Gangguan Artikulasi pada Penderita Disartria (Penelitian Neurolinguistik pada Penderita Disartria Anak)

Muyassarah Mahdiyah., . (2012) Gangguan Artikulasi pada Penderita Disartria (Penelitian Neurolinguistik pada Penderita Disartria Anak). Sarjana thesis, Universitas Negeri Jakarta.

[img] Text
ABSTRAK, PENGESAHAN, PERNYTAAN FINAL.pdf

Download (77kB)
[img] Text
BAB 1 sampai bab 5.pdf

Download (646kB)
[img] Text
COVER SKRIPSI.pdf

Download (31kB)
[img] Text
LAMPIRAN BUAT CD.pdf

Download (384kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi tentang gangguan berbicara artikulasi bunyi vokal dan bunyi konsonan pada penderita disartria anak. Penelitian ini dilakukan di Klinik Bina Wicara Vacana Mandira, Akademik Terapi Wicara, Jakarta Pusat yang dilaksanakan pada April-Mei 2012. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Fokus penelitian ini adalah bunyi artikulasi pada vokal dan konsonan yang diucapkan oleh penderita disartria anak. Objek penelitian ini adalah penderita disartria anak berumur lima tahun yang mengalami gangguan berbicara pada artikulasi bunyi vokal dan konsonan. Instrumen penelitian ini menggunakan tes artikulasi sebagai alat untuk mengetahui kesalahan penderita disartria dalam mengucapkan vokal dan konsonan yang sudah dimodifikasi dari format yang ada di Klinik Bina Wicara, Vacana Mandira dan tabel analisis vokal dan konsonan. Adapun tabel analisis tersebut untuk mengetahui kesalahan ucapan bunyi vokal dan konsonan yang dianalisis berdasarkan kategori penggantian bunyi/subtitusi, penghilangan bunyi/omisi, penambahan bunyi/adisi dan ketidakjelasan bunyi/distorsi. Dari kategori tersebut, ditemukan adanya penggantian bunyi pada vokal ada 19 fonem, sedangkan konsonan ada 101 fonem. Penghilangan bunyi pada vokal ada 12 fonem, sedangkan konsonan ada 187 fonem. Penambahan bunyi pada vokal ada 2 fonem, sedangkan konsonan ada 10 fonem. Ketidakjelasan bunyi tidak ditemukan dalam ucapan ketiga pasien tersebut karena kategori ini terjadi pada orang dewasa. Berdasarkan kategori tersebut, ketiga pasien tersebut melakukan kesalahan ucapan bunyi vokal dan bunyi konsonan lebih dari satu fonem . Pada penggantian bunyi vokal yang paling banyak ditemukan fonem /a/ menjadi /e/, sedangkan konsonan, fonem /r/ menjadi /l/. Penghilangan bunyi vokal yang paling banyak ditemukan fonem /u/ pada diftong /au/, sedangkan konsonan fonem /t/. Penambahan bunyi vokal paling banyak ditemukan pada fonem /u/, sedangkan konsonan fonem /h/. Pasien mengalami gangguan berbicara pada artikulasi karena adanya kerusakan otot pada korteks motorik yang mempengaruhi gerakan-gerakan otot berbicara sehingga ditemukan adanya kelemahan dalam mengucapkan sebuah fonem atau yang disebut dengan disartria flaksid. Selain itu, disertai juga gangguan pendengarannya. Kata Kunci : Artikulasi, Bunyi Vokal dan Konsonan

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1.) Prof. Dr. Achmad, H.P. 2.) Dr. Endry Boeriswati, M.Pd.
Subjects: Bahasa dan Kesusastraan > Bahasa Indonesia
Bahasa dan Kesusastraan > Kesusastraan > Sastra Indonesia
Divisions: FBS > S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Depositing User: putra putra putra
Date Deposited: 22 Oct 2019 15:40
Last Modified: 22 Oct 2019 15:40
URI: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/468

Actions (login required)

View Item View Item