Gibran and Selma Karami. Meanwhile, the additional characters in this novel are Faris Afandi Karami, Bishop Bulos Ghalib, Mansour Bey Ghalib, and several other characters whose characters are not described. The setting in this novel is Beirut, Lebanon, Syria, the house of the main character's friend "I", Faris' house, the Sunin mountain area, Kahlil Gibran's room, Selma, and Mansour's house, Faris' room, temples, and graves. While the time setting in this novel is: Spring, the month of the gravestone, at sunset, in the evening, and summer in July. The style of language used by the author in this novel is very distinctive, the author often uses beautiful words such as poetry and also uses sentences with metaphorical meanings, one of which is personification, a type of figurative language that describes the will of the dead. or inanimate objects as if they had human characteristics. The author in this novel tends to use the first point of view. In the story, the author tells about his personal experience and the word "I" which is often used is the author himself, so is included in the category of first-person point of view. The message in the novel " Al-Ajnihatu Al-Mutakassiratu" by Khalil Gibran is an implied message because the message of this novel does not describe the message directly to the reader, but the author pours the story into a novel so that the reader can understand it, so the reader must look for the message in the novel " Al-Ajnihatu Al-Mutakassiratu". The novel Broken Wings by Kahlil Gibran has an important message for its readers. We can use this message as a guide in our lives to become better people. Among them: Not all leaders can act wisely, just follow him on good things. Love doesn't always have to have each other and some other message. Keywords : Intrinsic Elements, Al-Ajnihatu Al-Mutakasiratu, Kahlil Gibran

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1). Dr. Muhammad Kamal, M.A. ; 2). Hendrawanto, M.Pd.,M.A.
Subjects: Bahasa dan Kesusastraan > Bahasa Arab
Divisions: FBS > S1 Pendidikan Bahasa Arab
Depositing User: Users 16456 not found.
Date Deposited: 23 Sep 2022 02:34
Last Modified: 23 Sep 2022 02:34
URI: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/36300

Actions (login required)

View Item View Item