SISTEM MATRILINEAL DALAM NOVEL WARNA LOKAL MINANGKABAU PASCAREFORMASI (KAJIAN SOSIOANTROPOLOGI SASTRA)

ZULFITRIYANI, . (2023) SISTEM MATRILINEAL DALAM NOVEL WARNA LOKAL MINANGKABAU PASCAREFORMASI (KAJIAN SOSIOANTROPOLOGI SASTRA). Doktor thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.

[img] Text
COVER.pdf

Download (922kB)
[img] Text
BAB 1.pdf

Download (448kB)
[img] Text
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (541kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (205kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (852kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (130kB) | Request a copy
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (285kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK Penelitan ini mengkaji secara mendalam pengetahuan dan penemuan baru bentuk sistem matrilineal dalam novel warna lokal di Minangkabau. Novel yang akan diteliti dalam penelitian ini yaitu novel Limpapeh karya AR Rizal, Negeri Perempuan karya Wisran Hadi, Senandung Sabai karya Vera Yuana, dan Aku Tidak Membeli Cintamu karya Desni Intan Suri Mengenai sistem matrilineal layak untuk diteliti karena sejak masa sastra modern di Indonesia, sastra Minangkabau dahulunya terkenal karena kisah ironi terkait pernikahan dan adat. Sementara lewat yang hadir setelah reformasi memperlihatkan keadaan masyarakat masa kini dengan tatanan matrilineal yang sebagian masih mempertahankan sistem masa lalu dan ternyata masih banyak dijumpai dalam realitas masyarakat sekarang walaupun hal itu hanya diungkapkan dalam bentuk karya fiksi. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana sistem matrilineal dalam novel warna lokal Minangkabau yang dapat dipengaruhi oleh latar belakang sosial pengarang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbentuk deskriptif analisis yang sifatnya membahas secara mendalam suatu informasi lalu ditandai dalam teks. Pendekatan yang dipakai adalah kombinasi kajian sosiologi dan antropologi sastra dilengkapi dengan pandangan dunia pengarang. penelitian ini dilakukakan wawancara langsung dengan pengarang novel, pakar adat dan ahli sastra terkait sistem matrilineal yang diteliti. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa sistem matrilineal dalam novel warna lokal Minangkabau pascareformasi dari keempat novel yang mewakili ditemukan bahwa bentuk sistem matrilineal terbentuk dari peran bundo kandung berupa sikap dan peran seorang ibu dalam keluarga dan masyarat di Minangkabau. pertalian kekerabatan memperlihatkan bahwa masalah suku dan peran mamak masih penting dan dipakai sampai saat ini dalam masyarakat Minangkabau. Perihal perkawinan dalam novel memperlihatkan bahwa perkawinan masih dalam satu suku lebih diutamakan dari pada perkawinan dengan suku lain di luar suku Minangkabau. Sementara, berdasarkan harta warisan, harta pusaka tinggi yang merupakan hak dari kaum perempuan di Minangkabau masih dijaga walaupun harta pusaka tinggi tersebut sampai saat sekarang telah banyak yang hampir punah mengingat penjaga harta pusaka tinggi yaitu mamak telah banyak yang pergi merantau. Jadi, untuk pewarisan harta lebih diutamakan harta pusaka rendah karena bisa diwariskan kepada-anaknya sesuai syariat Islam. Sementara, berdasarkan sosial budaya secara tidak langsung dikaitkan dengan pandangan dunia pengarang yang bisa berupa pengalaman masa lalu, sekarang dan pikiran maju masa depan sesuai dengan sosial, adat, dan budaya yang telah dipakai. Kata Kunci : sistem matrilineal, novel, budaya warna lokal Minangkabau, pascareformasi, sosioantropologi sastra ABSTRACT This research examines in depth knowledge and new discoveries of the form of the matrilineal system in local color novels in Minangkabau. The novels that will be studied in this research are the novel Limpapeh by AR Rizal, Negeri Perempuan by Wisran Hadi, Senandung Sabai by Vera Yuana, and I Don't Buy Your Love by Desni Intan Suri Regarding the matrilineal system, it deserves to be studied because since the era of modern literature in Indonesia, literature Minangkabau was once famous for its ironic stories related to marriage and customs. Meanwhile, the passing that came after the reformation showed the current state of society with a matrilineal order, some of which still maintain the past system and in fact are still often found in the reality of today's society even though it is only expressed in the form of works of fiction. This can indirectly show mimetic elements in literary works that are fictional, but the truth can be found in society. Therefore, the purpose of this research is to see how the matrilineal system in local Minangkabau color novels can be influenced by the social background of the author. This research is a qualitative research in the form of descriptive analysis which is to discuss in depth an information and then it is marked in the text. The approach used is a combination of sociological studies and literary anthropology complemented by the author's world view. In this study, direct interviews were conducted with novel authors, adat experts and literary experts related to the matrilineal system being studied. The results of this study indicate that the matrilineal system in the post-reformation Minangkabau local color novels from the four representative novels found that the form of the matrilineal system was formed from the role of the biological bundo in the form of attitudes and the role of a mother in the family and society in Minangkabau. Kinship ties show that ethnic issues and the role of mamak are still important and are used today in Minangkabau society. Regarding marriage in the novel, it shows that marriage within one tribe takes precedence over marriage with other tribes outside the Minangkabau tribe. Meanwhile, based on inheritance, high inheritance which is the right of women in Minangkabau is still maintained even though many of these high inheritances have almost become extinct, considering that many guardians of high inheritance, namely mamak, have gone abroad and have given priority to inheritance. low because it can be passed on to their children according to Islamic law. Keyword: matrilineal system, novel, Minangkabau local color culture, post-reform, sociology of literature,

Item Type: Thesis (Doktor)
Additional Information: 1). Dr. Nuruddin, MA.; 2). Prof. Dr. Zainal Rafli, M.Pd.
Subjects: Bahasa dan Kesusastraan > Linguistik
Bahasa dan Kesusastraan > Bahasa Indonesia
Divisions: PASCASARJANA > S3 Linguistik Terapan
Depositing User: Users 17407 not found.
Date Deposited: 28 Feb 2023 07:37
Last Modified: 28 Feb 2023 07:37
URI: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/37491

Actions (login required)

View Item View Item