PEMANFAATAN MUSEUM KEPRAJURITAN INDONESIA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH

EVITA DWI OKTAVIANI, . (2020) PEMANFAATAN MUSEUM KEPRAJURITAN INDONESIA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH. Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.

[img] Text
COVER - 4415151073.pdf

Download (209kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (148kB)
[img] Text
LEMBAR PENGESAHAN.pdf

Download (476kB)
[img] Text
LEMBAR ORIGINALITAS.pdf

Download (323kB)
[img] Text
SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI.pdf

Download (209kB)
[img] Text
KATA PENGANTAR.pdf

Download (201kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (270kB)
[img] Text
BAB 1.pdf

Download (321kB)
[img] Text
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (328kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (422kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 4.pdf

Download (245kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (221kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (2MB)
[img] Text
DAFTAR RIWAYAT HIDUP.pdf

Download (212kB)

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang pemanfaatan Museum Keprajuritan Indonesia sebagai sumber belajar sejarah. Tujuan penelitian adalah untuk memberikan gambaran bagaimana pemanfaatan museum keprajuritan Indonesia sebagai sumber belajar sejarah pada mata pelajaran sejarah. Museum sebagai layanan pendidikan seringkali dipandang sebagai tempat penyimpanan bendabenda sejarah yang membosankan dan tidak memiliki daya tarik untuk dikunjungi. Padahal belajar sejarah akan lebih menarik dan menyenangkan jika belajar langsung ke tempat sejarah tersebut. Dengan adanya museum seharusnya dapat dijadikan sebagai sumber belajar sejarah bagi guru maupun siswa agar menciptakan pembelajaran sejarah yang menarik. Penelitian dilaksanakan di Museum Keprajuritan Indonesia selama lima bulan dari Juni sampai dengan Oktober 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dan teknik pengambilan atau mengumpulkan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Sumber data diperoleh dari wawancara dengan pengelola museum, guru sejarah, dan siswa SMA/sederajat. Teknik kalibrasi keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: (1) Museum Keprajuritan Indonesia dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah karena museum tersebut memiliki relevansi dengan mata pelajaran sejarah Indonesia kelas X kompetensi dasar 3.6 dan 3.8, sedangkan kelas XI kompetensi dasar 3.2. (2) kendala yang dihadapi dalam memanfaatkan museum sebagai sumber belajar sejarah, yaitu Kurangnya SDM yang mempengaruhi aspek manajerial pelayanan dan pengelolaan museum menjadi kurang maksimal. Minimnya dana operasional museum. Sulitnya perijnan yang sulit dari birokrasi sekolah. Tidak adanya program kunjungan ke museum. Kurangnya perhatian dan sosialiasasi dari pengelola museum. (3) Program edukasi yang dilaksanakan oleh Museum Keprajuritan Indonesia dapat membantu meningkatkan eksistensi museum dan mengoptimalkan fungsi museum sebagai sumber belajar sejarah. This research describes the utilization of the Museum of the Indonesian Army as a source of historical learning. The purpose of this research is to provide an overview of how the use of the Museum of the Indonesian Army as a source of history learning in history lesson. The museum as an educational service is often seen as a repository of historical objects that are boring and have no attraction to visit. Though learning history will be more interesting and fun if learning directly to the historical place. With the existence of the museum it should be able to be used as a source of historical learning for both teachers and students to create interesting historical learning. The research was carried out at the Museum of the Indonesian Army for five months from June to October 2019. The research method used was qualitative with a descriptive approach, and the technique of collecting or collecting data through observation, interviews and documentation studies. Data sources obtained from interviews with museum managers, history teachers, and high school students / equivalent. Data validity calibration techniques using data triangulation techniques. Data analysis techniques in this research include data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the research concluded that: (1) the Museum of the Indonesian Army can be used as a source of history learning because the museum has relevance to Indonesian history lesson in class X basic competencies 3.6 and 3.8, while class XI basic competency 3.2. (2) the obstacles faced in using the museum as a source of historical learning, namely the lack of human resources that affect the managerial aspects of service and management of the museum is less than the maximum. The lack of museum operational funds. The difficulty of the difficult permission from the school bureaucracy. There is no museum visit program. Lack of attention and socialization from the museum manager. (3) Educational programs carried out by the Museum of the Indonesian Army can help improve the existence of museums and optimize the function of museums as a source of historical learning.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1). Dr. Umasih, M.Hum. ; 2). Dr. Kurniawati, M.Si.
Subjects: Ilmu Sejarah > Aneka Ragam Sejarah dan Teori Sejarah
Divisions: FIS > S2 Pendidikan Sejarah
Depositing User: Evita Dwi Oktaviani .
Date Deposited: 12 Mar 2020 12:11
Last Modified: 12 Mar 2020 12:11
URI: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/4543

Actions (login required)

View Item View Item