KESIAPAN SEKOLAH PADA ANAK USIA 6-7 TAHUN DALAM MASA TRANSISI MENUJU SEKOLAH DASAR (SD)

JIHAN LUTFIYAH HAMIIDAH, . (2026) KESIAPAN SEKOLAH PADA ANAK USIA 6-7 TAHUN DALAM MASA TRANSISI MENUJU SEKOLAH DASAR (SD). Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.

[img] Text
COVER.pdf

Download (985kB)
[img] Text
BAB 1.pdf

Download (393kB)
[img] Text
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (575kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (484kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (719kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (312kB) | Request a copy
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (285kB)
[img] Text
LAMPIRAN (1)_compressed.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan pendekatan yang dilakukan oleh guru dan tuntutan yang dimiliki oleh orang tua terhadap kesiapan sekolah anak usia 6–7 tahun dalam masa transisi menuju sekolah dasar (SD). Kesiapan sekolah dipahami sebagai hasil dari proses interaksi antara faktor internal anak dengan faktor eksternal dari lingkungan keluarga dan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian melibatkan anak usia 6–7 tahun, orang tua, serta guru yang berperan langsung dalam proses transisi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan sekolah anak terbentuk melalui keseimbangan antara motif internal anak dan tuntutan eksternal dari lingkungan. Enam aspek utama kesiapan yang ditemukan meliputi kesiapan fisik, sosial-emosional, akademik, rutinitas, kemandirian, dan kedisiplinan. Setiap aspek berkembang dari dorongan dalam diri anak seperti rasa ingin tahu, motivasi, dan minat belajar yang berinteraksi dengan ekspektasi serta pembiasaan yang diberikan oleh guru dan orang tua. Guru berperan menumbuhkan kesiapan melalui pendekatan bermain, pembiasaan positif, serta kegiatan yang menstimulasi kemampuan sosial maupun kognitif. Sementara itu, orang tua cenderung menekankan kesiapan akademik dan kemandirian di rumah. Meskipun terdapat perbedaan fokus dan pendekatan antara guru dan orang tua, interaksi keduanya justru menciptakan kolaborasi yang saling melengkapi dalam membentuk kesiapan anak menghadapi masa transisi ke sekolah dasar. Kolaborasi ini membuat anak memperoleh pengalaman belajar yang seimbang antara aspek akademik dan sosial-emosional. Dengan demikian, kesiapan sekolah tidak hanya mencakup kemampuan akademik, tetapi juga meliputi aspek sosial-emosional, kemandirian, dan kedisiplinan. Semua aspek tersebut berkembang melalui kolaborasi terpadu antara anak, keluarga, dan sekolah. Penelitian ini merekomendasikan adanya komunikasi yang berkesinambungan antara guru dan orang tua untuk mendukung kesiapan anak secara optimal ***** This study aims to examine the differences between teachers approaches and parents’ expectations toward the school readiness of children aged 6–7 years during their transition to elementary school. School readiness is understood as the result of an interaction between children’s internal factors and external influences from their family and school environments. This research employed a qualitative approach with a descriptive case study design. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving children aged 6–7 years, their parents, and teachers who were directly engaged in the transition process. The findings reveal that children’s school readiness is formed through a balance between internal motives and external demands from their environment. Six main aspects of readiness were identified: physical, social-emotional, academic, routine, independence, and discipline. Each aspect develops from the child’s intrinsic drives such as curiosity, motivation, and interest in learning that interact with the expectations and routines established by teachers and parents. Teachers foster readiness through play-based learning, positive habits, and activities that stimulate both social and cognitive skills, while parents tend to emphasize academic readiness and independence at home. Although there are differences in focus and approach between teachers and parents, their interaction creates a complementary collaboration that supports children’s readiness for elementary school. This collaboration provides children with balanced learning experiences across academic and socio-emotional domains. Consequently, school readiness not only encompasses academic ability but also includes social-emotional, independence, and discipline aspects that grow through the integrated collaboration among the child, family, and school. This study recommends maintaining continuous communication between teachers and parents to optimally support children’s school readiness.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1). Ade Dwi Utami, S.Pd., M.Pd; 2). Dr. Nurbiana Dhieni, M.Psi.
Subjects: Pendidikan > Evaluasi Pendidikan
Pendidikan > Pendidikan Dasar
Pendidikan > Teori, Penelitian Pendidikan
Pendidikan > Aneka Ragam tentang Pendidikan
Pendidikan > Pendidikan Dasar > Pendidikan Anak
Divisions: FIP > S1 Pendidikan Guru PAUD
Depositing User: Jihan Lutfiyah Hamiidah .
Date Deposited: 02 Feb 2026 08:47
Last Modified: 02 Feb 2026 08:47
URI: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/64670

Actions (login required)

View Item View Item