SALSABILA WULANDARI, . (2026) KETAHANAN DIRI SPIRITUAL MAHASISWA MUSLIM DALAM MASYARAKAT PERKOTAAN PLURALISTIK DI UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA. Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.
|
Text
COVER.pdf Download (831kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (226kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (239kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB III..pdf Restricted to Registered users only Download (234kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (406kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (174kB) | Request a copy |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (194kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (853kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini mengkaji ketahanan diri spiritual mahasiswa muslim perantau dalam menghadapi dinamika kehidupan masyarakat perkotaan yang pluralistik di Universitas Negeri Jakarta. Fokus utama penelitian ini terletak pada bagaimana pengalaman keagamaan dan pemahaman intelektual keagamaan mahasiswa berperan dalam menjaga kestabilan spiritual mereka di tengah tekanan sosial, budaya, dan moral yang menyertai kehidupan kampus di kota besar. Kehidupan perkotaan dengan tingkat heterogenitas yang tinggi menuntut mahasiswa untuk terus menegosiasikan nilai-nilai keagamaan yang mereka yakini dengan realitas sosial yang mereka hadapi sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Subjek penelitian ialah mahasiswa muslim Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Negeri Jakarta semester lima hingga semester akhir yang berasal dari luar Jabodetabek dan tinggal di wilayah Rawamangun, Jakarta Timur. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data didasarkan pada teori ketahanan diri (Garmezy, Werner, serta Connor dan Davidson), teori ketahanan diri spiritual dan koping keagamaan (Pargament), serta dimensi religiusitas Glock dan Stark, khususnya pada aspek pengalaman keagamaan dan pemahaman intelektual keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan diri spiritual mahasiswa muslim terbentuk melalui proses adaptasi yang dinamis dan kontekstual. Spiritualitas tidak berada dalam kondisi yang statis, melainkan mengalami fluktuasi seiring dengan perubahan kondisi akademik, relasi sosial, serta paparan nilai-nilai budaya perkotaan. Pengalaman keagamaan berfungsi sebagai sumber ketenangan batin, penguatan makna hidup, dan pengendalian diri, sementara pemahaman intelektual keagamaan membantu mahasiswa bersikap reflektif, rasional, dan moderat dalam menyikapi perbedaan nilai dan gaya hidup. Ketahanan diri spiritual lahir dari interaksi antara faktor internal, seperti kesadaran nilai dan kontrol diri, serta faktor eksternal, seperti dukungan keluarga, lingkungan pergaulan, dan keberadaan komunitas keagamaan di kampus. ***** This study examines the spiritual resilience of muslim migrant students in facing the dynamics of pluralistic urban life at Universitas Negeri Jakarta. The main focus of the study lies in how religious experiences and intellectual religious understanding contribute to maintaining students’ spiritual stability amid the social, cultural, and moral pressures that accompany campus life in a large city. Urban life, with its high level of heterogeneity, requires students to continuously negotiate the religious values they uphold with the social realities they encounter in their daily lives. This study employs a qualitative descriptive approach using field research. The research subjects are muslim students of the Islamic Education (Pendidikan Agama Islam) Program at Universitas Negeri Jakarta, from the fifth semester to the final semester, who come from outside the Greater Jakarta area (Jabodetabek) and reside in Rawamangun, East Jakarta. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis was guided by resilience theory (Garmezy, Werner, and Connor & Davidson), theories of spiritual resilience and religious coping (Pargament), and Glock and Stark’s dimensions of religiosity, particularly the aspects of religious experience and intellectual religious understanding. The findings Indicate that the spiritual resilience of muslim students is formed through a dynamic and contextual process. Spirituality does not remain static but fluctuates in response to changes in academic conditions, social relationships, and exposure to urban cultural values. Religious experience functions as a source of inner peace, meaning-making, and self-control, while intellectual religious understanding enables students to respond to differences in values and lifestyles in a reflective, rational, and moderate manner. Spiritual resilience emerges from the interaction between internal factors, such as value awareness and self-regulation, and external factors, such as family support, peer environments, and the presence of religious communities on campus.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Additional Information: | 1). Mushlihin, MA.; 2). Suci Nurpratiwi, M.Pd. |
| Subjects: | Filsafat, Psikologi & Agama > Psikologi, Ilmu Jiwa Filsafat, Psikologi & Agama > Etika Filsafat, Psikologi & Agama > Islam (Ajaran Islam dan pendidikan Islam) Ilmu Sosial > Ilmu Sosial (Umum) Ilmu Sosial > Kondisi Sosial,Masalah Sosial,Reformasi Sosial Ilmu Sosial > Komunikasi |
| Divisions: | FIS > S1 Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | Users 32653 not found. |
| Date Deposited: | 30 Jan 2026 03:31 |
| Last Modified: | 30 Jan 2026 03:31 |
| URI: | http://repository.unj.ac.id/id/eprint/64510 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
