ANALISIS TINDAK TUTUR EKSPRESIF DALAM KARTUN PETUALANG MANSOUR

TIARA AGUSTIN S, . (2026) ANALISIS TINDAK TUTUR EKSPRESIF DALAM KARTUN PETUALANG MANSOUR. Sarjana thesis, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.

[img] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB 1.pdf

Download (263kB)
[img] Text
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (510kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (220kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (805kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (289kB) | Request a copy
[img] Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (153kB)
[img] Text
Lampiran .pdf
Restricted to Registered users only

Download (461kB) | Request a copy

Abstract

Bahasa dalam dialog kartun tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampai informasi, tetapi juga sebagai alat untuk mengekspresikan sikap dan kondisi psikologis tokoh. Hal ini sejalan dengan pandangan Austin dan Searle yang menyatakan bahwa ujaran merupakan bentuk tindakan yang dilakukan melalui bahasa. Salah satu bentuk tindakan berbahasa tersebut adalah tindak tutur ekspresif, yang digunakan penutur untuk mengungkapkan perasaan, emosi, dan sikap terhadap suatu situasi. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan fungsi tindak tutur ekspresif yang terdapat dalam dialog kartun Petualangan Mansour. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Data penelitian berupa tuturan para tokoh dalam enam episode kartun Petualangan Mansour yang tergabung dalam tema لحظات الإثارة القصوى (Puncak Petualangan Paling Seru), yaitu episode Kegilaan Virtual, Karpet Ajaib, Penemuan dan Kreativitas, Serangan Darat, Efisiensi Energi, dan Para Reporter. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan pencatatan tuturan, sedangkan analisis data dilakukan dengan mengklasifikasikan tuturan berdasarkan jenis dan fungsi tindak tutur ekspresif dengan mengacu pada teori tindak tutur Austin dan Searle. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan sebanyak 57 data tindak tutur ekspresif. Berdasarkan jenisnya, tindak tutur ekspresif dalam kartun Petualangan Mansour terbagi ke dalam enam jenis, yaitu dorongan sebanyak 18 data, kekaguman sebanyak 11 data, kekhawatiran sebanyak 10 data, ucapan terima kasih sebanyak 7 data, sindiran sebanyak 6 data, dan penolakan sebanyak 5 data. Berdasarkan fungsinya, tindak tutur ekspresif tersebut diklasifikasikan ke dalam tiga fungsi, yaitu fungsi emosional–psikologis sebanyak 32 data, fungsi sosial–relasional sebanyak 20 data, dan fungsi moral–budaya sebanyak 5 data. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa tindak tutur ekspresif dalam kartun Petualangan Mansour didominasi oleh jenis dorongan dan fungsi emosional–psikologis. Hal ini menunjukkan bahwa dialog antar tokoh lebih banyak digunakan untuk menyampaikan motivasi, dukungan, serta ekspresi emosi, sehingga kartun Petualangan Mansour tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai media edukatif yang menyampaikan nilai sosial melalui penggunaan bahasa Arab dalam konteks pragmatik.*****Language used in cartoon dialogues does not merely function as a means of conveying information, but also as a medium for expressing speakers’ attitudes and psychological states. This view is in line with Austin and Searle, who argue that utterances are forms of actions performed through language. One such form is expressive speech acts, which are used to express emotions, feelings, and attitudes toward certain situations. Therefore, this study aims to describe the types and functions of expressive speech acts found in the dialogues of the cartoon Petualangan Mansour. This research employs a qualitative descriptive method with a pragmatic approach. The data consist of utterances produced by the characters in six episodes of Petualangan Mansour included in the theme Puncak Petualangan Paling Seru (The Peak of the Most Exciting Adventures), namely Kegilaan Virtual, Karpet Ajaib, Penemuan dan Kreativitas, Serangan Darat, Efisiensi Energi, and Para Reporter. Data were collected through observation and note-taking techniques, while data analysis was conducted by classifying the utterances based on the types and functions of expressive speech acts referring to Austin’s and Searle’s speech act theory. The results show that a total of 57 expressive speech acts were identified. Based on their types, the expressive speech acts are classified into six categories: encouragement (18 data), admiration (11 data), concern (10 data), thanking (7 data), sarcasm (6 data), and refusal (5 data). Based on their functions, the expressive speech acts are divided into three functions, namely emotional–psychological function (32 data), social–relational function (20 data), and moral–cultural function (5 data). Based on these findings, it can be concluded that expressive speech acts in Petualangan Mansour are predominantly characterized by encouragement and emotional–psychological functions. This indicates that the dialogues mainly serve to convey motivation, support, and emotional expression. Thus, Petualangan Mansour functions not only as a form of entertainment, but also as an educational medium that conveys social values through the use of Arabic language in a pragmatic context.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1). Dr. Muhammad Kamal, M.A. ; 2). Dr. Mohamad Sarip, M.A.
Subjects: Bahasa dan Kesusastraan > Linguistik
Bahasa dan Kesusastraan > Bahasa Arab
Divisions: FBS > S1 Pendidikan Bahasa Arab
Depositing User: Tiara Agustin S .
Date Deposited: 10 Feb 2026 03:03
Last Modified: 10 Feb 2026 03:03
URI: http://repository.unj.ac.id/id/eprint/65172

Actions (login required)

View Item View Item