RAMA RIA, . (2024) PANDANGAN AYAH ETNIS BATAK TOBA MENGENAI PENTINGNYA PENDIDIKAN TINGGI ANAK PEREMPUAN DALAM PERSPEKTIF PARSONIAN (STUDI KASUS LIMA JEMAAT GEREJA HKBP CENGKARENG). Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.
![]() |
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
![]() |
Text
BAB 1.pdf Download (667kB) |
![]() |
Text
BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (404kB) | Request a copy |
![]() |
Text
BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (362kB) | Request a copy |
![]() |
Text
BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (363kB) | Request a copy |
![]() |
Text
BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (186kB) | Request a copy |
![]() |
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (248kB) |
![]() |
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (657kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pertimbangan Ayah etnis Batak Toba dalam memilih dan memberikan pendidikan tinggi kepada anak perempuan mereka. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan cara Ayah etnis Batak Toba dapat menyeimbangkan nilai-nilai tradisional dengan tuntutan modern dalam mendukung pendidikan tinggi anak perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari 5 informan yaitu Ayah etnis Batak Toba yang menjadi jemaat di Gereja HKBP Cengkareng. Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan rentang waktu dari bulan Februari 2024 hingga Juli 2024. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui pengumpulan data primer dan data sekunder. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara mendalam, studi pustaka dan juga dokumentasi. Triangulasi data dalam penelitian ini yaitu AAS yang merupakan seorang anak perempuan yang memiliki pengalaman menempuh pendidikan tinggi. Penelitian ini menggunakan teori struktural fungsional Talcott Parsons. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pandangan ayah etnis Batak Toba terhadap pendidikan anak perempuan mengalami perubahan yang signifikan yang menunjukkan bahwa ayah mulai menyadari pentingnya pendidikan tinggi bagi anak perempuan untuk meningkatkan status sosial dan ekonomi keluarga. Pada fungsi adaptasi, ayah menyesuaikan diri dengan perubahan sosial dan ekonomi dengan mendukung pendidikan tinggi sebagai strategi menjaga stabilitas keluarga, meski keputusan ini masih bergantung pada kondisi ekonomi yang sering memprioritaskan anak laki-laki. Dalam fungsi pencapaian tujuan, pendidikan anak perempuan dilihat sebagai investasi jangka panjang yang memperkuat martabat keluarga. Pada fungsi integrasi, ayah mengharmonisasikan nilai tradisional dan tuntutan modern melalui norma budaya, hukum, adat, dan agama, menjadikan pendidikan tinggi sebagai sarana meningkatkan kehormatan keluarga di komunitas adat. Sedangkan pada fungsi latensi, ayah melestarikan nilai tradisional dengan mengajarkan prinsip Dalihan Na Tolu dan 3H (Hamoraon, Hagabeon, Hasangapon) untuk memastikan anak perempuan memahami dan terlibat dalam adat serta nilai budaya keluarga. ***** This study aims to describe the considerations of Batak Toba fathers when deciding on and providing higher education for their daughters. Additionally, this study aims to explores how these fathers balance traditional values with modern demands in supporting their daughters' higher education. The research uses a descriptive qualitative approach with a case study method. The subjects are five Batak Toba fathers who are members of the HKBP Church in Cengkareng. The research was conducted from February 2024 to July 2024. Data were collected from primary and secondary The data collection techniques included observation, in-depth interviews, literature review, and documentation. Data triangulation involved AAS, a daughter with experience in higher education. The reasearch applies Talcott Parsons’ structural functional theory. The result of this study that the perspective of Batak Toba fathers regarding their daughters' education has significantly shifted, indicating an increasing awareness of the importance of higher education for daughters to enhance the family's social and economic status. In the adaptation function, fathers adjust to social and economic changes by supporting higher education as a strategy to maintain family stability, though this decision still depends on economic conditions, which often prioritize sons. In the goal attainment function, daughters' education is seen as a long-term investment that strengthens the family's dignity. In the integration function, fathers harmonize traditional values with modern demands through cultural norms, law, customs, and religion, making higher education a means to enhance the family's honor in the traditional community. In the latency function, fathers actively preserve traditional values by teaching the principles of Dalihan Na Tolu and the 3H (Hamoraon, Hagabeon, Hasangapon) to ensure that daughters understand and participate in cultural rituals and uphold the family's cultural values.
Item Type: | Thesis (Sarjana) |
---|---|
Additional Information: | 1). Dr. Ikhlasiah Dalimoenthe, M.Si. ; 2). Prof. Dr. Robertus Robet, MA |
Subjects: | Ilmu Sosial > Ilmu Sosial (Umum) Ilmu Sosial > Sosiologi |
Divisions: | FIS > S1 Sosiologi |
Depositing User: | Users 27295 not found. |
Date Deposited: | 04 Mar 2025 01:50 |
Last Modified: | 04 Mar 2025 01:50 |
URI: | http://repository.unj.ac.id/id/eprint/54384 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |